23. Give Up

1.5K 174 80
                                        

"Hah.. Baru aja kemarin kita pulang dari acara, gua malah disuruh pergi lagi." Keluh Marvel yang sekarang sedang berada di mobil bersama Kakaknya, Samsul.

"Yaelah Vel, kita kan mau ngunjungin Peppey. Ayolah, lu juga udah lama gak liat dia kan?" Bujuk Samsul sambil menyetir mobil miliknya.

"Oh, jadi kita sekarang ke kuburan?" Celetuk Marvel tanpa rasa bersalah sekalipun.

"..Gak salah sih." Balas Samsul sambil mengangguk-anggukan kepalanya pelan.

Samsul menghela nafasnya dengan berat, dia menatap ke arah Marvel.

"Lu jangan dendam ataupun marah sama Peppey, Vel. Yang terjadi di masa lalu itu hanyalah kesalahpahaman saja antara kalian berdua." Jelas Samsul dengan intonasi suara yang serius.

Marvel menatap Samsul dengan ekspresi heran, seakan dia tidak mengerti dengan perkataan kakak tirinya itu.

"Gua gak marah ataupun benci sama Peppey kok." Balas Marvel dengan singkat.

"Dibandingkan Peppey, gua lebih kesal dengan orang yang munafik dan selalu lari dari kesalahan, kayak orang berkacamata yang berada di samping gua ini." Tambah laki-laki bersurai ungu itu dengan santai.

Samsul yang merasa telinganya sedikit panas itupun langsung menatap ke arah Marvel dengan tatapan sinis.

"Lu gak tau apa-apa Vel. Dulu itu, gua mencoba untuk melindungimu." Sanggah Samsul dengan pelan.

"Bohong, yang bener~?" Ledek Marvel sambil terkekeh kecil.

"Ah sudahlah, malas ngobrol sama lu, Vel. Bikin darah tinggi yang ada." Decak Samsul yang sekarang kembali fokus menyetir ke arah rumah sakit di kota tersebut.

"Dih?" Gumam Marvel tidak terima.

"Oh iya Vel, kemarin lu ngapain sama Nevin sebelum gua jemput lu?" Tanya Samsul yang dengan sengaja mengalihkan pembicaraan.

"A-" Marvel hanya diam. Dia tidak membalas pertanyaan Samsul.

"Kenapa? Kok diem?" Tanya Samsul sekali lagi.

"Anu.. Itu.. Eh.." Marvel sedikit gelagapan untuk menjawab pertanyaan Samsul. Tanpa kalian ketahui, Marvel sedang berdebat sendiri di dalam hatinya.

'Kambing! Kemarin gua ngapain? Aduh anj*rlah gua malu banget..' Batin Marvel yang sekarang sedikit malu dan melihat perban yang ia pakai di tangan kirinya.

"Lu suka sama Nevin, Vel?"

Marvel langsung menatap Samsul dengan ekspresi kaget dan gelagapan.

"M, maksudlu apa sih, Sul? Ya jelas gua gak suka lah." Balas Marvel sambil menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.

"Bohong, yang benerr~?" Ledek Samsul yang dengan sengaja memakai kata-kata Marvel sebelumnya.

"Sul, sekali lagi lu nanyain pertanyaan gak penting, gua bunuh lu sekarang juga."

"Lu bilang begitu, tapi kenapa wajahlu memerah begitu?" Goda Samsul yang sedikit menaikkan alisnya dan heran.

Marvel mengambil sebuah pisau yang berada di tasnya. Dengan sengaja dia mengasah pisau tersebut di depan Samsul sambil tersenyum sinis.

"Vel? Lu ngapain? Vel, g, gua lagi nyetir Vel. Kita damai ya Vel? VEL? IYA-IYA MAAF, AMPUN WOI AMPUN-"

◆━━━━━━◆❃◆━━━━━━◆

Sesampainya di rumah sakit, Samsul memakirkan mobil nya di parkiran rumah sakit.

"Ruangannya Peppey di rumah sakit ada dimana, Sul?" Tanya Marvel yang sedang keluar dari Mobil milik kakaknya itu.

Fall Together || Nevin x Elestial ||Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang