Alur cerita itu tidak akan selalu berjalan dengan indah tetapi terkadang juga perlu tangis & air mata
_Milan_
HAPPY READING
Risa yang sedari tadi mencoba untuk menenangkan Milan tetapi masih belum juga berhasil, dan sekarang kondisi Milan sangat kacau kalau dilihat dari orang-orang mata agak sedikit sembab hidung merah dan masih terdengar sedikit isakan darinya
"Milan please dong jangan nangis lagi Nggak kasihan kalau Abang kamu tau dan lihat little princess nya nangis, ia juga bakalan sedih, dan satu lagi ingat kodratnya wanita itu selalu mengalah bukan menyerah"
Mendengar kata Abang yang di disebut oleh Risa Milan perlahan-lahan mengurangi suara tangisannya.
Setelah sekian lama Risa mencoba untuk membujuk Milan akhirnya Milan pun berhenti menangis.
Air mata adalah lambang kekecewaan wanita yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata dan perasaan maka lewat air mata mereka akan mengungkapkan semua isi hatinya kekecewaan terdalam tidak akan bisa diungkapkan dan dirasakan oleh siapapun kecuali air mata Yang akan menjadi saksinya
"Nah gitu dong princess nggak boleh nangis, kalau gini kan cantik" sambil menyeka sisa air mata sahabatnya itu.
"Risa bantu aku untuk keluar dari masalah ini, bantu aku untuk melupakan semuanya, dan bantu aku untuk menghilangkan dia dalam hidup ini"
"Janji aku janji akan membantunya selama kamu bahagia dan tertawa itu sudah sangat bagus untukku Aku tak ingin lagi melihat sahabatku meneteskan air mata hanya karena seseorang pecundang seperti dia!" Risa menelipkan beberapa helai rambut Milan kebelakang.
Risa dan Milan pun mulai untuk bersiap-siap membersihkan tubuhnya sehabis menjelajah karena nanti malam masih ada pembakaran api unggun
...
Dan malam pembakaran api unggun pun berjalan dengan lancar,
Terlihat wajah-wajah ceria dari para siswa ada yang berlari-larian di sekitar api unggun ada yang duduk sambil bernyanyi dan main gitar dan ada juga yang berbalas-balasan pantun.
tapi tidak untuk dua orang yang sedang berperang dengan pemikiran nya masing-masing.
Jika Milan fikirkan bagaimana caranya untuk bisa menghindari Alka dan menjauh darinya, beda lagi dengan Alka yang harus dengan cara apa lagi dia untuk mendapatkan Milan hanya saja dari awal ia sudah memilih jalan yang salah untuk itu. Alka bukanlah seorang penakluk hati wanita karena sebelumnya dunia yang dia geluti hanyalah seorang playboy yang bergonta-ganti pacar dan selalu merayu wanita. Kalau dulu dia mudah untuk mendapatkan wanita dengan pesonanya tetapi baru sekarang dia jatuh cinta pada seseorang wanita tomboy seperti Milan.
Alka yang menyendiri duduk agak jauh dari pembakaran api unggun, ditengah gelap gulita nya malam remang-remang cahaya api unggun menerpa tubuhnya nya sambil melamun dan memeluk kedua lututnya.
"Eeelah kek pawang hantu aja Lo berani sendiri di tengah kegelapan kek gini, ntar Lo di curi hantu gimana" Edo yang tiba-tiba datang menghampiri Alka yang duduk cukup jauh dari keramaian
"gue lihat lo dari tadi kok ngelamun aja sih mikirin apa, masih mikir masalah Lo dengan Milan? Tanya Edo
Tersentak dari lamunannya karena pertanyaan dari sahabatnya alka menoleh kearah Edo yang tiba-tiba duduk di sampingnya
Kembali menatap ke arah depan masih dengan wajah dan ekspresi dinginnya "nggak gue nggak lagi mikirin dia, ngapain gue mikirin orang yang membuat gue sakit hati kayak dia"
Dan sontak itu pun mengundang gelak tawa bagi Edo "ehhh Alka yang di sini itu tersakiti siapa sih lu apa Milan?"
"Yang gue liat sih Milan yang lebih tersakiti daripada lo" lanjutnya lagi
"Asal lu tahu gue yang lebih tersakiti, bukan dia" Alka menaikkan nada dan intonasi bicaranya sedikit lebih tinggi dari sebelumnya.
"Eh buset santai bro jangan dianggap serius perkataan gue gue mah suka bercanda soalnya" cengiran Edo berabe juga kalau alka sudah marah sahabatnya pun akan menjadi pelampiasan
Dan tanpa mendengarkan perkataan Edo, Alka langsung saja beranjak dari tempatnya duduk dan menuju ke arah tenda
"Eh Alka kebiasaan nih anak main tinggal tinggal aja, gue kan takut di sini entar ada mbak-mbak Kunti yang culik gue lagi" ekspresinya merinding melihat situasi kanan dan kiri sambil menggosok-gosok kedua bahunya dengan tangan
"Bagus kalo gitu ngga nyusahin gue aja Lo terus" ucap Alka yang masih terdengar oleh Edo meskipun jarak mereka sudah berjauhan
"Eh Alka tungguin jangan tinggalin gue" sedikit berlari mengikuti Alka menuju ke arah tenda
Di tempat lain di dekat api unggun Milan duduk mengelilingi api unggun itu bersama calla, Risa, Celine, Riana, dan beberapa teman lainnya. Merasakan hangatnya api unggun.
Duduk dan bersandar kepada pundak Riza sahabatnya Milan semenjak kejadian beberapa waktu lalu masih terlihat badmood sambil melemparkan batu-batu kecil ke dalam api unggun yang dapat dijangkau di sekitar nya.
"Hidup kok seperti gini-gini aja sih" Alya memecahkan kesunyian Yang tercipta "coba Aku sekarang sudah di Korea bertemu dengan oppa Sehun pasti aku sangat bahagia" timpalnya sambil kedua ujung bibirnya tertarik keatas melengkung membuat senyuman seperti sedang manghayal kan masa depan nya.
Tertawa terbahak-bahak mendengarkan ucapan Alya "Eh jangan terlalu halu deh Alya lu aja di indo gak laku apalagi di Korea hahaha" Ejek Calla yang mengundang gelak tawa bagi teman-temannya Yang lainnya.
"Siapa yang bilang gue enggak laku hah? hanya saja selera gue yang standar tinggi, seperti oppa Sehun, kai, Chen, Do dan bukan seperti kamu tahu nggak"
Karena k-popers itu setia nggak boleh selingkuh ya nggak Mil?
Pertanyaan itu cukup membuat Milan tersentak dari lamunan pemikirannya dan menegakkan kepalanya yang bersandar ke pundak Risa "eh iya apa kamu bilang apa barusan" tanya Milan yang yang kurang memperhatikan ucapan alya
"tuh kan kamu nggak dengerin aku tadi, ih sebel deh kamu itu sahabat aku apa enggak sih hmmmmm" ucapannya merajuk seperti anak kecil Sambil membuang pandangannya ke arah lain.
"dengar kok tapi aku hanya cuma ingin lebih memastikan aja Kok" alibi Milan sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal
"Tadi aku tanya kamu, mana yang lebih ganteng Oppa Sehun daripada pacarnya calla?"
"Tadi kamu nggak bilang gitu loh kamu nggak nanya gitu sama Milan tadi" potong calla sewot
"Oh itu kalau itu sih lebih ganteng Jungkook Oppa sama suga oppa sih" ucap Milan sambil nyengir
"Nggak! Lebih gantengan Sehun oppa!" Alya yang ngga mau ka kalah dari sahabatnya tersebut
"Nggak lebih ganteng Jungkook dan Suga!!!!!" Milan juga nggak mau kalah.
"Ih jangan pada berantem fix pacar gue lebih ganteng daripada opa-opa lo pada kini Riana yang menengahi. Fix no debat tekannya di akhir kalimat sehingga membuat orang yang tak mau mengalah itu bungkam seketika.
Tak ayal bila dua orang sahabat itu berantem karena memang dia itu sama-sama seprofesi tapi beda-beda kesukaan tapi tak juga tak jarang mereka saling curhat tentang masalah mereka masing-masing di dalam mengidolakan dan pecinta Korea
Sesi acara perdebatan pun sudah selesai warna api unggun nya sudah mulai padan maka semua siswa dan siswi disuruh oleh pembina untuk masuk kedalam tenda dan istirahat
Karena besok pagi adalah jadwal terakhir camping di adakan
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bagaimana menurut kalian di part ini?
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya
Dengan cara
Follow
Vote
Komen
See you di chapter selanjutnya 😘🤗
Aimisa_14
KAMU SEDANG MEMBACA
Love story Alka
Ficção Adolescentetidak semua kisah cinta itu berjalan dengan indah, ada juga yang penuh sandiwara dan air mata, sama seperti kisah cinta seorang Milan lexiana allegra dengan seorang Alka diraga Alviando. "Jangan terlihat seperti kamu yang paling tersakiti di dunia i...
