15. Friendzone

1.5K 165 17
                                        

Hari selasa, 13 Desember. Ayon pergi kesekolah dengan semangat 45nya. Sebuah bucket bunga ia bawa di tangannya untuk seorang perempuan bersurai putih dan bermata biru, siapa lagi kalau bukan Shinon.

"Pasti kali ini Shinon akan jatuh cinta padaku!" Gumam Ayon yang sedang menaruh tas di bangkunya.

"Tidak, pasti Shinon bakal jadi milik gua." Celetuk laki-laki bersurai coklat yang merupakan saingan dari Ayon.

"Pfft. Teruslah bermimpi, Corazon. Laki-laki gak modal kayak lu tuh bisa apa emangnya?" Sindir Ayon sambil melangkah ke hadapan Corazon.

"Gak modal? Perasaan kemarin ada yang gak bawa uang tuh pas mau traktir Shinon di kantin." Corazon membalas perkataan Ayon tak kalah sinisnya.

Ayon terlihat menggerutu. Apa yang dikatakan Corazon memang benar. Kemarin, Ayon mengajak Shinon ke Kantin dan berniat untuk mentraktirnya. Tapi disaat itu dia lupa membawa dompetnya sehingga berujung Shinonlah yang membayar seluruh makanan yang mereka berdua beli di Kantin.

"Ck. Gak usah mengungkit masa lalu!Liat saja siapa yang hari ini bakal dapetin hati Shinon." Ketus Ayon sambil pergi ke arah teman dekatnya, Indra.

"Gik isih mingingkit misi lilu, halah." Sindir Corazon sambil meledek perkataan Ayon sebelumya.

Corazon kembali ke tempat duduknya, yang berada di depan meja NightD. Dia duduk bersama Nakki. Setelah menaruh ranselnya, dia menatap ke arah Marvel yang baru saja masuk ke kelas.

Seketika aura hitam yang menusuk langsung memenuhi kelas karena kedatangan Marvel.

"As*.. Setres.. Gak lagi.. Gua.. Bikin gara-gara.. Temen bedebah.. Gua ditinggal sendirian.. Gua belum... Istirahat dari... Tingkah laku... Si Donat.. Dan kemarin... Gua udah kena.. Masalah lagi.. Anj*ng.. B*bi.. Dikejar... Kakak kelas.. Yang... Dua pro player.. Emang g*blok." Gumam laki-laki bersurai ungu itu sambil berjalan ke arah bangkunya.

'Gua ngerasa kasihan sama Marvel, kemarin dia kayak ngelakuin manhunt satu versus dua ratus orang lebih.' Batin Corazon dalam hati.

"YO VEL! GIMANA PERASAANNYA SETELAH DIKEJAR SAMA DUA PRO PLAYE-"

*SHRING

Kevin yang baru saja masuk ke kelas A, langsung mendapatkan lemparan pisau dari Marvel. Untung saja tidak headshot dan tidak terkena badan Kevin.

"Sekali lagi lu berisik, pisau yang gua lempar gak bakal meleset lagi. Suasana hati gua lagi gak baik. Bisa ya dilakukan, Kevin?" Tanya Marvel dengan senyum sinisnya.

"WOI! SI MARVEL BAWA PISAU KE SEKOLAH!"

"LAPORIN KE RUANG GURU!! HUKUM MARVEL UNTUK YANG KEDUA KALINYA! TOLAK MARVEL HIDUP TENANG UNTUK SATU CHAPTER!"

"💢💢" Marvel terlihat emosi ketika melihat teman sekelasnya heboh karenanya.

"SINI BY ONE ANY*NG!" Teriak Marvel sambil membawa pisau ditangannya dengan emosi.

....S, sepertinya kita jangan memperlihatkan sang karakter utamanya untuk sekarang. Dia butuh istirahat di chapter kali ini.

Di sisi lain, Shinon baru memasuki kelas dengan anggun. Dia segera duduk di tempatnya bersama kakaknya, Shanon.

"Eh, pisau siapa ini yang tertusuk di pintu kelas?" Tanya Shinon sambil mengambil pisau yang tadi Marvel lempar ke arah Kevin.

Dia menaruh pisau tersebut ke pintu lemari kelas yang penuh dengan barang sitaan dari murid-murid.

"Halo Shinon!" Sapa seorang laki-laki bersurai biru dengan semangat.

Shinon yang dipanggil hanya tersenyum ke arah laki-laki tersebut.

Fall Together || Nevin x Elestial ||Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang