tiga+enam

11 5 0
                                    

Hari ini dikelas Raina ada mapel olahraga dan Raina diminta Pak Bondan untuk mengembalikan bola basket yang telah digunakan untuk pengambilan nilai saat olahraga tadi kembali keruang peralatan olahraga yang berada disamping gudang belakang sekolah.

Kalau kalian bertanya kemana keempat temannya, mereka Raina minta pergi terlebih dahulu ke kantin untuk memesan makanan. Sedangkan Somi yang membantu Raina mengembalikan empat buah bola basket.

"Eeh Jo..jo" panggil Somi saat Raina tengah mencoba membuka kunci tuang peralatan olahraga yang lumayan sulit

"Paan?" sahut Raina tapi matanya masih fokus membuka gembok

"Gue kebelet pipisss nih" Somi bergerak tidak karuan

Raina beralih menatap Somi "Yaudah sono ke WC"

"Lo gak papa gua tinggal nih?"

"Udah gak papa aman, buruan sama ntar lo ngompol disini lagi. Gue gak mau ya disuruh ngepel bekas pipis lo" canda Raina

"Si kampret" umpat Somi langsung meletakkan dua bola yang dibawanya didepan pintu

"Ntar lo duluan aja ke kantin. Gue keknya bakal agak lama nih" ucap Somi sebelum berlari yang diacungi jempol oleh Raina

"Heran gembok sekolah susah banget dibukanya, giliran ditutup gini gampang" gerutu Raina yang sedang menutup kembali pintu ruang peralatan olahraga. Raina memilih berjalan lewat belakang kelas dari pada lewat depan, tetapi saat melewati gudang Raina melihat Harsya dan Wildan dari samping yang tengah merokok. Sepertinya mereka membolos kelas, namun Raina memilih tidak perduli seolah tidak melihat keberadaan mereka dan lanjut berjalan hingga Wildan menyadari keberadaannya lalu menghadang Raina

"Eh ada Raina.Kemana aja nih cantik lama ga keliatan" Wildan menatap genit pada Raina

"Bukan urusan lo juga kak gua kemana"

Wildan tersenyum aneh dan mengedipkan sebelah matanya"Jangan cuek-cuek dong Rain, entar gue makin suka lagi sama lo. Iya gak Har"

Raina memutar bola matanya malas "Udah ya kak gue mau lewat. Misi"

Wildan segera menarik tangan Raina "Ehh jangan buru-buru dong"

Raina semakin risih ingin segera pergi tapi tangan Wildan dengan kuat mencengkram tangannya "tolong ya kak sebelum gue bertindak kasar lepasin tangan lo "

"Oo bisa kasar juga ternyata mantan lo. Mau kemana sih? disini aja bareng kita, lagian tuh ada mantan lo. Gak mau silaturahmi?"

Raina menghembuskan nafasnya kesal palu menghempaskan tangan Wildan dari tangannya dan menampar wajah Wildan dengan tangan kirinya

"Bangsat" Wildan yang tidak terima langsung mendorong pundak Raina membuat Raina yang terkejut langsung jatuh terduduk. Harsya yang melihatnya terkejut dan berdiri menghampiri Wildan

"Lo ngapain Wil?dia cewek" Harsya mendorong pundak Wildan

Stevan yang muncul tiba-tiba dengan Hwall tanpa babibu langsung menerjang tubuh Wildan dan memukulnya . Wildan yang semulanya terkejut balas memukul Stevan dan menendang perutnya. Sedangkan,Hwall menarik Raina menjauh

"Ada yang luka Rain?" tanya Hwall

"Gak ada kak, gue gak papa. Makasih ya" ucap Raina

"Simpen makasih lo buat dia" Hwal mengarahkan pandangannya pada Stevan membuat Raina ikut melihat kearahnya

"Anjing lo beraninya sama cewek" Stevan kembali memukul Wildan membabi buta hingga tersungkur

Wildan menyeka darah diujung bibirnya dan terkekeh sinis " Buat apa lo repot belain tuh cewek, sementara nih orang diem aja" ujar Wildan seraya menunjuk kearah Harsya dan Raina bergantian

RAINATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang