☞ BERUBAH☜

1.9K 103 5
                                    

Happy reading
Vote sebelum membaca
Jangan jadi pembaca gelap!!

🌚 Typo bertebaran 🌚
Follow author ❤️

°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°


Di sebuah kamar bernuansa hitam putih, seorang pemuda tengah tertidur pulas di tempat tidurnya. pemuda itu terlihat sangat lelah.

Perlahan-lahan matanya terbuka memperlihatkan bola matanya yang berwarna hitam gelap.

"Akhirnya aku bisa bertemu dengan mereka!!" Gumamnya dengan suara berat.

perlahan-lahan ia turun dari tempat tidurnya lalu segera bergegas ke kamar mandi dan bersiap-siap dengan pakaian kasualnya

_____________________

Pagi ini seantero sekolah dibuat bingung dengan Mauren ddk, karena pagi ini Mauren dan kedua sahabatnya tengah bertengkar hebat di tengah-tengah koridor, entah ada masalah apa dengan mereka bertiga namun sepertinya masalah mereka benar-benar rumit.

"Kalian ini kenapa sih?!! bukannya kemarin hubungan kita bertiga baik-baik aja yah?"

Mauren tersenyum pedih menatap kedua sahabatnya Vanya dan Keyla namun mereka hanya menampilkan raut wajah datar dan tidak peduli sama sekali.

"Lo gak usah jadi orang paling tersakiti deh Ren, gue muak liat muka busuk Lo itu!!" Vanya berdecih sinis sambil bersedekap dada.

"Gue bener-bener kecewa sama Lo Mauren!! gue kira Lo berubah, tapi ternyata sama aja!!" Keyla tersenyum remeh.

Mauren menggelengkan kepalanya berkali-kali "Gue gak tau maksud kalian apa!! gue gak tau kesalahan gue apa sama kalian!!"

"Gak usah banyak drama Lo, gue tau pasti Lo sengaja kan kayak orang paling tersakiti dan di fitnah disini, Iyah kan?!! secara di sini banyak orang yang nyaksiin Lo, dasar caper!!" Keyla tersenyum miring membuat Mauren mengepalkan tangannya erat hingga kuku-kukunya memutih.

"Jaga omongan Lo, gue bukan cewek bermuka dua seperti Nita!!!"

Nita yang namanya dibawa-bawa pun menjadi marah, memang apa salah dirinya di sini? bukankah ini hanya permasalah mereka bertiga? lalu kenapa ia terseret ke dalam konflik mereka.

"Lo gak usah bawa-bawa nama Nita!! dia gak ada sangkut pautnya sama masalah Lo, emang dasarnya Lo yang caper di sini!!" Rizky Menatap Mauren jengah.

"Lo gak usah ikut campur!!" Ucap Mauren.

"Jelas lah kita ikut campur!! Lo udah ngejelek-jelekin Nita!!" Sewot Revano

Mauren berdecih sinis "Bawa aja tuh adek kesayangan Lo sebelum gue mutilasi!!"

Setelah berucap, Mauren melangkahkan kakinya pergi, ia muak dengan semua drama yang baru saja terjadi.

_____________________

Sedangkan di apart saat ini, Queena tengah bersantai-santai sambil mencomot cemilannya. Sejak tadi ia hanya marathon drakor ditemani cemilan yang menumpuk bagaikan gunung.

"Menye-menye banget sih Lo anjing!! mirip banget Lo sama si Nitaanjing!!" Queena yang kesal melihat film di hadapannya langsung saja menutup laptopnya dan melemparkannya ke sembarang arah.

Ting tong (Anggap saja suara Bel)

Dengan kesal Queena berjalan ke arah pintu lalu membukanya dengan kasar "Apaan?!" Belum juga seseorang itu mengucapkan sesuatu, Queena langsung memarahinya membuat sang empunya berkedip-kedip dengan wajah bingung.

"Marah sama gue?!" Tanya pemuda itu dengan canggung

Queena lantas menatap pemuda itu dengan cepat, seketika dirinya berkedip-kedip tak percaya "INI BENERAN LO REYNAND?!!" Pekiknya

Pemuda itu mengusap kupingnya "Iyah"

Queena menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu mempersilahkan pemuda itu masuk.

"Jadi Mauren sama Gery mana?!" Tanya pemuda itu basa-basi

Queena seketika menyadari bahwa dirinya adalah Mauren dan ia berada di tubuh Queena saat ini "Mauren sama Gery?!"  Tanyanya bingung

"Gery?" Tanyanya sekali lagi

"Iyah, Gery adek Lo sama Mauren!!" Ucap Reynand memperjelas "Udah lama yah kita gak ketemu, waktu itu kita masih bisa main tapi sekarang kita udah harus mikul beban hidup!!"

Reynand menerawang jauh dimasa lalu saat ia masih kanak-kanak, dimana saat ia masih bisa meluangkan waktu untuk bermain dan sekarang ia harus bekerja exstra keras untuk keluarganya, terlebih lagi ia sudah berumur 25 tahun yang membuatnya menjadi tulang punggung keluarga

Beda dengan Reynand yang bernostalgia, Queena malah melamun dengan mata memerah, tak terasa benda bening menetes dari pelupuk mata indahnya.

"Hey Lo napa?!" Reynand panik, pemuda itu segera duduk di sebelah Queena lalu mengelus punggung gadis itu.

"Gue hiks jadi gue masih punya adek?!" Racau Queena dengan mata menatap kosong

Reynand mengerutkan keningnya "Jangan bilang Lo lupa ingatan alias amnesia?!"

"Gue lupa, ingatan gue samar-samar!!" Queena meremas rambutnya

"Terus kenapa Lo ingat sama gue?!" Tanya Reynand

"Gue gak tau!! separuh ingatan gue hilang!!"

Reynand memijit pelipisnya dengan mata terpejam "Lo ada nomor telepon Mauren?!"

Queena mengangguk sekilas

"Kok Lo ada nomor Mauren padahal Lo lupa sama dia?!"

"Panjang ceritanya!"

Reynand mengangguk mengerti lalu menyalin nomor telepon Mauren

______________

Di bawah pohon rindang yang berada di belakang sekolah, Mauren tengah membaca Novel dengan headshet yang bertengger manis di kupingnya.

Drrrrt drrrtt

Mauren mengalihkan atensinya ke arah handphonenya, ia mengerutkan keningnya saat melihat nomor tak di kenal menelpon dirinya. Mauren mengangkat pundak acuh lalu melanjutkan kegiatannya.

Drrt drttt drtttt drrrrt ddrrrrtt

"Bangsat!!" Mauren menghempaskan novelnya lalu menggeser ikon hijau yang tertera di layar "APAAN?!"

"ANJ_ GAK KAKAK GAK ADEK SAMA AJA TOA!!"

Mauren spontan menjauhkan benda pipih di tangannya lalu mengusap kupingnya yang berdengung "Lah kok jadi nih orang yang marah?!!" Gumamnya heran

"Lo juga toa kalik!!!?" Kesal Mauren

"Udah-udah Toa gak penting sekarang!!, Lo sibuk gak??!!"

"Gak!!"

"Nah bagus, sekarang juga Lo ke apart Queen gak pake lama!!"

"Lo siapa sih anjirt!! ngapain Lo di apart Queen hah!!"

"Gak usah banyak cingcong!! Lo ke sini cepetan!! Queena udah koit nih!!!"

"Jangan asal nyerocos aja moncong Lo!!"

Mauren menyimpan handphonenya di dalam saku lalu segera bergegaske parkiran.

sedangkan di sisi lain Queena menatap Reynand kesal "Enak aja Lo nyumpahin gue koit!!"

Raynand cengengesan lalu mengangkat dua jari membentuk peace "Maapin gue yah Queen yang cantik!"

Queen memutar bola matanya malas "Terserah Lo" Setelahnya ia meninggalkan Reynand

Reynand mengusap dadanya,ia bernafas lega karena tak jadi di amuk oleh sang ratu




Udah kelihatan titik terangnya kan?
pasti para readers udah tau rahasia di balik kehidupan Mauren dan Queena
semoga yang baca sehat selalu dan semoga masih semangat puasanya!!
Oh iyah ntar Ravasgarnya di publish setelah aku rehat bentar yah!!

Badgirl Antagonis✓ [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang