Hai vote dulu yuk sebelum baca
Seorang Pria bermarga Haitani, saat ini sedang berjalan ke arah kamar adik perempuannya. Pria itu membuka pelan, pintu kamar.
Bonten Executive. Haitani Ran.
"(Y/n)? Kau sudah bangun" tanya ran, ia pun masuk ke kamar sang adik. Kemudian menutup pintu itu.
Terlihat disana, (y/n) sedang duduk di kasur. Sembari memandang ke arah jendela.
Ran duduk di tepi kasur "Apa demammu sudah turun?" Tanya pria itu.
(Y/n) hanya mengangguk. Hening. Kedua Haitani itu hanya diam selama beberapa saat.
"Aniki?" Panggil (y/n).
"Ada apa? hm? Butuh sesuatu?" Jawab ran.
"Kapan kita akan seperti dulu?" Tanya (y/n).
Ran terdiam, begitu mendengar pertanyaan (y/n).
"Dulu di sore hari kita selalu pergi jalan jalan.Setelah itu kita melihat matahari terbenam, sembari bermain dan bercanda" (y/n) mulai mengeluarkan unek-uneknya.
Satu air mata, membasahi pipi gadis itu "(y/n) merindukan kebersamaan itu"
"Dulu, (y/n) mencium aroma permen kapas yang wangi. Tapi sekarang? (Y/n) hanya bisa mencium bau darah dan bau mayat" air mata sudah benar-benar membasahi pipi gadis itu.
"Maaf" ucap ran pelan. Ia hendak mengusap rambut sang adik. Tapi, (y/n) sudah terlebih dulu menepis pelan tangan ran.
"Apa dengan maaf, semuanya bisa kembali? Tidak!" (Y/n) mulai menaikan nada bicaranya.
(Y/n) terdiam, lalu menunduk. (Y/n) beranjak dari kasur. Ia berlari keluar dari kamarnya.
Ran terkejut, ia segera berlari mengejar sang adik. (Y/n) berlari menaiki tangga, menuju rooftop.
"(Y/n) apa yang terjadi padamu, kumohon jangan seperti ini" teriak ran, yang saat ini masih mengejar (y/n).
(Y/n) tidak menghiraukan ran, ia masih terus berlari.
(Rooftop)
(Y/n) saat ini sudah sampai, di rooftop. Ia terdiam begitu melihat langit sore, yang sangat indah. Di rooftop itu juga, ada sebuah kolam renang didalam ruangan yang sangat luas. Sebuah taman yang cukup luas, ditambah ada tiga gazebo juga disana, dan ada banyak tempat bersantai. (Y/n) berjalan menuju pembatas rooftop.
Ran baru saja, sampai di rooftop. Ia terkejut begitu melihat (y/n), yang sedang berjalan ke arah pembatas rooftop.
Melihat itu, ran segera berlari ke arah (y/n). Ia memegang pergelangan tangan (y/n), yang membuat sang empu menghentikan langkahnya.
(Y/n) menoleh ke arah ran. Ran pun terkejut begitu melihat mata (y/n) yang mulai memerah, dan air mata yang terus mengalir.
Ran menarik tubuh (y/n), membawanya ke dalam pelukan. Ran memeluk tubuh lemah itu, dengan penuh kasih sayang. Ran bisa merasakan suhu tubuh (y/n) masih sedikit panas. Ia Mengusap pelan rambut sang adik.
"Sudah, ya. Yosh, yosh" Ran mengusap air mata, yang membasahi pipi adik perempuannya.
"Kenapa (Y/n) melakukan ini" tanya ran hati-hati.
"(Y/n) lelah" jawab gadis itu.
Ran tersenyum tipis "Selelah apa-pun dirimu atau Semenderita apapun dirimu. Jangan pernah melukai dirimu sendiri atau bahkan bunuh diri"
"Ceritakan semua masalahmu pada orang yang kau percayai. Jangan memendam masalahmu sendiri. Itu hanya akan membuatmu terluka" lanjut ran.
(Y/n) terkejut, begitu mendengar ucapan ran. Ia seperti pernah mendengar kata-kata itu dari seseorang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Haitani Brother X Readers
FanficWARNING SPOILER⚠ YANG GAMAU KENA SPOILER BOLEH SKIP Haitani (Y/n) adik kandung dari haitani bersaudara.Namun, karena sebuah kejadian (y/n) yang masih berumur 9 tahun harus berpisah dengan kedua orang tua nya dan juga kedua kakaknya. Hal itu membuat...
