Hari ini aku akan mentraktir anak-anak kelas IPS dalam rangka merayakan aku yang baru saja menjadi tim inti.
Sebenarnya bagiku hal seperti ini tidak perlu traktir-traktir an karena ini adalah hal biasa namun aku mentraktir teman-teman lebih karena rasa terima kasihku karena mereka telah menerimaku walaupun aku posisinya sebagai murid pindahan disini.
Aku juga berencana mengundang anak-anak dari kelas lain seperti Juna, dan Rafi sahabatnya Juna, kemudian Seno yang kebetulan masuk tim inti bersamaku.
Untuk bisa mentraktir teman-temanku hari ini, selama sepekan lebih aku harus bekerja tambahan sebagai supir taksi online.
Sebenarnya aku ingin mengambil pekerjaan menjadi barista tapi kalau kata orang-orang ‘lakukanlah apa yang kita suka’ dan karena aku suka menyupir maka aku lebih memilih bolak-balik menjadi supir online daripada menjadi barista walaupun menjadi barista juga ga kalah enak karena bisa ketemu teman-teman yang lagi nongkrong.
Sudah pukul 4 sore yang artinya acara sebentar lagi akan dimulai karena aku mengundang teman-temanku dari jam 5 hingga jam 8 malam.
Namun saat ini kondisiku masih tidak layak untuk ditemui karena aku bara saja bangun dan masih kaget saat melihat jam.
“sialan udah jam segini aja” umpatku langsung bergegas mengambil handuk. Bisa dibilang aku adalah orang yang termasuk ribet kalau ingin bepergian.
Biasanya sebelum pergi bertemu seseorang aku akan mandi kurang lebih dengan durasi 5 menit dan itu belum termasuk jika kondisi perut sedang tidak bisa diajak kerja sama, kemudian setelah mandi aku harus menunggu sekitan 10-15 menit untuk mengeringkan rambut apalagi aku adalah orang yang paling ribet masalah rambut, Kemudian langkah terakhir adalah memilih pakaian apa yang akan kugunakan.
Dan pada tahap ini membutuhkan kurang lebih 10 menit. Jadi bisa dibilang jika semuanya dijumlahkan sekitar 30 menit. Belum lagi ditambah perjalanan, apalagi kalau macet ataupun harus mengisi bensin terlebih dahulu.
Karena itu aku biasa membuat janji 1 jam lebih lama biasanya, namun kali ini aku ketiduran dan waktu yang kupunya tidak banyak.
Walaupun aku menyetir dengan kecepatan diatas rata-rata namun tetap saja saat sampai disana jam sudah menunjukkan pukul 5 lewat 10 menit.
Dan seperti dugaanku sudah ada yang datang lebih dulu walaupun aku yang mengundang mereka.
“nat. udah nyampe dari jam berapa?” ucapku sambil menyapa Natan.
“dari jam 5 kurang 5 menit sih” jawab Natan seperti biasa singkat, padat dan jelas karena dia modelan kulkas.
“wah udah lama dong” balasku berusaha memulai basa-basi namun basa-basiku itu tidak disambut ramah.
“ya mikir aja sendiri. Untung tadi pas gua sebutin nama lu langsung pada tau” timpal Natan membuatku lega, paling tidak ia menunggu dalam keadaan tenang.
Semakin lama semakin ramai dan seperti biasa, yang paling ngaret dari yang paling ngaret adalah Danu dan Gio.
Mereka baru datang jam 5 lewat 20 dimana yang lain sudah datang semua.
“lu kasih pembukaan dulu gih” bisik Natan padaku membuatku menoleh.
“pembukaan apa ya?” balasku bisik-bisik karena bagiku ini hanya sekedar makan-makan biasa.
“ucapan terima kasih udah dateng aja, sama jelasin aja ini dalam rangka apa” bisik Natan.
“okee semuanya jadi pertama-tama gua mau ngucapin terima kasih ke kalian yang udah dateng, ada yang udah nunggu 15 menit ada juga yang ditunggu 20 menit ya. Terus gua mau jelasin sebenernya gua ngajak kalian bukan buat ngerayain gua udah masuk tim inti karena bagi gua itu hal biasa. Tapi gua disini ngajak makan kalian dalam rangka mau ngucapin terima kasih ke kalian yang udah terima gua jadi temen apa adanya walaupun status gua disini sebagai murid pindahan” Ucapku membuka acara sore itu namun kulihat-lihat dari mukanya sepertinya ada yang sudah mulai kelaparan.
“yaudah makan” ucapku.
“Gar ini kamu bayar sendiri gapapa? Mau aku tambahin ga?” bisik Viera.
“idih ngapain sih… udah santai aja elah” ucapku agak keras sehingga Gio mendengarnya.
“yaelah Raaa… lu gausah sok-sok an care lah, nih gua kasih tau ya buat semuanya. Keuangan Edgar itu kalo di jejerin sama keuanagn bank Indonesia, bank Indonesia nya bakal insecure” kata Gio melebay-lebay kan sesuatu yang tidak benar adanya.
“sialan lu” umpatku sambil terkekeh geli.
Makanan mulai bedatangan. Gio, Danu, Natan, dan juga teman-temanku yang lainnya mulai fokus menyantap makanan.
Ada juga yang sibuk mencari filter untuk membuat story di instagram terlebih dahulu sebelum makanan nya diacak-acak oleh dirinya sendiri.
Namun tatapan ku tertuju kepada Viera yang sedang fokus tiktok an karena diajak oleh Tasya dan Naya.
“cantik banget dah…” batinku dan secara tidak sadar telah terukir senyum simpul kecil diujung bibirku.
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
hati & logika
Romansacerita ini tentang perjalanan bagaimana sebuah pasangan yang tidak disatukan oleh hati atau pun logika, tetapi takdir yang menyatukan mereka. karena menurut sudut pandang hati dan logika, mereka tidak akan pernah bisa bersatu.
