17 🥀 Jarak

696 87 2
                                        

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



     HARI esoknya, tepat pada hari selasa atau lebih tepatnya hari kedua masuk sekolah setelah libur semester

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

     HARI esoknya, tepat pada hari selasa atau lebih tepatnya hari kedua masuk sekolah setelah libur semester. Langit hari ini cukup mendung, seolah sang awan menahan diri untuk tidak melepaskan beban yang dipikulnya.

Hari ini kita mulai dari keluarga Angkasa Ajin, pria yang diberkahi dengan ketampanan itu kini tengah ribut mencari keberadaan Bundanya. Kali ini ia akan menanyakan perihal dasinya yang ntah ada dimana.

"Bunda, dasi Ajin dimana?"teriak remaja itu dari lantai atas, tentu saja dengan tujuan agar terdengar oleh Bundanya yang sibuk berkutat di dapur. Sang Bunda pun nampak mendesah pelan, terlihat sudah biasa dengan pemandangan dipagi hari yang selalu saja seperti ini.

"Coba cari di lemari baju" balas sang Bunda yang juga berteriak. Setelah itu ia kembali menjalankan kewajibannya untuk menyiapkan sarapan pagi. Beginilah pekerjaan seorang Ibu rumah tangga, walaupun ia juga wanita karir tentu saja harus bisa membagi waktu untuk keduanya.

Tak lama kemudian anak satu-satunya pun turun dengan dasi dalam genggamannya. Tanpa banyak bicara Ajin duduk di meja makan sambil mengikat dasi di kerahnya. Tak lama kemudian Bunda datang dengan menu makanan pagi nasi goreng spesial buatan Bundanya. Dan kini Ayahnya pun ikut bergabung duduk di hadapan Ajin sambil membaca koran harian untuk mengetahui perkembangan politik atau masalah yang sedang terjadi.

"Bagaimana sekolah kamu?" itu suara Ayahnya yang bertanya dengan tatapan yang masih terfokus pada koran. Tanpa berpikir panjang remaja berusia 17 tahun itu pun menjawab dengan cepat, "Biasa aja, enggak ada yang spesial"

Ayahnya Ajin atau panggil saja Zakara, pria paruh baya itu menurunkan korannya sedikit, ia melirik putra semata wayangnya sekilas lalu kembali terfokus pada kertas abu itu. "Masa tidak ada yang spesial"

Ajin terlihat acuh, ia mengangkat sendok makannya lalu menyuapkan nasi goreng favoritnya. "Kamu kenal Siti nak?" pertanyaan yang dilontarkan Bundanya sentak membuat Ajin batuk-batuk tersedak makanan.

Dengan gesit Bundanya pun menuangkan air ke dalam gelasnya Ajin dan menyuruh anaknya untuk segera minum. "Makan dengan tenang, jangan terburu-buru" nasihat Ayahnya yang kemudian melipat kembali koran tadi.

HIMPUNAN JONESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang