14. A Human and A Zombie

1.7K 194 46
                                        

Hari Senin, untung saja Marvel tidak demam dikarenakan hujan kemarin. Dia segera mempersiapkan diri untuk pergi kesekolah. Dengan mengendarai motor hitamnya, dia langsung menuju ke sekolahnya.

Cuaca hari ini sedikit terik,matahari memancarkan sinarnya. Sesampainya di sekolah, Marvel memakirkan motornya di tempat biasa. Dia berjalan ke arah kelasnya dan mengeluarkan kartu keycard kelas A miliknya untuk membuka pintu kelas.

Kelas masih terlihat sepi, Marvel berjalan masuk ke kelas dan duduk di bangku miliknya.

'Hari ini Nevin masih tidak masuk ya?' Batin Marvel dalam hati.

Secara tiba-tiba, Genah mengejutkan Marvel yang melamun dari belakang.

"DOR!"

"ASTAGA NAGA-!" Pekik Marvel sambil terkejut.

Kejutan Genah sukses membuat Marvel jantungan. Sang surai ungu tersebut langsung mengelus dadanya dan menenangkan diri.

"Kaget ya Vel? Maaf,sengaja~" Celetuk Genah sambil bercanda.

Marvel yang dikejutkan tadi, langsung menatap sinis ke arah Genah.

"Ngapain sih ngagetin gua kayak begitu? Ini masih pagi loh anj*r!" Ketus Marvel dengan kesal.

"Gua gabut,Vel. Ngeliat lu bengong di kelas ya gua jadi pengen ngerjain elu hehe." Balas Genah sambil terkekeh.

Marvel menghela nafasnya. Sepertinya disaat Nevin tidak masuk pun, tetap saja ada seseorang yang akan mengganggunya.

"Mending dibanding lu ngobrol gak jelas sama gua, lu samperin Ricq atau yang lain aja deh, Gen." Tawar Marvel sambil membuka ponselnya.

"Ricq aja belum dateng, yaudahlah gua ngobrol sama Matem aja." Cetus Genah sambil pergi meninggalkan Marvel.

Pagi hari ini adalah pelajaran Pak Fred. Marvel tentu ingat bahwa teman-temannya merencanakan sesuatu untuk kedua guru di Sans itu.

"Marvel! Lu udah tau rencananya kan?" Tanya Gizan yang baru datang ke kelas A.

"Iya Zan.. Tapi masa gua yang harus ngelakuin hal itu sih? Kan bisa Nelson atau yang lain aja." Gerutu Marvel sambil menghela nafasnya.

"Kamu kan anak yang dipercaya sama guru, Vel. Dan kamu orangnya terkadang gak mau cari masalah sama guru kan? Ayolah Vel! Kamu yang menjadi kunci dalam rencana kita kali ini." Celetuk NightD yang baru saja datang bersama Nelson.

Marvel lagi-lagi mendecak. Sepertinya nasib dia di chapter kali ini akan terkesan buruk dan membosankan. Bagaimana tidak? Marvel lah yang dijadikan perantara antar Pak Fred dan Pak Spaceboy.

"Aku udah bilang ke Pak Kepsek mengenai rencana ini. Pas istirahat pertama, kita lakuin rencana kita, oke? Tenang saja, aku sudah bilang ke Mefelz, Moend dan Gemmad untuk meladeni Pak Spaceboy disana." Jelas Nelson sambil menaruh tasnya di bangkunya.

Jadwal Pak Fred dan Pak Spaceboy pagi ini berada di kelas A dan B. Pak Fred akan mengajar fisika dan biologi di kelas A, sedangkan Pak Spaceboy akan mengajar Matematika di kelas B. Jadwal mereka berdua dirubah oleh Pak BluzeOG atas permohonan dari anak sulungnya, Nelson.

*Kriingg Kriingg

"Jangan lupa Vel, lu harus bawa mereka ke tempat itu." Peringat Nelson untuk yang kesekian kalinya.

Marvel menganggukkan kepalanya pelan. Sungguh malang nasib Marvel, dia ingin sekali beristirahat dari sikap Nevin. Dan sekarang dia terpaksa harus mengikuti perintah kawan-kawannya. Salahkan dirinya karena menjadi tokoh utama disini.

'Mungkin kalau gua ada di cerita atau AU yang lain, gua bisa membunuh mereka semua agar tidak ada satupun dari mereka yang menggangguku.' Batin Marvel sambil menghela nafasnya. Pikiran seorang introvert memang tidak main-main. Tak perlu dibawa serius, ini hanyalah pikiran random dari seorang Marvel saja.

Fall Together || Nevin x Elestial ||Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang