12. Sing

1.7K 196 35
                                        

Hari Jumat, Biasanya sih orang-orang termasuk pembaca sangat menyukai hari Jumat, dimana hari akhir atau hari penutupan sekolah setiap minggu. Tapi, sang tokoh utama disini malah sedang berpikir mengenai suatu hal saat berjalan menuju kelasnya.

"Hmm.. Kok gua jadi curiga karena perkataan Samsul tadi pagi ya?" Gumam Marvel sambil mengetuk-ngetuk kepalanya.

Pagi hari tadi, Samsul menelepon Marvel. Marvel yang sedang bersiap-siap menuju sekolahnya, harus tertunda karena panggilan telepon dari Samsul.

"Ck, ini bocah kenape lagi sih?" Ketus Marvel sambil mengangkat telepon dari Samsul.

"Halo, nape?" Tanya Marvel dengan nada yang ketus setelah mengangkat panggilan dari Samsul.

"Haloo Vel, dah lama gue gak ngobrol sama lu, jadi pengen cium deh." Jawab seseorang yang bersumber dari ponsel Marvel.

"Serius. Gua mau berangkat sekolah, kalau gak penting gua matiin."

"Yaelahh Vel, memangnya lu gak kangen sama kakaklu sendiri apa?" Tanya Samsul dengan nada yang sedikit sedih.

"Kalau lu mau ngingetin gua buat kesana, tenang aja. Besok Sabtu gua bakal prepare sama beli tiket pesawat buat kesana kok." Ujar Marvel sambil memakai sepatu sekolahnya.

"Enggak-enggak. Justru itu! Acara keluarga kita diundur beberapa minggu Vel."

"Diundur? Maksudnya?" Tanya Marvel yang sedikit bingung.

"Iya, gua denger dari bunda sih katanya Anak satu-satunya dari keluarga yang akan kita temui nanti itu lagi sakit,Vel." Jelas Samsul secara singkat.

"Sakit?" Tanya Marvel yang sedikit tidak percaya.

"Iya Vel. Gua temenan deket sih sama dia. Katanya sih sebenarnya dia gak sakit terlalu parah, cuman orang tuanya aja yang terlalu overprotektif ke dia." Jelas Samsul untuk yang sekian kalinya.

"Oh.. Oke. Semoga temanmu itu lekas sembuh, gua tutup ya." Pinta Marvel.

"Oke Vel, makasih. Lopyu."

"Sul.. Sul, cari pacar gih. Biar gak ngegombalin adek sendiri. Gua jijik ngedengernya sumpah." Ketus Marvel yang keluar dari kamar apartemen lalu menguncinya.

"Tcih, ngeledek aje lu. Lu juga masih jomblo ye. Entar kalau gua udah punya pacar, gua pamer-"

*Tut

Marvel langsung mematikan telepon dengan Samsul secara sepihak, dia malas untuk mendengarkan ocehan dari Kakaknya itu.

Kembali ke masa sekarang, Marvel membuka pintu kelasnya dengan tenang,lalu duduk dibangkunya.

'Yakali gua ketemu sama keluarganya Nevin di acara nanti.. Aduh.. Gua takut kalau misalnya ketemu sama mereka dengan keluarga bodoh gua. Bisa-bisa gua dipukulin lagi kalau ketahuan macam-macam dengan keluarga Nevin.' Batin Marvel sambil menghela nafasnya dengan kasar.

"Lu kenapa Vel? Kok keliatan kayak orang yang banyak pikiran?" Tanya Saryu yang pergi menghampiri Marvel .

"Ya emang lagi banyak pikiran, Sar." Jawab Marvel dengan singkat.

"Kenapa? Mikirin Nevin? hmm~?" Ledek Saryu sambil memasang ekspresi meledek kepada Marvel.

"Hmm.. Gak salah sih, tapi bukan yang aneh-aneh loh, ini kayak mengenai suatu acara yang akan gua datangi pas libur semester nanti."

Saryu menganggukkan kepalanya sambil ber oh. Tidak seperti Marvel dan kawan-kawannya, Saryu cenderung adalah anak yang simpel dan tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan orang lain.

"Terus lu kenape samperin gua?" Tanya Marvel kepada Saryu.

"Hehe, liat tugas Aritmatika punyamu dong." Jawab Saryu sambil cengir.

Fall Together || Nevin x Elestial ||Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang