1. Pertemuan pertama

58 4 0
                                        

Aroma masakan sudah tercium jauh dari pertengahan anak tangga. Itu berarti makanan sudah siap sedia dimeja makan. Zila mempercepat langkahnya untuk menuju ke ruang makan, ingin cepat-cepat mengisi perutnya yang sudah keroncongan sedari subuh tadi.

"SELAMAT PAGIIIII EPERIBADEHHH" sapa Zila dengan tidak ada kesopanan sama sekali didalamnya. Mungkin kesopanan Zila tertinggal dibawah bantal atau ikut tergulung bersama selimut yang ia pakai tadi pagi.

"Pagi juga sayang" sahut Rania-Mama Zila dan Yusuf-Papa Zila
"Pagi nyet" balas Abang tersayangnya Zila
.
.
Fyi, Zila mempunyai seorang saudara kandung bernama Zayn. Nama lengkapnya adalah Zayn Ahmad Xamza Aezar. Laki-laki tampan berpostur tubuh tegap, bernetra hitam keabuan, mempunyai bibir tipis, jangan lupakan bibir tersebut yang berwarna merah muda. Namun sayang, sikap nya sangat berbanding terbalik dengan tampan fisiknya.
Slengean, sangat jahil. Dua sikap itu yang melekat sangat didalam pribadi seorang Zayn. Dipadukan dengan Zila yang seperti macan mengamuk jika terganggu, menjadikan rumah begitu sangat ramai jika Zayn dan Zila berada dirumah.

Tapi jangan salah, saat dikantor Zayn sangat bossy sekali pemirsahh. Gayanya sangat berwibawa. Jajaran Staff perusahaan pun tidak akan ada yang menyangka memiliki atasan dengan sikap asli yang nyeleneh.

Zayn saat ini tengah memimpin anak perusahaan Papa nya yang berada di Jakarta Kota. Zayn itu sangat cerdas, sehingga saat sekolah dia mendapatkan akselerasi dan berakhir bisa lulus kuliah saat umur 19 menuju 20 tahun.

Usia Zayn dan Zila terpaut 7 tahun. Jika Zila menginjak usia 16 tahun maka sekarang Zayn menginjak usia 23 tahun.
.
.
.
"Abanggg bahasanya! Mau mama kutuk kamu jadi batu akik?!" Sentak mama seraya menunjuk Zayn menggunakan centong sayur.

Zila menjulurkan lidahnya kearah Zayn, dalam hati Zila bersorak senang 'haha mampus lo'

"Hehe maap mah" ucap Zayn sembari mengangkat kedua jarinya (red: peace) "ya lagian mama ada ada aja, mana ada ngutuk orang pake centong" gerutu Zayn yang sialnya masih terdengar jelas di telinga sang mama

"Ngomel lagi kamu??!" Dan berakhir telinga Zayn yang ditarik oleh Rani.

Sukurin lu Zayn, nyinyir banget si jadi orang. Udah tau punya ema nya termasuk kedalam golongan "ibu selalu benar".

"Sudah sudah jangan ribut, ga baik ribut depan makanan. Kita makan abis itu Zila berangkat sekolah dan Zayn ikut Papa ke ruang kerja."

Akhirnya mereka makan dengan keadaan hening, hanya ada suara dentingan sendok yang beradu dengan piring dimeja tersebut.

~~~~~~~~~~~~~~~

"Ma pa bang Zila berangkat dulu ya" pamit Zila setelah selesai memakan sarapannya.
"Iya hati hati, jangan kebut-kebutan. Kalo telat santai aja." Nasehat mama

Nasehat macem apatu maaaa

"Oke ma, hehe assalamu'alaikum" Zila mencium kedua tangan orangtua nya dan bertos ria dengan Abang nya. Setelah itu langsung berlari ke arah garasi tanpa mendengarkan jawaban salam dari kedua orangtua dan abangnya terlebih dahulu.
.
.
Sekarang pukul 6.45, sedangkan sekolah yang Zila tempati a.k.a Fern'z Internasional High School atau yang lebih sering disebut sebagai FIH School mempunyai jadwal masuk sekolah pukul 7.15 wib.
Yang artinya masih banyak waktu untuk Zila diperjalanan pagi ini.

Sembari menjalankan santai motornya, Zila bersenandung kecil. Menikmati udara pagi yang masih agak segar untuk ukuran Kota Jakarta.

Sedang asyik bersenandung dan mengendarai, dari arah belakang terdapat motor yang melaju sangat kencang sehingga menyenggol bagian kiri Zila yang sialnya menyebabkan Zila jatuh terjerembab ke pinggir jalan dan si pengemudi yang menabrak pun menabrak trotoar disamping Zila.

Bisa dibilang mereka jatuhnya sampingan gitu loh. Paham kan gaes?

"Astaghfirullah aduhhh" Zila meringis karna lutut nya luka dan mengeluarkan darah cukup banyak

"Eh motor lo gapapa kan?" Tanya si cowok dengan wajah panik

"Si anjir malah nanyain motor. Lo buta? Liat lutut gue ni bego."

Si cowok meringis, ia pun sama nasib nya dengan Zila. Terlebih bagian depan motornya ringsek karna menabrak trotoar cukup kencang. Beruntung tadi nyawa nya tidak ikut copot. Hanya saja mungkin sebentar lagi uang nya yang akan jatuh berguguran dari dalam dompetnya.

"Eum yauda sih satu sama." Jawab si cowok dengan wajah tak berdosa.

"Satu sama mata lo." Zila mendelik dan ia teringat akan sesuatu "JAM BERAPA INI???!!"

Si cowok pun menjawab "Jam 7.20"

"Gue mau ke sekolah ogeeebb ini motor gue. Ah sial, bantuin bantuin." Akhirnya si cowok membantu Zila untuk mengangkat motor yang sedari tadi rebahan manja dipinggir trotoar.

"Ehh tunggu tunggu. Lo anak FIH School?"
"Iya nape?" Jawab Zila, bingung
"Bareng, gue anak baru disekolah itu" si cowok tersebut langsung naik keatas jok motor Zila dengan santainya.

"Apa apaan lo?!! Udah nyenggol, ga tanggungjawab. Sekarang malah mau minta bareng. Turun!"
"Ga usah kebanyakan bacot, lo mau telat? Sini gue yg bawa motornya, luka lo juga masih basah tuh"

Mau tidak mau, demi mempersingkat waktu karena sudah telat 5 menit akhirnya Zila mengalah dan duduk di jok belakang motornya. Sedangkan motor si cowok? Ditinggal aje tar juga diambil orang bengkel katanya.
Ya maklum, anak sultan. Ilang motor satu mah ga akan kerasa.

Vario 150cc berwarna hitam tersebut melaju dengan kencang, membelah jalanan ibu kota yang mulai ramai dilalui banyak pekerja dan anak sekolah lainnya.
.
.
.
07.30
"Ett pak pak jangan dulu ditutup" teriak Zila dari jarak 300 meter ke arah gerbang

Mana kedengeran dongo!

"Bego" sahut si cowok, pelan

Sesampainya disekolah, gerbang sudah ditutup. Mereka telat 15 menit.
Just info, FIH School tidak memiliki toleransi untuk siswa siswi yang telat. 1 menit saja, siap siap bertemu dengan guru BK di lapangan sana.

"Yaaahhh pak bukain dong. Telat 15 menit doang ini kita elah" pinta Zila dengan tatapan songong sekaligus memohon.

"Waduh ga bisa neng. Udah peraturan disini" Jawab pak Mardi, satpam FIH School

"Pak ayolah, pepatah mengatakan 'lebih baik telat daripada tidak sama sekali'."

So iye banget pepatah-pepatah, bahasa Indonesia aje remed lu Zil

Lalu, si cowok penabrak tadi turun dari motor, membisikkan sesuatu pada pak Mardi sehingga terbuka lebar lah gerbang FIH School untuk mereka.

Zila terheran dan bertanya "ngomong apa lo? Nyogok berapa? Ko bisa sih?"

Zaigham diam tak menjawab pertanyaan Zila. Ia terus melajukan motornya untuk dapat sampai ke parkiran.

Just info, parkiran FIH School cukup jauh dari gerbang pemirsahhh. Maklum aja ya namanya juga sekolah elit:)

Setelah sampai diparkiran, si cowok tersebut langsung melengos pergi begitu saja, meninggalkan Zila yang masih tertatih untuk berjalan karna luka dilutut nya masih basah.
Tapi sebelum itu, si cowok tersebut berkata

"Gue Zaigham, kalo butuh pertanggungjawaban. Cari gue ke kelas." Seraya menyeringai kecil

"Woy cowok rese, bantuin gua ini anjir. Bego. Tolol. Lo yang bikin gue kaya gini. Tanggungjawab lo sekarang! Bawa gue ke kelas."

Zaigham berbalik, dan berkata "gue mau tanggungjawab, tapi nanti, setelah ada Zaigham junior di rahim lo. Ga sekarang, bego."

Sedangkan Zila? Melotot, menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan Zaigham barusan.
Apa katanya? Zaigham junior?

"Heh kutu kupret! Ogah rahim gue keisi turunan elo. Bisa kena mental seluruh organ dalam gue"

Zaigham melanjutkan jalan santai nya menuju ruangan kepala sekolah, ingin menanyakan dimana kelasnya karna hari ini adalah hari pertamanya sekolah di FIH School.

------------------------

Next mari kita lanjut baca chapt berikutnya!

Tinggalkan jejak👣
Jangan lupa votmen nya gais ❤️

ZilaZaigham (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang