Makan siang sudah siap disajikan, tinggal menunggu seseorang yang akan memakannya. Yoongi tetap melanjutkan pekerjaannya meski perasaannya tengah berkecamuk.
Jungkook menghilang setelah dengan tanpa dosanya membuat Yoongi melemas.
Yoongi mengetuk pintu kamar Jungkook beberapa kali tapi masih belum ada jawaban.
Ia terpaksa membuka pintu kamar itu dan masuk kedalam. Kamar Jungkook kosong, seprei nya nampak berantakan jadi Yoongi berniat merapikannya.
Kamar Jungkook tertata rapi dan bersih jadi Yoongi tidak perlu bekerja keras untuk membersihkan. Ia tersenyum puas melihat ranjang yang besar itu sudah rapi.
"Apa yang kau lakukan?"
Yoongi berbalik terkejut, jantungnya kembali memompa cepat. Kilasan kejadian di dapur melintas di kepalanya sekali lagi.
"Aku mencari kakak, makan siang sudah siap" kata Yoongi pelan sambil menunduk.
"Aku tadi di ruang kerjaku." kata Jungkook, mata bambinya menatap intens Yoongi.
"Kalau begitu aku tunggu dibawah kak"
Yoongi meleset pergi meninggalkan Jungkook
Sudut bibir yang terangkat naik luput dari penglihatan Yoongi.
Yoongi terburu-buru pergi, ia tidak ingin kejadian tadi terulang lagi. Entah kenapa Jungkook lebih menakutkan dari Taehyung.
Jungkook makan dalam diam. Dia terlihat biasa saja menyuap makanannya.
"Kau tak makan?" Jungkook menikmati makanan dengan tenang.
"Aku masih kenyang kak"
Jungkook menatap Yoongi yang berdiri di seberang meja, meliriknya takut.
"Makanlah yang banyak, tubuhmu terlalu kurus Yoongi."
Jungkook tersenyum lebar disana, mengingatkan Yoongi kembali pada pertemuan pertama.
"Yoongi duduklah, ada yang ingin kutanyakan"
Yoongi menurut, duduk dengan patuh berseberangan dengan tuannya. Tangan kurus nya meraih segelas jus jeruk dan mendekatkannya pada Jungkook. Ia tersenyum sebagai balasan terimakasih Jungkook.
"Bagaimana menurutmu Taehyung?"
Pertanyaan retoris Jungkook membungkam Yoongi sesaat. Ia harus pandai merangkai kata untuk memuaskan Jungkook.
"Menurutku tuan Kim orang yang tampan dan berwibawa, tuan Kim juga orang yang tenang juga dewasa."
"Lalu bagaimana menurutmu tentang kami?"
"Kalian terlihat serasi, tuan Kim yang berwibawa bersanding dengan anda yang hangat menjadi perpaduan sempurna."
Jungkook tertawa ringan, "Kau pandai berbicara Yoongi."
"Tidak Jungkook-ssi, aku berbicara menurut pendapatku."
"Hei ada apa dengan panggilanmu, panggil aku kakak."
Jungkook meletakkan alat makannya diatas piring, lalu menggesernya kesamping. Ia meneguk sampai tersisa setengah gelas jus jeruk yang diberikan Yoongi.
"Aku sama seperti Taehyung."
"Eh maaf?"
Jungkook menatap bola mata Yoongi, "Aku bukan seseorang banyak bicara, aku hanya beramah padamu Yoongi, aku tidak ingin kau menjadi tidak betah disini." aku Jungkook.
Yoongi tak tahu harus membalas apa, ia masih diam mendengarkan.
"Aku dan Taehyung dulu adalah sahabat sejak kecil, kami tidak tahu jika saat dewasa kami justru akan selalu bersama karena ikatan pernikahan. Tapi kami menerimanya, kami saling menyayangi." Jungkook memandang kosong Yoongi, pikirannya berkelana ke masa dulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
•𝐌𝐀𝐈𝐃• -𝐘𝐨𝐨𝐧𝐠𝐢 𝐟𝐭 𝐓𝐚𝐞𝐤𝐨𝐨𝐤-
Fanfiction-Yoongi tidak pernah menyangka keputusannya menjadi maid untuk pasangan paling berpengaruh di negerinya justru menjungkir balikkan dunianya.
