8

11.7K 1.1K 126
                                        

Author Pov

"loh? eh? loh loh loh? Jen, lo dikacangin sama Lisa?" Joy menatap Jennie terkejut.

"maybe? tapi gue gatau kenapa..." lirih Jennie.

"lo marahan sama dia?" tanya Irene.

Jennie menggeleng. "engga, ga tau. terakhir ketemu pas dia main ke rumah gue dan waktu itu gue ga ada bikin kesalahan apapun."

"apalagi bikin dia marah sama gue." lanjut Jennie.

ia menggigit jari jempol nya, kakinya bergerak gelisah. Lisa bahkan tidak menatap dirinya lagi, mata hazel gadis itu benar-benar fokus menonton pertandingan.

"udah lo tenang aja, nanti kelar pertandingan kita samperin terus lo sapa dia baik-baik. mungkin mood nya lagi jelek." ucap Joy lembut. tangan nya mengelus pundak Jennie untuk menenangkan.

"jelek apanya? orang daritadi dia teriak-teriak semangat gitu ga ada jelek-jelek nya anjrit." Yerin mencibir.

"lo peka dikit sama keadaan napa." Irene menatap Yerin tajam.

"udah Jen tenang aja, lo fokus nonton pacar lo. noh liat noh kebobolan ring dia." sambung Irene.

Jennie pun menghembuskan nafasnya sebentar lalu berusaha fokus menonton pertandingan Mino.

sementara di seberang sana, Ojeh berdecak sebal melihat lawan berhasil membalikkan keadaan.

"ADUH! YANG BENER DONG MAIN NYA BANG! KEBOBOLAN KAN JADINYA!" teriak Ojeh emosi.

"mulut lo gausah teriak bisa ga sih! bikin malu aja!" Jackson berdecak sebal.

"biarin! pokoknya ampe Bang Mino kalah gue bakal tuntut biaya spanduk ini."

"lo kalo ga ikhlas mending balik aja, Jeh." sahut Bambam.

"lo aja sono balik ke nenek lo yang sekarat."

"UDAH SEHAT BANGSAT! MULUT LO YA!"

Bambam menendang kaki Jackson cukup kuat, tumpuan Jackson seketika goyah membuat dirinya hampir terjatuh begitu juga Ojeh. untunglah ia masih bisa menyeimbangkan posisinya.

"anjing lo Bam! yang salah Ojeh kok yang ditendang gue?!"

"kaki gue ga sampe nendang pala Ojeh." balas Bambam santai.

"YA JANGAN NGINCER YANG PALING TINGGI JUGA LAH! INI KAKINYA SE DADA GUE DOANG LO TENDANG YANG INI LAH."

"udah diem, ga guna banget lo protes sama hal yang udah berlalu."

Jackson menggeram, tubuhnya bahkan bergetar menahan emosi tetapi ia tetap berusaha bersabar.

mereka pun kembali menonton dengan tenang, Ojeh tidak lagi berteriak hanya sesekali saja bersorak untuk menyemangati. mata gadis itu melirik Lisa yang sedari tadi hanya diam.

"kenapa lo, Li? tiba-tiba diem." celetuk Ojeh.

Lisa menoleh sekilas lalu kembali fokus ke pertandingan. "engga, lagi pengen diem aja."

"ga nyorakin abang lo lagi?"

"nyorakin pemain itu di momen tertentu aja, kalo tiap saat lo sorakin yang ada bikin pemain ga fokus."

Ojeh hanya mengangguk-anggukan kepalanya mendengar itu. tapi selang beberapa detik kemudian, ring tim Mino kembali dimasuki bola. pendukung dari tim lawan langsung bersorak melihat itu.

"ini?! ini yang lo bilang nyorakin di waktu tertentu?! kita juga perlu semangatin Bang Mino, Li!" pekik Ojeh.

"BANG! GUE GAMAU TAU YA! LO HARUS MENANG POKOKNYA!"

Pacar Abang ( JENLISA )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang