Ughh... Ada apa ini? kepalaku berat sekali. kenapa disini gelap? apa aku sudah mati?
"Nona Seraphina, tolong bangunlah..." Apa itu? apakah ada orang? aku ingin berteriak. Tapi itu hanya sekedar harapan karna tenggorokanku tercekat. suaraku tidak keluar.
Sayup-sayup, aku kembali mendengar suara seseorang. "Kak El..la..hiks..jangan tinggalkan..hiks...Lucas HUAAA" Lucas? Ella? siapa itu Lucas dan Ella?
Oh! Ada titik cahaya muncul! Jalan keluar! Aku dengan susah payah bangkit, lalu berlari dengan sisa tenaga yang kupunya, mendatangi titik cahaya kecil yang kini membesar di pandanganku.
Ayolah. Sedikit lagi dan kau akan keluar! Oh, aku benar-benar lelah sekarang. Setelah bebas dari sini, aku akan rebahan di kasurku seharian!
Wah! tinggal dua langkah lagi! Dengan tidak sabaran, aku langsung saja melompat menuju cahaya itu. Ini dia! Aku keluar! Kasur empukku, Mama datang...!
"Uhuk, uhuk...Uhuk!" Aku terbatuk hebat sebelum akhirnya bisa bernafas dengan tenang. Perlahan-lahan, aku membuka mataku. Ughh...Silau sekali, apakah aku sudah ada di surga?
Mengerjap kecil beberapa kali, aku akhirnya bisa melihat pamandangan disekelilingku.
Apa-apaan... Siapa mereka?! Banyak orang disini. Dua diantara mereka berpakaian mewah. hmm, holkay. Tapi, ada apa holkay menjengukku yang hanya seorang rakyat jelata ini. Apa aku ditahan?! Tapi, seingatku aku tidak melakukan kesalahan pada mereka.
"Ka...kak...ELLAAA!" Seorang bocah laki-laki, kuperkirakan berusia lima tahun merangkak naik keatas ranjang yang kutempati, lalu berbaring disampingku. Kedua tangan kecilnya merengkuh tubuhku yang menggigil kedinginan.
Tunggu dulu, kenapa aku baru sadar?! dingin sekali disini!
Bocah itu menenggelamkan wajahnya di leherku, terisak sembari mengucapkan kata maaf berkali-kali. Hey nak, memangnya apa dosamu padaku? aku bahkan tidak mengenalmu.
Ukh.. Aku lemas, untuk menggerakkan tangan saja rasanya tidak bisa.
"Ella putriku, kau baik-baik saja? Mana yang sakit? mama akan menyembuhkannya untukmu" Seorang wanita cantik di sebelah kiri ranjang memberiku pertanyaan beruntun. Tunggu dulu, apa dia bilang? Mama? hey, ibuku sudah meninggal 13 tahun yang lalu. Dan siapa itu Ella? namaku Sera Miranda!
Dengan bibir yang bergetar, susah payah aku mencoba untuk berbicara "D..dingin" ucahku lirih, hampir tak terdengar. Wanita cantik yang mengaku-ngaku ibuku itu dengan segera mengambil tanganku. Seketika, tubuhku diselimuti oleh kehangatan. Rasanya nyaman sekali.
"Bagaimana? apa sudah cukup hangat?" tanyanya lembut. Tangannya yang menganggur mengusap puncak kepalaku pelan. Benar-benar figur ibu yang sempurna. Ah, aku jadi merindukan ibuku.
Alih-alih menjawab pertanyaan yang dilontarkan wanita itu, aku malah mengalihkan atensiku ke sisi kanan ranjang. netraku menangkap sosok dua orang wanita. satu berjubah putih khas kedokteran, dan yang satunya berpakaian biasa. Tidak mewah seperti yang dipakai bocah laki-laki di sampingku dan wanita disisi kiri ranjangku. Sepertinya dia pelayan.
Aku kembali menatap wanita cantik yang sedang mengelus lembut rambutku. Bocah disampingku sudah berhenti menangis dan tertidur dengan posisi masih memelukku. Tampaknya, dia kelelahan menangis. Kelopak matanya bengkak menandakan seberapa lamanya dia menumpahkan air mata.
"Tidurlah sayang. Mama akan berbicara dengan Tabib Sena" Ujar wanita cantik pemilik rambut coklat di sisi kiriku. Ajaibnya, mataku terasa sangat berat setelahnya.
Aku merasakan sebuah kecupan ringan dikeningku sebelum akhirnya, kegelapan menelanku. Lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another World.
FantasyMenjadi putri bangsawan? masuk kedalam dunia novel? Itu... Mimpi buruk Author's note : Ini ori karangan dari author. Jadi, No plagiat-plagiat club
