Votmennya guys😊.
Btw, selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat islam. Moga2 lancar puasanya ya. Kyk dosa lo.
Hehe😁. #Justkidding✌✌
-*-*-*-*-*-
"Lady, perhatikan musuhmu! Kau akan tertusuk jika lengah barang sedikit"
Berisik!
Hardikku yang sayangnya hanya berani kuucapkan dalam hati.
Sekarang adalah jadwal pelatihan berpedangku. Dan seperti biasa, latihan berpedang selalu menjadi beban bagiku.
"Lady! Perhatikan langkahmu!"
Yah... Dibimbing oleh seorang panglima yang sedari terus saja menyerukan kalimat-kalimat peringatan padaku. Cerewet sekali.
Aku sedang melawan marionatte yang dibuat oleh panglima Steeven dengan seikat jerami.
Yah... seharusnya, setumpuk jerami yang diberi sihir itu tidak ada apa-apanya dibanding kekuatan manusia. Tapi, ini lain kisahnya, tentu saja karna panglima Steeven yang menjadi dalangnya.
Lucu memang. Tapi, kenyataannya, jerami ini sedikit lebih mahir berpedang dariku.
Panglima Steeven sialan. Dia membuatku terdesak dengan segala teknik berpedang yang dilancarkan oleh jerami-jerami jelek itu.
Aku kesal!
TAK!!
suara pedang kayuku dan pedang kayu marionatte jerami itu beradu.
Aku mulai lelah.
Puncaknya, latihanku berakhir ketika aku berhasil menebas marionatte jerami itu menjadi dua bagian, dan sihir panglima Steeven yang menggerakkannya pun lenyap seketika.
Akhirnya.
Aku lantas langsung terduduk diatas rumput. Menetralkan nafasku yang terputus-putus, juga untuk mengistirahatkan tubuhku yang rasanya sudah sakit semua.
Oh ayolah. Aku masih berusia tujuh tahun jika kalian lupa.
Diam-diam, aku melirik panglima Steeven lewat ekor mataku. Bisa kulihat, panglima Steeven berjalan mendekatiku. Dimenit selanjutnya, aku merasakan sebuah tangan besar mendarat begitu saja dipucuk kepalaku, lalu mengusap suraiku lembut.
"Kerja bagus. Lady."
Hoo..
Panglima Steeven memuji hasil kerja kerasku. Apakah aku harus senang?
Sepertinya tidak.
Pak!
"Terima kasih panglima. Tapi, aku tidak memerlukan sanjunganmu" Aku menepis tangan besarnya kasar. Melontarkan kata-kata sindiran yang sebenarnya mengandung arti anarkis : "Tidak usah pegang-pegang kepalaku!!"
Okay. Sekarang, bisa kulihat wajah panglima Steeven berubah masam.
"Anda sopan sekali Lady. Saya yakin jendral mendidik anda dengan baik" Ujarnya yang sebenarnya mempunyai arti berlawanan.
Dia sedang mencibirku. Lebih tepatnya mencibir sifatku. Tapi, aku tidak peduli. Toh, dia siapa? Buyutku juga bukan. Sok-sokan mengomentariku ini-itu. Ntar dihukum mokad nangeees.
"Ya. Tentu saja panglima" ucapku, membalas ucapannya sinis. Entah kenapa, aku kemusuhan sekali dengan panglima yang satu ini.
kulihat, panglima Steeven kembali membuka mulutnya. Ingin kembali berargumen. Tapi, tiba-tiba dia terdiam. Mulutnya terkatup rapat, tidak jadi bersuara. Kutebak, pria itu baru saja mendapatkan pesan telepati dari papa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another World.
FantasyMenjadi putri bangsawan? masuk kedalam dunia novel? Itu... Mimpi buruk Author's note : Ini ori karangan dari author. Jadi, No plagiat-plagiat club
