Happy reading
Vote sebelum membaca
Jangan jadi pembaca gelap!!🌚 Typo bertebaran 🌚
Follow author ❤️•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°°•°•°•°•°•°•°•°•°
Saat ini Mauren tengah duduk di balkon kamarnya ditemani secangkir coklat panas, gadis itu sedari tadi hanya memandangi langit yang bertabur bintang.
“Hah gimana yah keadaan Gery!” Gumamnya lirih.
Bagaimanapun, Mauren masih punya tanggung jawab untuk menjaga adiknya itu selama ia masih hidup, dan sekarang ia tidak bisa menemui Gery seperti saat ia masih menjadi Queena.
Setelah cukup puas menikmati angin malam, gadis itu melangkahkan kakinya memasuki kamar lalu meletakkan cangkir mug-nya di atas meja kemudian bergegas mengganti pakaiannya dengan pakaian serba hitam, tak lupa dengan masker hitam yang melekat di wajahnya.
Kemudian Mauren bergegas menuju kamar Devano, untunglah sang empunya saat ini tidak di kamar karena sedang pergi ke markas sore tadi.
Mauren mengendap-endap masuk seperti maling, lalu mengambil sebuah kunci motor yang tergeletak di atas meja. Kenapa bisa ada kunci di meja sedangkan Devano pergi ke markas? Itu karena Devano mempunyai banyak motor.
“Untung deh yang punya lagi pergi” Monolog Mauren lega.
Gadis itu bergegas keluar rumah dengan mengendap-endap agar tidak ketahuan orang, karena bisa akan menjadi masalah jika ada yang melihatnya keluar rumah malam-malam seperti ini.
Dan sepertinya Dewi Fortuna berpihak kepadanya karena gadis itu tidak ketahuan sama sekali. Ia pun segera menunggangi motor sport milik Devano yang berwarna hijau.
Dengan segera Mauren melajukan motornya menuju salah satu sirkuit yang selalu ia datangi saat masih menjadi Queena, dengan harapan ia bisa bertemu dengan para sahabatnya.
Tak cukup waktu lama, Mauren tiba di sirkuit, ternyata malam ini sirkuit sangat ramai. Gadis itu segera turun dari motornya. Tak ayal banyak yang menatapnya kagum, dan penasaran.
Mauren mengedarkan pandangannya ke segala arah dan tatapannya terkunci ke arah segerombolan orang yang sedang menonton balapan.
Gadis itu segera melangkahkan kakinya menuju mereka.
“Halo! Gue boleh gabung gak?” Tanyanya ramah.
Segerombolan orang itu menatap tak suka ke arah Mauren. Mauren sendiri dibuat tersentak dengan tatapan mereka, Karena yang Mauren tau mereka itu orangnya humoris dan sedikit somplak, lalu yang ia lihat sekarang adalah orang-orang yang berwajah datar.
“Gak usah ganggu!!” Ucap salah satu dari mereka tak suka.
Mauren tersenyum lirih lalu membuka maskernya, merek semua tertegun karena wajah Mauren sangat cantik dan bisa dibilang sangat imut.
“Kenalin gue Mauren!” Ucapnya dengan senyuman manisnya.
“Gak ada yang nanya!”

KAMU SEDANG MEMBACA
Badgirl Antagonis✓ [HIATUS]
Teen Fiction{FOLLOW SEBELUM MEMBACA!!} Apa yang ada di benak kalian saat mendengar kata Antagonis? Pasti kalian langsung berpikir tentang kejahatan kan? Yah itu memang benar! Antagonis! Adalah kepribadian seseorang yang jahat dan kejam, namun apa yang terjadi j...