Author Pov
Bandara
banyak suara langkah kaki terdengar di sekitar, juga suara orang yang mengobrol. Lisa dan Ojeh duduk bersebelahan dengan bosan, beberapa kali terdengar lenguhan bosan dari mulut mereka.
"ini udah lewat dari jadwalnya kok belum nyampe-nyampe anjing?" Lisa berdecak.
"macet kali." sahut Ojeh asal.
"macet apaan di udara? lo kata ada lampu merahnya?"
"aih bukan, yang itu lohh yang pesawatnya suka telat."
"delay itu anying Ojeh!" Lisa menatap Ojeh kesal.
Ojeh hanya menyengir lalu tertawa pelan. ia lalu merangkul lengan Lisa dan menyenderkan kepalanya di bahu Lisa.
"ngantuk~" rengek Ojeh.
tangan Lisa terangkat menepuk-nepuk pipi Ojeh lalu mengelus nya. "lo pulang aja duluan, nanti gue sama si babi baliknya pake taxi terus mampir ke rumah lo."
"nanggung~ masa udah lama-lama nunggu disini gue nya balik sih. tau gitu mending daritadi aja baliknya." Ojeh mengerucutkan bibirnya kesal.
"yaudah kalo gitu tungguin aja." Lisa terkekeh.
mereka berdua lalu kembali diam. dengan posisi yang tidak berubah, Ojeh sesekali bersenandung menghilangkan rasa bosan.
"Jeh bisa ga sih lo nyanyi tapi ga usah napas?"
"mati dong gue nyet."
"makanya diem."
"emang kenapa? sange lo ya kena napas gue?"
Lisa menoyor kepala Ojeh pelan, "bangsat ga semurah itu ya diri gue, lagian siapa juga yang sange modelan triplek kayak lo."
"ga sadar diri anjing." Ojeh mencubit pelan lengan Lisa.
"bodo! gue lebih doyan modelan yang semok kayak Kak Jennie." Lisa memainkan kedua alisnya.
"gila lo ya, pacar abang sendiri."
Lisa mencibir, ia memilih diam tidak melanjutkan pembicaraan. ikut menyenderkan kepalanya di atas kepala Ojeh dan memejamkan mata.
hingga saat keduanya hampir tertidur, terdengar suara teriakan memanggil nama mereka.
"LALIS!! OJEH!"
"YUHUUU BESTIEEEE!"
Lisa dan Ojeh langsung tersentak, mereka berdua segera mengalihkan pandangan lalu tersenyum melihat seseorang yang ditunggu-tunggu.
"BAMBAM!"
"BANCI!"
mereka bertiga segera berpelukan erat, melepaskan rindu selama seminggu ini tidak bertemu.
merasa cukup, mereka pun melepaskan pelukan mereka lalu Bambam menyentil pelan jidat Ojeh.
"kangen banget gue Bam, lo pake liburan di musim gini aneh-aneh aja." ucap Lisa.
"liburan pala lo anjeng, nenek gue sekarat dikata liburan." Bambam melototkan kedua matanya.
"kan lo bisa liburan tipis-tipis."
"cucu durhaka gue, orang meregang nyawa gue tawa-tawa."
Lisa dan Ojeh tertawa mendengar nada kesal Bambam.
"langsung naik mobil aja, kita cerita-ceritanya di rumah gue." ucap Ojeh bersiap ingin melangkah.
"eh tunggu, gue bawa satu orang kesini. tunggu dia bentar." Bambam memberitahu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pacar Abang ( JENLISA )
Storie d'AmoreJennie dan Mino sudah berpacaran selama 5 bulan. Mino pun berinisiatif ingin mengenalkan Jennie ke keluarganya dan disana Jennie bertemu dengan adik dari kekasihnya yang bernama Lalisa Manoban. pict by pin
