"A, apa lu bilang..?"
Nevin menggelengkan kepalanya pelan, seraya bertanya balik kepada Marvel.
Melihat pernyataan dari laki-laki bersurai coklat itu, Marvel langsung menghela nafasnya dengan kasar.
"Lupakan, itu tidak penting." Balas Marvel sembari menyentuh tangannya yang habis diobati oleh Nevin. Wajah laki-laki bersurai ungu itu nampak kelelahan.
"Gua gak pernah memberitahu tentang hal itu kepada orang tualu, Vel. Lagipula, hubungan kita juga masih sebatas teman ju-"
*Bugh!
Marvel langsung melemparkan sebuah bantal kecil ke arah wajah Nevin. Nevin yang hampir kehilangan keseimbangan itu langsung menahan dirinya untuk jatuh.
"Aduh.. Vel! Lu ken-"
"Omong kosong, maksud dari perkataan lu itu apa? Masih sebatas teman? Bahkan lu pernah m, menc, ci-" Perkataan Marvel terhenti, ia gelagapan untuk melanjutkan perkataannya.
"Menci? Mencintai? Mencium? Apaan tuh?" Ledek Nevin dengan senyum nakalnya. Laki-laki bermata azure itu menatap lekat laki-laki bersurai ungu itu.
"M, maksudnya gua itu. Men.. Menciptakan, iya menciptakan!" Balas Marvel dengan asal, ia membuang mukanya ke arah lain.
Nevin tertawa pelan melihat tingkah laku dari laki-laki bersurai ungu itu.
"Jadi lu mengharapkan bahwa hubungan kita itu lebih dari teman?" Nevin bertanya kepada Marvel, seolah dirinya telah Skakmat.
"E, enggak kok."
"Yang benerr?" Tanya Nevin dengan nada meledek.
Marvel yang ditatap Nevin dengan tatapan meledek itu langsung memasang wajah merah padam sembari menunduk kebawah.
Setelah beberapa saat berada di posisi canggung, Nevin menarik salah satu tangan Marvel. Sembari tersenyum, ia mengatakan
"Gara-gara tadi, gua hampir lupa tujuan utama gua datang kesini." Ucap Nevin sambil terkekeh.
Marvel menatapnya dengan bingung,
"Hah? Lu ngapain narik tangan gua- Woii!"
Nevin langsung berlari keluar dari apartemen Marvel. Tak lupa, ia menggenggam tangan kanan dari laki-laki bersurai ungu tersebut.
"Anak Gila!! Woi, gua baru pulang! Lu mau bawa gue kemana anj*ng?!" Sentak Marvel sembari mencoba untuk melepaskan tangannya dari genggaman Nevin.
"Beli kembang api! Kan mau tahun baru!" Balas laki-laki bermata azure tersebut. Dengan senyumnya yang secerah matahari, seakan ia memiliki semangat untuk mengajak pergi lawan bicaranya itu.
Marvel hanya terpana sembari terdiam sesaat setelah melihat ekspresi laki-laki di depannya itu.
'Dia beneran se excited begitu karena gue?' Batin Marvel di dalam hatinya dengan raut kebingungan.
Marvel hanya menghela nafas dengan kasar.
"Padahal gw baru pulang, kan gua mau tidur, b*ngsat." Laki-laki bersurai ungu tersebut menggerutu di lift, sembari membuang muka ke arah lain. Tidak mau menatap lawan bicaranya.
"Hmm.. Ingat ya Vel! Ada waktu dan saatnya dimana lo harus berhibernasi dan dimana lo harus beraktifitas." Celoteh Nevin, laki-laki bermata azure itu dengan wajah sok menasihati.
"Nyenyenye, bacot. Hidup gua ini kok, emangnya ini urusanlu?" Sinis Marvel kepada Nevin.
"Tentu saja! Bagaimana ceritanya gua ngebiarin calon kekasih gua membusuk di kamar gelap tanpa ada siapapun yang menemaninya?" Balas Nevin sambil tersenyum manis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fall Together || Nevin x Elestial ||
RandomThe story begin on February 23rd, 2022. _________________________________________ '𝑆𝑒𝑚𝑜𝑔𝑎 𝑠𝑎𝑗𝑎 𝑑𝑖𝑎 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑢𝑎𝑡𝑘𝑢 𝑔𝑖𝑙𝑎.' 𝐴𝑤𝑎𝑙𝑛𝑦𝑎, 𝑘𝑎𝑙𝑖𝑚𝑎𝑡 𝑖𝑡𝑢 𝑘𝑢𝑡𝑢𝑗𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑢 �...
