Votmennya ya bestie😊😁
-*-*-*-*-*-
Pada umumnya, pada setiap pesta seperti perayaan ulang tahun, hari jadi, debuntante atau semacamnya, berdansa itu adalah suatu hal yang wajib terjadi.
Dan dipesta perayaan ulang tahun Cassiopeia yang notabenenya adalah putri kecil kekaisaran Timur, tentu saja mustahil perayaan dansa ditiadakan.
Seperti sekarang, ditengah-tengah aula istana kekaisaran yang sudah didekor sedemikian rupa, orang-orang sudah mulai berdansa dengan pasangan mereka masing-masing.
Anak-anak bangsawan, remaja, orang dewasa, maupun lansia, semuanya tenggelam dalam tarian mereka.
Tapi, ada beberapa orang yang tidak tertarik---lebih tepatnya tidak memiliki pasangan---dan lebih memilih untuk menonton saja dipinggiran. Berperan sebagai penonton yang terasingkan.
Yah..Aku adalah salah satu dari beberapa orang itu.
Aku bergeming ditempatku berdiri. Disebelah meja makanan sembari memakan anggun dessert yang ada ditanganku. Manikku terus saja terpaku kepada papa dan mama yang juga ada dalam kerumunan orang-orang yang berdansa, sesekali tanganku naik keatas meja. Berusaha meraih camilan-camilan yang bisa kujangkau.
Tentu saja kegiatanku itu berlaku sebelum kemudian ada seorang anak lelaki super tampan bersurai abu-abu yang sepertinya sebayaku mengulurkan tangannya tepat didepan wajahku.
"Lady Seraphina, jika anda tidak keberatan, maukah anda berdansa bersama saya?" Tuturnya tiba-tiba.
Hah?
HAAAAAAHH?!
Aku mengerjap-ngerjapkan mataku beberapa kali.
apa katanya tadi?! Berdansa?! Dengannya?!
Yang benar saja..
Perlu diketahui, aku ini... Tidak bisa berdansa.
Bagaimana ini? bagaimana ini?
Aku panik.
Dalam adat kekaisaran, seorang perempuan tidak boleh menolak jika ada seorang lelaki mengajaknya untuk berdansa, mau orang itu bangsawan, ataupun hanya rakyat biasa. Terkecuali, jika perempuan itu sudah mempunyai pasangan.
Ukhh... Peraturan macam apa ini sebenarnya?! Tidak adil!
Ingin rasanya aku mengumpati orang yang telah membuat tradisi seperti ini
Terkutuklah! Terkutuklah!
Memperhatikanku yang tak kunjung memberikan jawaban, pria bernetra kuning dihadapanku mengernyitkan dahinya heran.
"Lady? Anda baik?"
Suara itu seketika menyadarkanku dari lamunan. Dengan amat sangat terpaksa, aku menyambut uluran tangannya pasrah. Membuat lelaki kecil itu menerbitkan senyum tipis dibibirnya.
Biarlah sudah. Aku pasrah dengan segala adat, tradisi, peraturan, atau apapun itu namanya.
Lagipula, berdansa satu kali saja tidak masalah bukan?
"Sebelumnya, anda harus mengetahui dulu siapa nama saya Lady" Ujarnya,
aku merasa genggaman tangannya meremas tanganku lembut.
"Nama saya Axxel Erictian Orlando. Panggil saya senyamannya anda saja"
Axxel Erictian Orlando?
Seingatku, Orlando adalah marga seorang penyihir menara agung kekaisaran Timur.
Penyihir menara ya?
tunggu dulu! PENYIHIR MENARA?!
Jangan bilang kalau?!
Setelah aku menyadari apa yang sedang kupikirkan, kontan, mataku terbelalak kaget. Menatap horror penyihir muda Orlando yang menampilkan senyum manisnya dihadapanku.
Tidak.
Bagiku, itu terlihat seperti senyum iblis.
Aku menelan salivaku, gugup. Sedangkan Axxel, entah dia berpura-pura tidak melihat ekspresi memalukanku atau memang benar-benar tidak melihatnya, aku tidak tahu. Yang jelas, dia mengacuhkan ekspresiku yang barusan kutunjukkan.
"Kita mulai? Lady?" Entah penglihatanku yang salah atau apa, aku seperti melihat senyuman manis---ralat, iblis Axxel berubah menjadi sebuah seringai licik untuk sesaat.
Gawat.
Bendera kematianku telah resmi berkibar.
Aku salah.
Ternyata, sebenarnya ini... Masalah.
-*-*-*-*-*-
ukhh... Aku pusing!
Sedari tadi, aku terus saja berputar-putar tak menentu, dibimbing oleh Axxel yang merengkuh pinggangku erat.
Aku juga malu sekali.
Sedari tadi, sepanjang kami berdansa, aku terus-menerus menginjak kaki Axxel.
Seorang Lady ketahuan tidak bisa berdansa, itu memalukan.
Keringat dingin mengalir keluar dari pori-pori keningku. Manikku menatap cemas wajah tampan Axxel yang masih setia menyunggingkan senyum.
Dia terlihat tidak terganggu sama sekali.
Tapi masalahnya, aku yang terganggu!
Secara, dia itu adalah salah satu dari panggilan-panggilan kematianku yang sebelumnya telah berhasil kureject.
Bagaimana jika kali ini aku tidak beruntung dan panggilan kematianku yang satu ini tidak berhasil kureject?
"Lady? Anda baik-baik saja? Tangan anda terasa dingin."
Tidak. Aku tidak baik. Dan itu karna kau sialan!
"Tidak. Aku baik"
Sial.
Dasar mulut pendusta. Harusnya kau bilang 'iya' saja agar semua ini berakhir dan kita pasti akan berhenti berputar-putar.
"Oh. Baiklah" Ucap Axxel. Setelahnya, tidak ada suara lagi diantara kami. Tentu saja sebelum pemilik surai abu-abu itu kembali membuka suaranya.
"Ngomong-ngomong Lady, anda terlihat menarik sekali"
FUCK YOU MAN! AKU BENCI KATA MENARIK SEKARANG!!!
-*-*-*-*-*-
Double up!
KAMU SEDANG MEMBACA
Another World.
FantasiMenjadi putri bangsawan? masuk kedalam dunia novel? Itu... Mimpi buruk Author's note : Ini ori karangan dari author. Jadi, No plagiat-plagiat club
