14 🥀 Panah Asmara

894 106 3
                                        

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



    LALISA menaiki taxi menuju restaurant tempat yang sudah dijanjikan Ibunya itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

    LALISA menaiki taxi menuju restaurant tempat yang sudah dijanjikan Ibunya itu. Huft dia sangat lelah, ingin sekali pulang ke rumah dan berhibernasi di tempat tidurnya yang nyaman. Membayangkan kasurnya saja, membuat Lalisa tergoda dan sedikit mengantuk.

Gadis itu turun di tempat tujuannya, membayar taxi dan ia segera masuk ke dalam restaurant. Ibunya mengirim pesan, bahwa mereka sudah memesan meja nomor 13. Dengan riang ia segera pergi kesana, melihat hidangan enak yang sudah tertata rapi disana, membuat ia tergiur.

Lalisa menggeser tempat duduk, lalu menaruh tasnya disana. Kemudian ia menjatuhkan pantatnya seraya bertumpang kaki menikmati suasana restaurant yang elegant dan mewah ini.
Restaurant ini bergaya Eropa yang dipadukan dengan Thailand, tempat gadis itu lahir.

"Lah? Pada kemana? Katanya sebentar lagi ke sini" bingung Lisa bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Karena haus, ia segera mengangkat gelas yang berisikan jus mangga, lalu meneguknya sampai dahaganya terpenuhi.

SRTT

Suara geseran kursi membuat telinganya tergerak, ia yang kala itu tengah membaca daftar menu karena bosan, segera menjauhkan buku tebal dengan berbagai jenis makanan mahal itu dari wajahnya.

"Hah?!" matanya membola terkejut, seperti hampir terlepas dari kelopak matanya. Sama halnya dengan pria yang kini duduk di hadapannya, ia juga tak kalah terkejutnya dengan Lalisa. Sungguh kebetulan macam apa ini?

"Kok lo disini? Bukannya balik ya?" tanya Lalisa seraya menetralkan ekspresi terkejutnya.

"Siapa yang bilang gue balik ke rumah?" jawabnya acuh. Jeon mengedarkan pandangannya ke seisi restaurant, lalu kembali menatap gadis berponi itu yang nampak diam tak berkutik, "Lo ngapain duduk di meja yang keluarga gue pesan?" pertanyaan yang dilontarkan Lalisa membuat Jeon terdiam sejenak.

Kemudian terlihat gurat kerutan di dahinya yang menandakan pemuda itu kebingungan, "Yang keluarga lo pesan?" ia mengulangi ucapan Lalisa. Lalu segeralah membuka benda pipihnya yang tak lain adalah ponsel, ia mengecek pesan yang dikirimkan sang Bunda, "Gue kagak salah duduk" gumamnya.

HIMPUNAN JONESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang