Viera itu orangnya cemburuan… dan aku baru tau hal tersebut.
Aku menghampiri Viera dan bertingkah seperti biasa karena pada awalnya aku tidak mengetahui jikalau Viera sedang marah denganku sekarang dan aku belum menyadari apa kesalahanku juga.
“Raa?” ucapku sambil melambai-lambaikan tangan didepan wajahnya namun dia justru memalingkan wajahnya dengan dengusan sebal.
“kenapa Ra?” tanyaku tak dijawab olehnya.
“Raaa” ucapku sambil mengambil airpods yang menempel di telinga nya Viera.
“ih apasih lo. Sana main game ajaaa ” balas Viera kemudian langsung mengambil dan memasangkan kembali airpods nya di telinga dan berpaling dariku.
Aku hanya mematung. Untuk situasi ini aku bukanlah orang yang Pintar atau ber pengalaman, berbeda dengan bermain basket, beda halnya juga dengan belajar.
Ditambah lagi Viera itu termasuk yang agak sulit untuk dimengerti. Gerak-geriknya, perkataan nya, segala hal yang ada dalam dirinya harus diperhatikan dengan baik dan seksama karena bisa dibilang Viera adalah orang yang cukup misterius.
Dan sebenarnya aku dan Viera juga belum terlalu dekat namun aku sengaja menembaknya sebelum kami dekat karena dari cerita-cerita yang sudah kudengar sebelumnya dari teman-temanku, kalau sudah akrab peluang diterimanya akan semakin kecil karena biasanya nanti malah akan terjebak di friendzone atau bahkan bisa lost contact.
Saat aku makin bingung harus apa untuk membujuk Viera. aku hanya punya satu-satunya cara, cara terakhir yang paling pamungkas.
Yaitu dengan memeluk. Aku memeluk Viera dengan terpaksa dan agak takut sehingga terlihat seperti sebuah adegan di film yang patah-patah.
Namun Viera malah melepas pelukanku dan terlihat mukanya semakin jengkel. Kemudian aku ditinggal mematung oleh Viera.
Karena aku merasa clueless dan aku merasa bahwa aku belum cukup mengetahui tentang kode-kode an perempuan, aku pun mencari orang untuk Konsultasi dan bertanya apa yang sudah kulakukan sehingga Viera merespon ku seperti itu dan apa yang harus kulakukan untuk menghadapinya.
Karena itulah aku saat ini sudah berdiri didepan Hana. Sebenarnya Hana tidak terlalu berpengalaman dalam hal asmara juga, setiap harinya dia hanya bergelut dengan soal-soal olimpiade walaupun dia sudah memiliki pacar.
Namun walaupun Hana tidak terlalu paham tentang persoalan asmara,paling tidak dia memiliki jenis kelamin yang sama sehingga lebih mudah mengerti kode-kode perempuan.
“han… Viera kenapa dah?” tanyaku mengganggu fokus Hana yang sedang scroll-scroll Instagram.
“lah gatau. Kenapa emang lu sm dia?” Tanya Hana berusaha mendengarkanku dengan seksama walaupun sebenarnya ia agak terganggu.
“dia ketus banget barusan… padahal baru gua tinggal main 1 match doang” jawabku langsung mengambil posisi curhat. Bisa dibiliang dikelas yang dekat denganku Pribadi selain Viera, Hana adalah perempuan yang paling dekat denganku.
“lagian elu… orang lagi ngumpul, baru jadian, malah ditinggal” jawab Hana tidak kalah jutek dengan ekspresi Viera.
“lah cowo salah mulu perasaan” gumamku membuat Hana berpaling.
“lu mau dengerin gua ga? Kalo mau akuin dulu kalo lu emang salah” ucap Hana dengan posisi membelakangiku.
“iya iya gua mau. Gua yang salah emang” balasku singkat.
“ih jangan bilang gitu” kata Hana dengan nada tinggi.
“lah tadi katanya suruh ngakuin kalo gua salah” beo ku dengan tampang bingung.
“iyaa… lu akuin tapi gausah di akuin. Au ah susah lu mah dibilangin” kata Hana kemudian langsung pergi meninggalkanku begitu saja.
Aku hanya menganga bingung.
“buset cewe...” batinku.
Setelah di beri kode yang sangat sulit dipecahkan dari Viera dan Hana aku terus melamun memikirkan apa kesalahanku dan aku tidak berkomunikasi sama sekali dengan Viera hingga pesta nya selesai.
Namun di satu sisi sudah ada teman-teman yang sudah mengajakku ke rumah Danu untuk menginap. Akupun tidak menyia-nyiakan tawaran temanku itu.
karena kalau dipikir-pikir mereka juga pasti mempunyai solusi terkait maslah yang kualami sekarang.
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
hati & logika
Roman d'amourcerita ini tentang perjalanan bagaimana sebuah pasangan yang tidak disatukan oleh hati atau pun logika, tetapi takdir yang menyatukan mereka. karena menurut sudut pandang hati dan logika, mereka tidak akan pernah bisa bersatu.
