11. Approval

2.1K 218 72
                                        

"Vin! Nevin!"

Marvel yang melihat Temannya pingsan di depan matanya itu terlihat panik. Sedari tadi dia mencoba meminta pertolongan kepada teman-temannya. Namun, semua temannya sedang tidak bisa dihubungi.

"Ck, ini Kevin sama Alvin kemana sih?! Temannya lagi dalam kondisi tidak baik-baik saja, dan mereka malah hilang. NightD, Mefelz, Nelson dan Moend juga sedang rapat Osis.. sekolah juga udah sepi.." Ujar Marvel dengan rasa kesal dan panik.

Sebenarnya Marvel mau saja menolong Nevin, tapi dia tidak kuat untuk menggendong Nevin sendirian. Masa di seret?

Marvel melihat ada seorang laki-laki yang memakai pakaian pelayan di dekat mobil milik Nevin.

'Apa gua bopong aja kali ya sampai ke mobilnya? Mungkin aja orang itu adalah salah satu pelayannya Nevin.' Batin Marvel dalam hati.

Marvel menghela nafasnya,dia akhirnya memutuskan untuk menggendong Nevin menggunakan tenaganya dan tubuhnya sendiri.

"Ugh... Berat banget.."

Dengan langkah perlahan, Marvel membawa Nevin ke seorang pelayan bersurai putih itu.

"Kakk! Tolongin teman saya-" Teriak Marvel sambil bersusah payah untuk tidak jatuh.

Lelaki bersurai putih tersebut melihat ke arah Marvel dan segera berlari membantunya.

"Astaga! Benar kan apa yang kubilang, seharusnya Tuan Nevin tidak bersekolah hari ini." Ucap pelayan tersebut sambil beralih untuk menggendong Nevin dan membawa tubuh sang surai coklat tersebut ke dalam mobil.

Marvel yang mengira bahwa keadaan temannya telah aman akhirnya memutuskan untuk pamit.

"Ah.. Kalau begitu, saya pamit dulu ya kak. Semoga keadaan Nevin dalam baik baik saja. Teri-"

Ucapan Marvel terpotong ketika salah satu tangannya dicengkram dengan lembut oleh pelayan tersebut sebelum ia pergi.

"Pertama, saya ucapkan terima kasih karena telah menolong Tuan saya yang bodoh ini. Namun, bisakah saya mengajak anda untuk menjadi saksi untuk kelakuan Nevin di sekolah tadi?" Tanya pelayan tersebut dengan sopan.

Marvel yang ditanya seperti itu hanya bingung dan tidak mengerti maksud dari orang tersebut.

'Saksi? Apa maksudnya? Apakah si Monyet itu bakal disidang hanya karena pingsan?' Batin Marvel dalam hati.

"Hah? Maksud kakak apa ya? Jadi.. Saya harus ikut dengan Nevin?" Tanya Marvel dengan raut kebingungan.

Pelayan tersebut hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah Marvel.

Tentu Marvel merasa tidak enak hati jika menolak keinginan dari pelayan tersebut, Marvel hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengerti apa yang harus dia lakukan.

"Ehm.. Ya, yaudah deh Kak.. Tapi saya kesananya mengikuti mobil Nevin saja dari belakang, saya bawa motor soalnya.." Ucap Marvel dengan sedikit ragu.

Pelayan bersurai putih itu menyetujui permintaan Marvel. Dia akhirnya masuk ke dalam mobil diikuti dengan Marvel yang pergi ke lahan parkir tempat motornya berada.

Di dalam mobil, pelayan laki-laki tersebut hanya menghela nafas dengan kasar. Dia menggelengkan kepalanya karena melihat kelakuan dari majikannya.

Tadi pagi pukul 05.25 dimana Nevin ingin berangkat kesekolah.

"Nevin! Kamu yakin mau kesekolah hari ini? Badanmu sedang tidak fit!" Ujar pelayan bersurai putih,atau bisa kalian sebut dengan Robert.

Nevin hanya mendecak kasar ketika melihat pelayan-pelayan terutama kepala pelayannya, Robert yang menahan dirinya untuk tidak pergi kesekolah hari ini.

Fall Together || Nevin x Elestial ||Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang