12 🥀 Rival

842 88 1
                                        

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



      DENGAN raut khawatirnya Dimas menatap balik jam tangan, sudah sekitar 20 menit Jennie tidak kembali

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

      DENGAN raut khawatirnya Dimas menatap balik jam tangan, sudah sekitar 20 menit Jennie tidak kembali. Kemanakah gadis itu? Apakah tersesat? Atau dalam bahaya. Atau lebih parahnya lagi terperangkap ke kandang buaya yang notabennya diisi oleh para buaya jantan seperti Jimy.

Pada akhirnya Dimas memutuskan untuk bangkit dari tempat duduknya. "Lo mau kemana?" itu Teo yang bertanya, ia baru saja sampai ke kantin. Karena beberapa menit yang lalu baru selesai membereskan beberapa dokumen mengenai pembukaan sigma.

Teo duduk di samping Beny, pria itu masih mengarahkan tatapannya ke arah Dimas, seolah menunggu jawaban darinya. "Nyari Jennie" jawab Dimas cepat dan pada akhirnya menghilang dari pandangan Teo.

"Jennie beneran kembarannya Dimas?" itu Beny yang menyahut seraya fokus dengan batagor yang tengah dinikmatinya. Lisa mengangguk mengiyakan, "Ya, mereka kembar"

"Tapi kenapa Dimas nyembunyiin rahasia begituan?" bingung Tae dengan kening berkerutnya. "Ahh gue tahu alasannya!" seru Jefri yang sedari tadi menyimak.

"Ya dia kagak mau adeknya jadi bahan santapan buaya macam lo semua" timpalnya menambahkan yang langsung disuguhi lirik tajam Jimy. "Elah dasar jomblo, bilang aja iri kagak punya cewe lo" semprot Jimy yang tidak terima.

"Dih, siapa yang bilang gue jomblo" cetus Jefri mengundang banyak tanya dalam benak mereka. "Sejak kapan lo punya pacar Jef?" tanya Teo dengan nada seriusnya membuat Jefri menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Jefri menelan ludahnya kasar, lalu membuka mulutnya untuk menjawab, "Bukan pacar si, tapi masih calon" kekehnya yang langsung disuraki semua anggota termasuk Roseanne sekalipun.

Dilain tempat Jisoo dan Arseniyo menghelan nafas lega kala siaran broadcasting untuk awal semester 2 ini berjalan dengan lancar. Dengan senyuman ceria di wajah mereka, keduanya keluar dari ruang multimedia dan hendak pergi ke kantin untuk bertemu dengan sahabatnya.

"Untuk acara sigma, kita jadi pembawa acara Jis?" tanya Arseniyo memastikan. Karna dari semester ke semester biasanya merekalah yang selalu menjadi MC suatu acara. Jisoo diam sejenak nampak menimbang-nimbang, pasalnya ia belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait itu.

HIMPUNAN JONESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang