19 🥀 Nostalgia

642 58 0
                                        

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



     MARI bernostalgia mengenai awal pertemuan mereka semua, sampai akhirnya menjadi sahabat dekat seperti ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

     MARI bernostalgia mengenai awal pertemuan mereka semua, sampai akhirnya menjadi sahabat dekat seperti ini. Dan juga bagaimana pertemuan Irene dengan mereka? Dan alasan Irene menjadi tunangan Suho.

Dahulu Suho beranggapan bahwa sahabat tidaklah penting, tentu saja itu anggapan anak berusia 10 tahun yang memiliki segalanya. Kekayaan, kehormatan, hal itu sudah tertanam bahkan sejak ia masih dalam kandungan. Terlahir dari keluarga kaya membuat Suho bersyukur namun lambat laun ia merasa dirinya kesepian. Terlebih lagi kedua orangtuanya yang sering berpergian dengan tujuan bisnis, meninggalkan Suho kecil seorang diri di rumah besar itu.

Dari kecil ia sudah di didik untuk mendiri, berprestasi juga berbakat. Ia harus menguasai semua hal itu untuk menjadi sukses, karna Papahnya selalu berpesan, "Jangan sia-siakan bakat yang kamu miliki. Belajarlah untuk menjadi sukses dan buktikan saat perusahaan berada di tanganmu"

Namun pemikiran anak berusia 10 tahun masih sangatlah labil, kadang kala Suho merasa dirinya berbeda dari kebanyakan anak seusianya, ia juga ingin bermain dan merasakan rasanya dijemput saat hujan oleh Ayah atau Ibunya. Suho kecil merasa terpuruk kala teman sekelasnya saat SD merundungnya karena selalu mendapatkan perlakuan khusus dari guru-guru dan sekolahnya. Tentu saja mereka merasa tidak adil akan hal itu.

"Hey berhentilah!" teriak seorang gadis cantik dengan rambutnya yang tergerai indah. "Berani sekali kalian merundung anak kecil! Kalian berlima dasar pengecut! Kalau berani harusnya satu lawan satu! Bukan segerombolan!" teriak anak perempuan itu dengan nada tegasnya. Ia nampak tidak takut sama sekali.

"Berisik! Jangan ikut campur, harusnya anak perempuan sepertimu main boneka dan rumah-rumahan saja! Jangan campuri urusan para lelaki!" balas anak lelaki lainnya tak mau kalah dengan berkacak pinggang.

"Rene!" teriak seorang anak laki-laki seraya berlari ke arah gadis yang dipanggil Rene itu. "Ada apa?" tanya anak laki-laki itu khawatir dan gadis itu pun menjawab, "Mereka menyebalkan Taelandra" adunya.

Taelandra pun mengalihkan tatapannya ke arah kelima anak lelaki yang tidak ia kenal itu, "Ada masalah apa? Mengapa ribut sekali" ujar Taelandra. "Jangan campuri urusan kami bodoh!" bentak lawannya.

HIMPUNAN JONESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang