Menjenguk Alka

5 0 0
                                        

Sudah beberapa hari ini Alka tidak masuk sekolah karena sakit dan selama itu juga kelas mereka menjadi kelas mati seperti tidak berpenghuni semuanya berjalan dengan lancar tapi hanya saja tidak seheboh dan serandom biasanya.

"Kami ada rencana mau ke rumah Alka sehabis pulang sekolah nanti lo mau ikut juga nggak?" tanya Edo ke Milan

"Ngapain?" Milan bertanya.

"Mau jengukin Alka lah lo lupa kalau dia lagi sakit?"

"Oh ya Gue lupa kalau  Alka sakit" Milan sedikit canggung masalahnya dia bukan lupa tapi hanya menolak untuk ingat.

"BTW siapa-siapa aja yang ikut?" Milan kembali bertanya.

"Teman kita semuanya ikut termasuk Lo"

"Lah kalau gitu tadi ngapain nanya bego" Milan kesal kepada Edo, kalau dia di wajibkan ikut ngapain coba tadi nanya segala.

"Emang gue wajib ikut ya padahal baru aja mau nyari alasan supaya nggak ikut" cengengesan Milan.

"Lo wajib ikut supaya Alka cepat sembuh" canda Edo.

"Iya iya gue ikut deh dasar temen pemaksa" Milan menepuk bahu Edo.

"Tapi ingat gue pergi karena solidaritas doang sebagai teman sekelas yang baik bukan karena Alka ngerti lo!" Milan memberikan penekanan, masalahnya dia tahu kalau Dilsa dan Edo selama ini diam-diam membantu Alka untuk mengejarnya mulai dari diam-diam memasukkan hadiah dari Alka ke dalam tasnya dan juga menyembunyikan buku tugasnya di dalam tas Alka supaya dia berinteraksi dengan Alka dan lebih banyak lagi hal-hal lain yang mereka lakukan untuk Alka the real sahabat memang.

Setelah pulang sekolah mereka berangkat ke rumah Alka dengan mengendarai motor.

Sesampainya di rumah Alka mereka menyuruh Milan yang membawa keranjang buah-buahan yang mereka bawa untuk diberikan ke Alka.

Risa menyerahkan keranjang buah itu kepada Milan "kamu ajalah yang bawa" Milan menolak untuk membawa keranjang buah itu.

"Milan kamu aja yang bawa ini ya" Alya menunjukkan Poppy eyesnya yaitu rayuan maut andalannya.

Suruh Gladys kek atau Kana tuh tangan mereka kan nganggur dari tadi suruh Milan.

"Lah gitu amat lo sama sahabat sendiri Milan lihat deh tangan Alya udah pegel dari tadi loh bantuin napa kan cuman dekat lo cuman nenteng ini ke dalam rumah setelah itu loh serahin dah kelar" zenna  memanas-manasi.

"Gue yakin nih satu kelas pasti kompak nih buat atur rencana ini dasar teman gak ada yang setia" Milan bermonolog dalam hati tapi dengan kesal Milan menerima keranjang buah yang disodorkan oleh Alya kepadanya.

Ting tong

Tidak lama setelah menekan bel pintu seorang wanita paruh baya membuka pintu menampilkan senyuman ramahnya menerima kedatangan mereka "Eh ada teman-temannya Alka, ayo masuk Alka ada di kamarnya" Mai mempersilahkan teman-teman Alka untuk masuk.

"Ini Tante untuk Alka" Milan menyerahkan keranjang buah yang ia bawa ke Mai.

"Kenapa repot-repot segala bawa buah jangan sungkan-sungkan"

"Nggak masalah kok Tante" kini Milan tersenyum sopan membalas Mai.

"Tadi aja nolak-nolak buat nggak mau bawa tapi sekarang malah sok ngambil perhatian dari bunda Alka" ucapan sindiran itu datang dari kiana.

Milan melayangkan tatapan tajam ke arah Kiana menyuruh supaya kiana diam lewat tatapan matanya.

"Apa sih lihat-lihat" sewot kiana membalas tatapan Milan.

Love story Alka Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang