"Kak kak ini gimana kok cepet banget muternya" Raina berseru panik
"Hah? E-eh" Stevan dengan cekatan mematikan alat tersebut
"Gue kira bakalan cepet bisa bikin, ternyata susah" ujar Raina lesu dengan tanpa sadar cemberut hingga membuat Stevan terkekeh kecil
"Gini aja kalau gitu" Stevan berujar santai lalu mengambil bangku dan duduk tepat dibelakang Raina
"Eh mau ngapain kak" Raina terkejut Stevan duduk tepat dibelakangnya
"Ngajarin lo biar cepet kelar" ujar Stevan lalu mulai menuntun tangan Raina untuk membuat gelas dari awal
'kok gue deg-deg an sih anjirrr' batin Raina
"Pelan-pelan aja bentuknya terus kasih air dikit" Stevan berucap sambil fokus kearah tanah yang sudah mulai terlihat bentuk gelas
"Faham gak?" Stevan berujar dengan sedikit melirik kearah Raina dan Raina juga ikut melirik hingga terjadi adegan saling tatap-menatap antara muda-mudi tersebut yang tanpa sadar malah membuat hancur bentuk calon gelas tadi.
"Kok gini?" Ucap Raina yang sadar terlebih dahulu
"Astaga" Stevan refleks menarik tangannya dan mematikan kembali alat
"Sorry gue ketoilet bentar" Stevan langsung ngacir pergi
"Situasi macam apakah tadi itu Joanne? Bisa-bisanya lu deg-degan ama orang yang baru lo kenal. Inget Jo lo punya pacar. Tapi bau parfumnya kak Stevan wangi kayak pernah cium, ya ampun Joanne sinting" Raina berbicara sendiri dengan volume kecil
STEVAN POV
"Gue kenapa sih anjir bisa-bisanya" Stevan menggerutu didalam toilet
"Tapi Raina emang cantik banget sih, wangi vanilla lagi" Stevan masih berbicara sendiri
"Astaga inget Van itu pacar orang lagian juga dia bukan tipe lo"
Stevan meyakinkan dirinya sendiri sebelum keluar dari toiletSetelah keluar dari toilet Stevan sedikit terkejut sebab dari pintu masuk melihat Raina sedang berusaha fokus mengerjakan kerajinannya sendiri sampai tidak sadar akan kehadiran Stevan.
"Bisa?" Stevan bertanya kepada Raina
"Susah kak ternyata tapi gue harus bisa bikin sendiri" Raina menjawab tanpa melihat kearah Stevan
"Bagus deh berarti lo gak gampang nyerah" Stevan berujar pelan tanpa bisa didengar oleh Raina
"Capek juga ternyata" Raina berhenti sejenak dan mematikan alat
"Ayok kedepan" ajak Stevan
" Bentar kak gue cuci tangan dulu" ujar Raina
STEVAN POV END
🌼🌼🌼
"Lo mau pesen apa?" Stevan bertanya
"Emm spaghetti carbonara sama orange juice aja kak" ucap Raina
"Bang Egi" panggil Stevan kepada Waiters diCafe itu
"Iya mas mau pesan apa" ujar Waiters tersebut
"Orange juice 2 sama carbonara 2" ucap Stevan
"Baik mas,mbak ditunggu ya pesanannya" sahut Waiters itu tersenyum kepada Raina dan Stevan
"Hwall ada disini gak" tanya Stevan kearah Waiters itu
"Bos belum datang dari tadi, mungkin kayaknya hari ini memang gak kesini mas biasanya jam 3 udah dateng" jawab Waiters itu

KAMU SEDANG MEMBACA
RAINA
Teen FictionRaina seperti namanya dia sangat menyukai hujan, tapi siapa sangka hujan yang selalu membawa kebahagiaan untuk Raina saat itu berganti membawa kenangan buruk untuknya.