17. Consequence

1.9K 188 107
                                        

"Ahelah Marvel g*blok! Bisa-bisanya gua lupa ngisi bensin motor-"

Laki-laki bersurai ungu itu sedikit frustasi setelah turun dari bus dan berjalan kaki ke arah sekolah. Dia lupa untuk mengisi bahan bakar kendaraan miliknya di hari libur. Jadi mau tidak mau Marvel harus berangkat dan pulang sekolah dengan jalan kaki atau menaiki bus.

'Yasudahlah, untung saja hari ini bukan jadwal part time job ku.' Batin Marvel yang berjalan ke arah kelasnya.

Marvel hanya berjalan dengan murung menuju kelasnya. Pikirannya masih sangatlah campur aduk, dia masih saja memikirkan perlakuan Nevin kepadanya disaat hari Kamis dan Jumat kemarin.

Selama dua hari sebelum weekend itu, Marvel tidak hanya dihindari oleh Nevin, dia juga mendapatkan hinaan dan ejekan dari Michelle, yang membuat Marvel kesal setengah mati.

"Tenang saja Vel! Masalah yang di kantin itu hanya sedikit yang tau kok, Nelson sudah membungkam berita itu." Hibur NightD yang baru saja masuk ke kelas.

NightD dan beberapa anak kelas X-A, mengetahui kejadian yang di kantin dari Kevin. Akibatnya dari kejadian itu, Marvel menjadi dipandang buruk oleh hampir semua Siswa Sans di sekolah. Untung saja kelas X-A dan X-B tidak terlalu mempermasalahkan hal itu dan tetap berteman dengan Marvel.

"Ya.."

Marvel hanya menjawab perkataan NightD dengan lesu. NightD sedikit iba ketika mengetahui kondisi temannya yang sedang tidak baik-baik saja.

Dengan cepat, NightD menarik tangan kanan Marvel dan mengajaknya untuk keluar kelas.

"Ngapain sih Night?! Gua lagi pengen sendiri!" Ketus Marvel yang sedikit menolak ajakan dari NightD.

"Sudahlah, ikut saja." Ajak NightD yang tetap gigih menarik tangan Marvel untuk keluar kelas.

Marvel sedikit kesal dengan kelakuan temannya itu. Apa NightD tidak tahu jika sekarang, Marvel itu dipandang buruk oleh kebanyakan anak kelas C sampai E?

Benar saja, ketika NightD dan Marvel pergi keluar kelas. Anak kelas 10 lainnya langsung menatap sinis Marvel dan mulai berbisik-bisik tidak jelas. Marvel hanya menghela nafasnya dengan berat dan sedikit menunduk karena malu.

Tak tinggal diam, NightD membalas tatapan sinis orang-orang itu dengan aura intimidasinya. Seakan NightD mengatakan 'Lo ngomongin dia, lo mati.' kepada orang yang mengejek Marvel.

Beberapa saat kemudian, NightD dan Marvel sampai ke ruang musik. Marvel sedikit heran kepada NightD yang tiba-tiba menariknya ke ruangan musik.

"Kita ngapain kesini?" Tanya Marvel kepada NightD.

"Udah, tidak usah banyak bacot. Masuk aja, Vel!" Seru NightD sambil mendorong tubuh Marvel dari belakang.

*Crieek

Pintu ruang musik terbuka, terlihat beberapa orang yang berasal dari club music dan Nelson yang sudah bersiap di depan microphonenya bersama Saryu.

"Kalian ngapain?.." Tanya Marvel yang menatap tidak mengerti ke arah Saryu, Neil Nelson, Ara, Bren dan Kitten.

"Halo para penonton! Kali ini kami akan menyanyikan sebuah lagu yang ditujukan kepada teman kami, Marvel." Sahut Saryu yang langsung menyalakan microphone miliknya dan Nelson.

"Kami harap, kamu menyukai pertunjukkan kami!" Ujar Nelson dengan semangat.

Marvel POV

"Hah?"

Aku tidak mengerti, apa yang sedang mereka lakukan? Tiba-tiba ada pertunjukkan, pagi-pagi begini? Aku tidak mengerti. Ditambah, NightD hanya terkekeh dan cengar cengir tidak jelas disampingku.

Fall Together || Nevin x Elestial ||Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang