2. Traktir gue!

32 3 0
                                        

"Cowo bego, gada otak. Bisa bisanya mikir sampe kesitu. Hilih najis banget gue" gerutu Zila saat sudah sampai dikelasnya sambil bergidik ngeri.

"Kenape sih lo Zil, daritadi gegurutu mulu kaya kucing baru kawin" sahut Salma, sahabat nya yang sedari tadi sudah sangat penting mendengar celotehan Zila
.
Salma Almira
Sahabat Zila yang sudah sangat lama menyandang status sebagai sahabat. Dari mulai teman TK hingga akhirnya duduk di bangku SMA. Zila dan Salma tidak pernah terpisah.
Pernah Zila dan Salma berpisah, saat itu kelas 4 SD Salma terpaksa harus pindah ke luar kota karena ayahnya bertugas disana. Meninggalkan Zila di Jakarta.
Zila pun menangis meraung-raung, tidak mau makan, mengerjakan pr asal-asalan, sekolah menjadi malas & yang lebih parahnya lagi, Zila menjadi mode senggol bacok ke teman-teman nya yang lain. Hingga akhirnya diputuskan Salma dipindah lagi ke Jakarta dengan catatan ia yang harus tinggal dirumah Zila. Karena ibu Salma harus menemani ayahnya bertugas di Samarinda.

Lucu memang, namun seperti itulah nyatanya. Dimana ada Salma, pasti ada Zila. Jika Salma tidak ada, maka Zila pun ikut lenyap. Begitupun sebaliknya.
Mereka seperti anak kembar yang tidak bisa dipisahkan. Jika Zila sakit, maka 3 atau 4 hari kemudian Salma pun akan ikut sakit seperti Zila.
.
"Kesel gue kesel banget ama tu siluman monyet" Zila terus memaki, mengoceh tiada henti sedari tadi

"Yang lo maksud siluman monyet tuh siapa zilaaaa? Heran gue daritadi ngoceh aja, gua tanya kenapa jawaban lu gerutuan semua" kesal Salma.

"Oke gue ceritain, tapi lu diem jangan motong ceritaan gua barang sedikitpun"
"Siappp. Sekarang jelasin"
"Huftttt, jadi tuh gini....."

Mengalirlah cerita Zila dari awal ia sedang santai mengendarai sepeda motor hingga disenggol oleh seorang laki-laki, berakhir telat & berujung kepada percakapan mereka diparkiran tadi

"HAHAHAHAHAHAHA ANJIR!!" Tawa Salma pecah seketika "aduh gue mau kasian tapi pengen ngakak juga"

"Ngakak darimana nya coba orang nyebelin gitu" Zila masih saja kesal dengan kejadian tadi

"Hahahaha aduh aduh" tawa Salma sedikit mereda ketika melihat tatapan sinis dari Zila "hehe peace bos" dengan jari yang terangkat menjadi angka 2

"Nih ya Zil, kenapa tadi gue ngakak? Ya karna lucu aja, pertemuan lo sama dia ga ada estetik estetik nya. Dan saat dia nyenggol motor lo, malah nanya 'motornya gapapa?'." Jawaban Salma membuat dirinya kembali tertawa lagi namun tak sekeras tadi.

"Pokonya istirahat nanti anter gue buat temuin si Zaighampar" ucap Zila yang emosi nya masih belum reda

Nah loh Zaigham! Tiati lo dicariin ama ema nya singa

"Zaigham wey Zaigham. Sembarangan ganti ganti nama orang" sinis Salma "eh tapi Zil, kek nya dia cakep deh. Liat aja dari namanya aja berkarisma gitu. Haaaaaa bau bau cogan udah tercium ni"

Tuhkan, keluar akhirnya sisi gatel si Salma

Sedangkan Zila hanya mendelik dan menghembuskan nafas nya kasar. Sembari memandang lutut yang darahnya masih belum kering. Sepertinya Zila harus meminta bantuan Salma untuk mengobatinya

"Em sal, ambilin kotak p3k dong di UKS. Lutut gue kesian ni, pendarahan mulu daritadi, takut anemia"

"Lutut pendarahan, dikira lutut lo hamil apa" Salma menoyor kecil kepala Zila yang dibalas dengan cengiran tak berdosa oleh Zila.

Sekesal-kesalnya Salma pada Zila pun tetap saja ia menuruti keinginan Zila. Salma mengambil kotak p3k dan mulai membantu Zila untuk membersihkan luka yang cukup besar dilututnya.

Setelah selesai mengobati Zila, Salma mulai bercerita tentang yang ia lewati selama liburan. Belum sempat semua diceritakan lewat telpon katanya.
20 menit kemudian, bel yang sedari tadi siswa siswi FIH School tunggu pun akhirnya berbunyi. Berhamburanlah mereka keluar dari kelas untuk menuju ke kantin.
.
.
.
"Aduh zilll dimana kelas nya kan kita gatau" Zila benar benar niat mencari Zaigham. Walau tidak tau dimana kelasnya tapi Zila kekeh untuk menemui Zaigham. Ingin membalaskan apa yang belum sempat terbalaskan tadi pagi.

Tidak kehilangan akal, akhirnya Zila pergi ke ruang tata usaha. Mencari tau dimana keberadaan kelas Zaigham, si anak baru yang songong nya kelewatan.
Ternyataaaa, kelas Zaigham persis terhalang dua kelas dari kelas nya Zila.

Tau gitu daritadi aje Zil lu keruang TU, ngapain muter muter segala ampe masuk ke kelas 10:)

Diketuknya pintu kelas 11 IPA 4 tersebut, sadar tidak ada jawaban akhirnya Zila pun menarik Salma dan menyelonong masuk ke kelas 11 IPA 4.
Ditemukanlah seorang laki-laki yang tengah menelungkupkan wajahnya diatas meja dan satu laki-laki lainnya yang sedang bermain game.

Masih sangat hafal dengan postur tubuh Zaigham. Dari mulai kepala, tatanan rambut, gelang yang berada ditangannya sampai gulungan lengan bajunya.
Tanpa berpikir panjang Zila melangkahkan kakinya menuju meja tersebut dan

BRAKKK!!!
"HEH ZAIGHAMPAR! Bangun lo" seru Zila dengan nafas memburu
Sedangkan Salma, hanya meringis ditempatnya. Ia tau dari cara cowok ini tidur, sepertinya cowok ini memanglah cogan yang selama ini ia bayangkan.

"Hmm?" Zaigham terbangun dari tidurnya "oh elo, ada apa?" Dengan santai Zaigham bertanya seolah memang tidak ada yang terjadi tadi pagi antara dirinya dengan Zila.

"Gue mau minta ganti rugi biaya pengobatan kaki mulus gue dan gue mau nagih kata maaf dari lo"

"Yaelah, dikasih obat merah juga sembuh kaki lo mah. Dan apa tadi? Kata maaf?" Jawab Zaigham dengan wajah yang minta ditampol

"Lo tuh ya, gada rasa bertanggungjawab banget. Iiiiiiii" kesal, Zila sembari mencubit lengan Zaigham yang Zaigham rasa itu seperti gigitan anak semut.

"Tanggungjawab tanggungjawab, hamil aja kaga lo" akhirnya menjambak rambut Zaigham dengan kencang sehingga membuat sang empunya rambut meringis nyeri.

Gimana gam? Enak ga dijambak ema nya singa?

"Zilaaaaa stoppp! Udah bego kasian cogan gue" ucap Salma menengahi

"Apaan sih lo sal. Ngga, gue ga akan berenti sebelum ni orang minta maaf sama gue! Kebiasaan tau ga??!"

"OKE OKE GUE MINTA MAAF. PUAS LO?"
"Nah, cakep" Zila tersenyum bangga sembari mengacungkan jempolnya "Oia, sebagai bentuk permintaan maaf lo, traktir gue sama temen gue dikantin. Se.ka.rang!"

"Ngelunjak ya lo biri-biri" sahut Zaigham. Kesel juga sih dia. Pas tidur tadi digebrak mejanya, dijambak iya, sekarang diporotin pula. Zila doang yg kek gini. Cewe lain mana berani, ketemu Zaigham aja malah cengengesan ga jelas, kek ODGJ.

"Kalo ga mau sih terserah, tapi jangan heran kalo setiap harinya gue bakal selalu gangguin lo"

"Cabut kantin sekarang!" Perintah Zaigham.

~~~~~~~~~~~~~
Disinilah mereka berada, di kantin Fern'z Internasional High School.
Zila sudah memesan begitu banyakkk makanan dan beberapa gelas jus serta minuman segar lainnya.
Jika ditanya apa zila mampu menghabiskan nya maka jawabannya Iya. Zila mampu menghabiskan makanan dalam porsi yang banyak. Selagi itu bukan makanan seperti mie ayam, bakso, soto dan sejenisnya, Zila mampu.

"Gila lo makan sebanyak itu?" Tanya Afnan dengan tatapan tak percaya. Ko ada, manusia badannya segede bihun rebus porsi makannya ngalahin kuli bangunan yang pernah kerja dirumah Afnan.

"Iya, si Zila kalo lagi kesel suka mukbang" sahut Salma.

"Oia btw kenalin, gue Afnan. Sahabatnya Zaigham"
"Gue Salma, sahabatnya Zila"

Fyi, Afnan dan Zaigham memang sudah bersahabat sejak lama, sekitar dari SD mungkin. Namun karna Zaigham yang memilih meneruskan pendidikan di Australia membuat mereka harus terpisah selama 4 tahun lamanya dan Zaigham kembali secara mendadak ke Indonesia saat menginjak kelas 11 sekarang. Tenang, Zaigham terpisahkan dari Afnan tidak selebay Zila saat terpisah dari Salma.

'salma cakep banget ya allahhh'
'subhanallah, nikmat mana lagi kah yang engkau dustakan'
Begitulah batin kedua sejoli itu saat berkenalan tadi. Hawa hawa cinlok dimulai.

Kemana Zaigham? Ada kok, Zaigham sedang memandang Zila dengan tatapan yang sulit diartikan.

'oh jadi namanya Zila'

------------------------

ODGJ---> Orang Dalam Gangguan Jiwa

Next mari kita lanjut baca chapt berikutnya!

Tinggalkan jejak👣
Jangan lupa votmen nya gais ❤️

ZilaZaigham (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang