Judul : Himpunan Jones
Genre : Comedy, romance, drama
Chapter : 50 lebih
Cast Pemain : BP- BTS- EXO- NCT- GOT7
Rilis : 17 Desember 2021
Selesai : -
Sinopsis :
INI adalah kisah perjuangan mereka untuk menjadikan Himpunan Jones sebagai ekstrakulik...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• • •
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KALAU kalian bertanya kemana perginya Beny? Karna sebelumnya Beny ikut dengan mengendarai mobil yang Taelandra bawa. Jawabannya, pria itu tidak ikut sampai ke Mall, karena ada panggilan mendesak dari sang Mamih yang ia hindari beberapa hari terakhir ini. Bahkan katanya, Mamih Beny sudah berada di sekolah.
Pria berwajah imut itu nampak menggerutu sepanjang perjalanan dari gerbang menuju ke gedung sekolah. Bahkan senyuman ceria yang selalu ia sunggingkan saat bersama para sahabatnya pun harus luntur seketika.
"Beny" panggil sang Mamih nampak berlari menghampiri putra satu-satunya.
Beny menatap datar sang Mamih yang kini berada tepat dihadapannya. Mamihnya tersenyum bahagia seolah memang ada hal baik yang harus ia bagikan kebahagiaannya dengan putra semata wayangnya. Tangan kanan wanita paruh baya itu menggenggam gulungan kertas yang kemudian disodorkan pada Beny.
"Kami sudah resmi bercerai" ucapan yang keluar dari bibir Mamihnya membuat Beny terdiam cukup lama. Ia bingung harus menunjukkan ekspresi seperti apa? Jika ditanya apakah dia bahagia? tentu saja tidak ada yang bahagia dengan adanya perpisahan.
"Anda puas?" Nada dingin yang keluar dari tenggorokan Beny mampu membuat sang Mamih diam mematung. Lalu tatapan tajam putranya membuat ia sedikit tersentak, kemanakah sosok Beny yang menatap dengan hangat? Kemana senyuman hangat yang selalu ia tunjukan? Lenyap begitu saja.
"Saya bertanya sekali lagi, apakah anda puas?" tekannya membuat Aerin masih diam tak berkutik. Lalu Beny melangkah pergi meninggalkan Aerin yang masih sibuk mencerna situasi.
Dalam hitungan detik Aerin segera berlari kembali menghampiri Beny, "Ada apa? Bukannya seharusnya kita bahagia?" tanyanya dengan senyuman yang perlahan luntur. Beny menghentikan langkahnya, tatapannya kembali menghujami Aerin memberikan efek menusuk, "Bahagia?" ia terkekeh, namun malah terdengar seperti ringisan pilu yang menyayat hati.
"Haruskah nyonya?" ketusnya. Beny menatap Mamihnya sesaat lalu, "Tidak ada yang harus dirayakan dengan situasi seperti ini"
"Beny ada apa? Apa Mamih melakukan kesalahan?" bingungnya nampak cemas akan perubahan sang anak. "Kesalahan?" Beny tertawa sumbang yang tentu saja hal itu mampu menarik perhatian para murid yang berlalu-lalang.