Puas Lo bikin gue hancur?

64 61 15
                                        

Salah kah aku mencintai nya
Jika kini yang hadir hanya luka
_Milan_

HAPPY READING

Di dapur umum sudah banyak para siswi untuk memasak konsumsi untuk semuanya tak terkecuali Milan the Genk.

"DOOR"

"Apa?"

"Loh kok kamu biasa aja sih Mil , ah ngga seru, niat aku kan supaya kamu terkejut dan histeris gitu" ucap Alya yang patah semangat karena aksi nya yang gagal untuk mengejutkan Milan.

"Trus aku harus gimana dong?"

"Aaaaaa aaaaaaa tolong tolong gitu maksudnya"  berucap dengan polosnya sambil menatap Alya.

"Hmmmmm auu ah gelap" Alya menghentak hentakkan kakinya kesal meninggalkan Milan.

Milan hanya melongo sambil mengidikk kan kedua bahunya acuh melihat tingkah aneh sahabatnya itu, dan melanjutkan memotong sayuran yang ada di tangan nya.

Ketika hendak mencuci sayuran nya tak sengaja Milan bertemu dengan Gladys, dengan acuhnya Milan melewati Gladys begitu saja

Gladys yang sudah tidak tahan dengan perlakuan Milan yang terus mendiam kan nya itu pun memberanikan diri untuk bicara

"Milan... Berhenti" Belum beberapa langkah Milan berjalan Gladys sudah memanggil namanya.

Milan yang mendengar namanya di panggil pun sontak berhenti melangkah, tanpa membalikkan badannya.

Milan tidak menyalahkan Gladys atas apa yang terjadi, tapi ini masalah mood Milan yang kurang baik dan dia butuh waktu untuk semua itu.

"Mil jangan kek gini, jangan diemin gue terus kalau gue salah Sama Lo gue minta maaf, kita bicara baik-baik" tersirat nada sedih saat kata itu terucap dengan pelan

Milan membalikkan badannya sambil menatap mata Gladys dalam "Yang sudah berlalu tak akan pernah bisa diulang kembali, Lo tau kan gue slalu di tindas, dijahatin, dibully dan slalu di buat menangis oleh sahabat Lo, Lo kira gue bisa melewati itu dengan mudahnya? Enggak Dys" setelah menyelesaikan kalimatnya Milan berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Gladys yang masih berdiri mematung di tempatnya.

"Maafin gue Dys untuk saat ini kita harus jaga jarak supaya gue tidak tambah sakit menerima kenyataan yang lebih rumit dan pahit setelah ini" monolog Milan dalam hatinya.

Selesai mencuci sayuran Milan memberikan nya kepada Risa dan berniat untuk pergi ke tenda mengambil beberapa snack dan camilan yang ia bawa.

Setelah sampai di dekat teman-temannya, mengeluarkan permen tangkai rasa stroberi yang ada di dalam mulutnya "Yok makan Snack, gue bawa banyak" mengangkat dua kantong kresek yang ada di tangan nya

"Baru temen Gue yang kek gini nih" ucap zenna Mendekati Milan dan mengambil alih kantong kresek dari tangan milan "nggak kek dia yang  pelit  kalau beli Snack cuman satu, buat dia sendiri lagi" sambil melirik Lia dengan kedua matanya.

Merasa dirinya sedang di bicarakan, Lia pun tidak tinggal diam "Gue ngga pelit Lo aja yang ngga minta " ucap Lia Sambil terus mengunyah keripik kentangnya "kalau Lo mau nih" sambil menyodorkan  potongan keripik kentang yang terakhir ke arah zenna.

"Maaf gue dah nggak minat, nih gue dikasih sama Milan yang banyak wleeek" sambil menjulurkan lidahnya ke arah Lia.

"Enak aja buat Lo semua, Milan tadi suruh bagi-bagi, jadi gue juga termasuk kali" timpal   Bela.

Di tengah perseteruan Dua orang yang sedang bertengkar perihal Snack itu, tiba tiba Alka datang dan menarik tangan Milan untuk mengikuti nya.

"Jangan tarik-tarik gue!! Waras Lo?" menghempaskan kasar tangan Alka yang masih menggenggam tangan nya.

"Kenapa semalam ngga nemuin gue?" Alka berkata dengan dingin nya.

Dari nada bicara nya Milan tau kalau sekarang Alka  sedang marah kepada nya mengeluarkan permen yang ia emut "Lo manggil gue? Kok gue ngga tau ya?" Ucap Milan santai dan kembali memasukkan permen tangkai kedalam mulutnya.

"Jangan pura-pura bego dan ngga tau" suara Alka sudah naik satu oktaf dari sebelum nya.

"Ohhh ya gue lupa kalau Lo kan perempuan Bego dan suka PHP in anak orang"

"Dan satu lagi gue ngga pernah nyesel ketemu sama cewek KECUALI LO, LO MILAN !!" menekankan kata akhir yang di ucapkan nya.

Mengeluarkan kan permen yang ia emut dan memperhatikan bentuk permen itu sebentar sebelum menjatuhkan nya ketanah dan menginjak nya  sampai hancur "udah ngebacotnya? Keluarin  lagi dong kata-kata Lo yang menyakitkan itu semuanya, gue pengen denger!, KELUARIN ALKA!!!" Sekarang Milan sudah sedikit berteriak.

"Dasar brengsek!! Lo tau gue ngga mau ketemu sama Lo lagi, selain gue pengen nyembuhin luka gue, gue juga ingin menjaga perasaan cewek Lo, Jangan sampai" Milan menjeda kalimat nya sambil meletakkan jari telunjuk nya persis di dada Alka sebelah kanan "dia tersakiti sama kek hati ini  nyakitin Gue!!, Gue hancur Alka!! HANCUR aaaaaakh Milan mengusap rambutnya kasar dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya, untung saja dia dengan Alka berada di tempat cukup sunyi dan jauh dari keramaian.

Milan sudah berusaha menahan air matanya supaya tidak jatuh tapi tetap saja bulir bening itu jatuh membasahi pipinya tanpa permisi memang perasaan dan logika tak pernah bisa di ajak kerjasama.

'Lo tau Al bukan cuman hati dan perasaan gue yang hancur tapi juga berimbas ke pertemanan gue, mungkin langkah awal Lo untuk ngancurin gue dengan taruhan itu sudah berhasil, gue hancur sekarang ini, hidup gue kacau gara-gara Lo, puas lo?" Sambil meninju dada Alka, Milan mencoba meluap kan semua emosinya.

Tak munafik Alka juga sedih mendengar tangis pillu gadis yang dia cintai itu, dulu Alka memang hanya taruhan untuk mendapatkan Milan yang katanya susah untuk di dapat kan oleh siapapun dan mengapa dengan bodohnya dia menerima taruhan dari temannya untuk mendapatkan Milan, jika sekarang dia beneran jatuh hati kepada gadis itu.

Hiks.. hiks.. sekarang bulir bening itu semakin deras mengalir di pipinya. Alka mencoba untuk menenangkan Milan dengan cara memeluknya tapi nihil Milan terus memberontak dan  menghempaskan tangan Alka setiap kali ingin merangkulnya, tapi kekuatan Milan masih kalah jauh dibandingkan dengan Alka.

Sekarang Milan semakin menangis di dalam pelukan Alka "pleasee jangan nangis, gue benci liat Lo nangis" bisik Alka pelan di telinga Milan. 

Milan kalah dia sudah berjanji tidak lagi akan menangis di depan cowok itu tapi dia slalu lemah jika berhadapan dengan Alka orang yang telah mencoba masuk kedalam kedihupan nya itu.

Alka melepaskan pelukannya dengan Milan mensejajarkan tingginya dan menatap mata gadis itu dalam sambil menghapus air mata yang masih menetes itu dengan ibu jarinya dan menyelipkan beberapa helai anak rambut Milan yang menutupi wajahnya kebelakang.

"Mine gue jelek kalau nangis" berucap tepat di depan wajah Milan.

Wait ini gila Alka menyebut Milan dengan sebutan Mine/miliknya.

Alka menatap Milan yang masih berlinang air mata sampai akhirnya Alka mundur beberapa langkah "Mil kedepannya anggap kita tidak saling mengenal, dan satu lagi Gue tidak pernah menyesal mengenal Lo yang sudah mengajarkan kepada Gue apa itu perjuangan, tapi sayang nya perjuangan Gue berakhir sampai disini"

"Maaf" lanjutnya lagi dengan suara rendah

"Kalau terus Seperti ini, kita hanya akan saling menyakiti satu sama lain dan juga menyakiti diri kita masing-masing" Alka berkata dengan suara sendu.

Tertampar dengan keadaan tadi Alka sudah membuat nya terbang setinggi tingginya dan sekarang menghempaskan nya serendah rendahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Bagaimana menurut kalian di part ini?

Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya
Dengan cara
Follow
Vote
Komen

See you di chapter selanjutnya 😘🤗

Aimisa_14

Love story Alka Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang