Hari Senin. Seperti biasanya, Marvel pergi ke sekolah sambil membawa beberapa peralatan untuk mengikuti ekskul sastra di sekolahnya. Di kelas, yang mengikuti ekskul sastra hanyalah dirinya, Ara dan Daazan. Marvel belum terlalu akrab dengan Daazan. Daazan cenderung pendiam walaupun didepan Gizan sekalipun. Jika kalian melihat Daazan yang bertingkah laku seperti Nevin, maka sudah pasti dia bukan Daazan.
Marvel menghela nafasnya dengan berat ketika melihat ruang ekskul sastra yang berada di pojok ruangan lantai 2 sangat berantakan. Seolah seperti gudang berserakan yang sangat tidak terawat.
Kebanyakan di Sekolah Sans, murid lebih menyukai ekskul aktif dan non akademik. Sedangkan Ekskul seperti Sastra, KIR(Kegiatan Ilmiah Remaja), dan yang berkaitan dengan akademis lainnya sangatlah jarang diminati.
Daazan dan Ara yang datang menyusul Marvel untuk ke Ruang Ekskul Sastra juga terkejut ketika melihat kondisi ruangan Ekskul yang mereka tempati.
"Astaga.. Kenapa ruangan ekskul ini sangat berdebu dan berantakan?" Keluh Ara sambil menutup hidungnya agar tidak terkena debu.
Marvel menatap ke arah Daazan dan Ara, kemudian dia mengambil peralatan kebersihan dan memberikannya kepada mereka berdua.
"Apa ini, Vel? Jangan bilang.. Kita harus bersihin seluruh ruangan ini?" Sanggah Ara yang menerima sebuah kemoceng dari Marvel.
"Ya mau gak mau kita harus bersihin Ra. Kalau kamu keberatan, kamu bisa langsung pulang aja kok." Tukas Marvel sambil memakai sarung tangan dan masker, kemudian dia langsung memulai membersihkan ruangan ekskul itu.
Daazan langsung berinisiatif membantu Marvel membersihkan ruangan ekskul sastra. Dia mengambil sapu dan memulai untuk menyapu ruangan tersebut.
Ara yang melihat kedua temannya itu hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan, dia akhirnya ikut membersihkan jendela ruangan dan menata ulang kursi di ruangan tersebut.
Beberapa jam kemudian, ruangan ekskul sastra sudah bersih dan nyaman untuk di tempati. Mereka bertiga langsung duduk dan beristirahat untuk sementara sambil mengobrol mengenai beberapa hal.
Marvel, Ara dan Daazan melepas masker dan sarung tangan kebersihan mereka, lalu membuangnya ke tempat sampah karena sudah kotor. Marvel yang sedang melamun, nampak menyadari sesuatu.
"Zan, bibirlu kenapa? Kok bengkak begitu?" Tanya Marvel secara to the point.
Ara yang mendengar perkataan Marvel, langsung saja menutup mulut Marvel dengan cepat.
"W, woi- Apaansih Ra?" Ketus Marvel sambil berusaha melepaskan tangan Ara yang menutup mulutnya
Daazan yang mendengar perkataan Marvel seketika wajahnya memerah, dia langsung memakai masker barunya yang berwarna hitam, dan membuang mukanya agar tidak malu.
"Shht, Vel! Masa gak peka sih?" Bisik Ara sambil panik sendiri.
"Hah, maksudnya?"
Ara yang melihat kelakuan polos Marvel, langsung menghela nafasnya.
"Kamu tau kan, kalau Gizan sama Daazan udah jadian?" Tanya Ara sambil berbisik kepada Marvel, supaya Daazan tidak mendengar percakapan mereka.
Marvel hanya mengangguk pelan sebagai jawaban.
"Nah, pasti kamu tau kan istilah semacam 'Ciuman romantis' gitu?"
Marvel tentu tahu hal semacam itu. Tapi yang dia bingungkan itu, kenapa bibirnya Daazan bengkak? Dia mengira bahwa Daazan tersengat lebah atau terkena bakteri saat membersihkan ruangan Ekskul mereka.
"Yaampun Vel, emangnya kamu gak pernah ngelakuin hal semacam itu sama Nevin?" Keluh Ara sambil mencoba menjelaskan agar Marvel paham dengan kondisi Daazan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fall Together || Nevin x Elestial ||
AcakThe story begin on February 23rd, 2022. _________________________________________ '𝑆𝑒𝑚𝑜𝑔𝑎 𝑠𝑎𝑗𝑎 𝑑𝑖𝑎 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑢𝑎𝑡𝑘𝑢 𝑔𝑖𝑙𝑎.' 𝐴𝑤𝑎𝑙𝑛𝑦𝑎, 𝑘𝑎𝑙𝑖𝑚𝑎𝑡 𝑖𝑡𝑢 𝑘𝑢𝑡𝑢𝑗𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑢 �...
