DUA PULUH TUJUH

1K 139 17
                                        

Hai apa kabar? Maaf author baru update lagi😭

Absen yuk jam berapa kamu baca chapter ini?

Seperti biasa vote dulu sebelum baca

(Y/n) masih sibuk memenggal kepala para anggota tenjiku. Ia tidak peduli dengan konsekuensi, dari apa yang ia lakukan. Kepala manusia sudah berserakan disana.

(Y/n) mengusap wajahnya yang di penuhi darah. Ia melihat sekitar. Anggota tenjiku masih tersisa sekitar 106 orang. Katananya sudah berlumuran dengan darah.

(Y/n) melihat sekitar.Ia melihat kisaki yang sedang menodongkan pistol ke arah takemichi. (Y/n) menatap tajam kisaki, kemudian ia berlari menghampiri orang itu.

"MATI KAU!!!!"

DORRR

Kisaki menembak kaki (y/n) tepat di betis kirinya. (Y/n) menghentikan langkahnya, tidak lama setelah itu ia pun terjatuh ke tanah dan terduduk.

"(Y/N)-CHAN!!!" Teriak takemichi.

"Sialan" umpat (y/n).

Kedua kakak (y/n) menoleh ke arah takemichi, saat mendengar dia meneriakkan nama adik mereka. Kedua haitani itu terkejut,begitu melihat adik perempuan mereka sudah terduduk, dengan kaki yang penuh dengan darah "(Y/N)!!!" Teriak mereka.

Melihat (y/n) sudah dikalahkan. Semua anggota toman pun terkejut.

Ran dan rindou berlari menghampiri adik mereka. "(Y/n) Kau tidak apa-apa" tanya ran, ia meraih pundak (y/n). Tapi (y/n) langsung bergerak, menjauhkan dirinya dari kedua Haitani itu.

Kedua haitani itu terkejut. Mereka mulai mendekati adik mereka. "(Y/n) ken--"

"Jangan mendekat" potong (y/n), dengan wajah datarnya.

"Tapi--"

"Kubilang Jangan mendekat!!!" (Y/n) menaikkan nada bicaranya.

Kedua haitani itu hanya diam. (Y/n) menghela nafas. Ia kembali berdiri, kemudian memungut katananya.

"Kau mau kemana, lukamu cukup parah" tanya rindou khawatir.

"Luka seperti ini tidak akan membuatku mati. Ini memang sakit, tapi aku akan terus bertahan sampai aku berhasil membunuh kisaki". Balas (y/n).

(Y/n) menoleh kebelakang, dan terlihat ada kedua kakaknya disana. "Lagipula, kenapa kalian peduli padaku? Bukankah menurut kalian aku adalah adik yang tidak tau diri?"

Perkataan (y/n) membuat kedua Haitani itu terdiam.

(Y/n) kembali melihat ke arah kisaki. Saat ia hendak melangkah, tiba-tiba tubuhnya terjatuh dan (y/n) langsung terduduk. (Y/n) sudah sangat lelah, ia sudah tidak punya tenaga lagi. Ditambah lagi dengan luka di kaki, membuat (y/n) tidak lagi bisa berdiri.

Kedua kakak (y/n) kembali mendekat. (Y/n) hanya diam, ia menatap kosong kedepan. Tiba-tiba air mata (y/n) jatuh tanpa permisi. Ia menangis.

"Kenapa!!! Kenapa aku sangat lemah" teriak (y/n).

"Aku bahkan tidak bisa... melindungi orang-orang terdekatku!!" Tangis (y/n).

Memori (y/n) bersama emma mulai berputar di kepalanya. (Y/n) melihat ke telapak tangannya. "Emma" lirih (y/n).

Baru saja (y/n) akan berteriak lagi, tapi seseorang membekap mulutnya.(y/n) menoleh ke arah si pelaku, dan pelakunya adalah ran. Ia saat ini sedang berada disamping sang adik bungsu.

"Cukup, jangan berteriak lagi" ran menatap wajah cantik (y/n) yang sedikit babak belur.

(Y/n) menatap wajah ran yang penuh dengan tatapan sendu. Ran menjauhkan tangannya, yang ia gunakan untuk membekap mulut (y/n).

Haitani Brother X ReadersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang