Votmennya bestie, jan sider dungs.
Happy Reading🎉🎉🎉
-*-*-*-*-*-
( Author's POV )
Tiga tahun yang lalu, ditaman mawar kediaman Seraphino, tepatnya setelah acara perayaan ulang tahun Cassiopeia...
"Hatchu!", untuk yang kesekian kalinya Irish bersin. Dan lagi-lagi, selembar tisu harus menjadi korbannya. Sontak saja, hal itu mengundang sosok dihadapannya untuk melontarkan pertanyaan yang sama seperti pertanyaan-pertanyaan yang lalu.
"76 kali bersin. Yakin tidak apa-apa?"
Irish melayangkan tatapan malas pada pria kecil tampan bersurai hitam dihadapannya, Jengah.
"Ini sudah yang ke-75 kalinya anda bertanya seperti itu yang mulia. Dan saya juga menegaskan sekali lagi untuk yang ke-75 kalinya, saya baik-baik saja", Sewot Irish.
Jujur, dia agak jengkel pada pria kecil didepannya yang sayangnya adalah sang pangeran mahkota itu.
Mari kita telisik ke kejadian sebelumnya.
Throwback on.
Entah ada angin apa, Raizel tiba-tiba saja berkunjung ke Seraphino's mansion, membuat sang kepala keluarga Seraphino bingung.
Pasalnya, pihak istana tidak mengirimkan surat pemberitahuan yang menyatakan bahwa Raizel akan berkunjung. Alhasil, kelabakanlah para penghuni mansion seketika.
Ternyata oh ternyata, tanpa ditanyai oleh Arthur, Raizel dengan gamblang langsung mengatakan tujuan kunjungannya begitu Ayah anak dua itu menyambutnya didepan pintu utama mansion.
"Saya ingin bertemu dengan Lady Seraphina", tuturnya dingin.
Arthur terhenyak.
Kenapa Raizel ingin bertemu dengan putriku? Irish ada membuat kesalahankah? Batin Arthur, semakin bingung. Berbagai spekulasi mulai bermunculan dipikirannya.
"Maafkan saya yang mulia, tapi putri saya sedang dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk bertemu dengan anda sekarang", ujar Arthur, sopan.
Arthur tidak berbohong. Irish mendadak terserang flu sepulangnya dari pesta ulang tahun Cassiopeia tadi malam.
Raizel mengernyit, "Dia sakit?"
"Ya, yang mulia"
Raizel terdiam.
Keadaan sempat hening beberapa saat sebelum akhirnya, Raizel kembali buka suara.
"Kalau begitu, biarkan saya menjenguknya sebentar"
Kali ini, Arthur yang terdiam.
Haruskah dia mengizinkan lelaki kecil ini?
"Tenang saja. Saya hanya akan menyapanya sebentar, lalu pergi", Raizel rupanya menyadari kegundahan Arthur.
Arthur tersentak, mengangguk kecil setelahnya.
"Baiklah, harap ikuti saya, yang mulia" Arthur berjalan terlebih dahulu, diekori oleh Raizel di belakangnya.
Throwback off
Bilangnya sih, sebentar. Nyatanya, sudah satu jam lebih terlewati semenjak putra mahkota itu tiba disini, dikediaman Seraphino.
Berakhir dengan Irish yang nongkrong ditaman mawar milik Countess Seraphina ditemani Raizel.
Tidak ada percakapan berarti yang terjadi, lantaran sifat keduanya yang serupa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another World.
FantasyMenjadi putri bangsawan? masuk kedalam dunia novel? Itu... Mimpi buruk Author's note : Ini ori karangan dari author. Jadi, No plagiat-plagiat club
