Dia datang membawa cinta apa akan menghadirkan bahagia atau kecewa
~Milan~
HAPPY READING
Gladys menghela nafas kasar mendengar pertengkaran mulut dua orang temannya tersebut. "Kalian tu ya, bawaannya berantem mulu kalau lagi bersama, ngga pernah akur bosen aku lama lama Deket kalian"
"Bisa tidak dalam sehari saja kalian tidak berantem ?"
"Engga"!!!! Jawab dua manusia itu kompak.
Menatap Milan dari atas sampai bawah "Gue Dengan dia tu seperti air dan minyak yang ngga akan pernah bisa disatukan sampai kapanpun itu" dan cepat memutuskan pandangan dari Milan sambil melipat kedua tangan di depan dada dengan gaya yang angkuhnya.
Dengan cepat Gladys menarik tangan Milan mendekati pengantin tersebut dengan tangan yang sebelahnya lagi sambil menggenggam ponsel yang menampilkan aplikasi camera , seperti nya dia ingin berfoto bersama dan menyimpannya menjadi kenangan.
Milan yang memang sedikit tomboy itu sangat anti yang namanya dengan camera, terbukti ketika Gladys yang sudah siap untuk mengambil gambar mereka bersama, dan di saat itu pula Milan menghindar dari sana alhasil hanya gambar Gladys dengan si pengantin yang terambil.
"Kok ngehindar sih Milan lihat gambar nya jadi ngga bagus kan" sambil memanyunkan wajahnya cemberut
"Sorry I'm anty camera, Kalau kamu lupa itu"
"Milan ayolah hanya kali ini saja pleaseee"... Merayu dengan mata puppy eyesnya. Karena Gladys tau kalau Milan itu sangat menjaga fotonya dengan sangat baik supaya tidak tersebar ke sembarang orang terutama cowo, walaupun Milan adalah gadis yang tomboy
"Hanya untuk kenangan saja kok, ngga lebih, janji ngga bakalan sebarin" Mengangkat tangannya dan meluruskan dua buah jari ke atas membentuk huruf V
"Promise yaa ? Ngga bakal sebarin dan hanya satu kali aja ok" mengangkat tangan sambil menunjukkan jari kelingking.
"Promise" menautkan jari kelingkin nya dengan Milan.
Dengan sedikit bujukan dan rayuan akhirnya Milan ikut berselfie dan juga tak lupa kia yang juga mendapat sedikit paksaan dari Gladys.
Akhirnya beberapa foto pun berhasil di ambil dan di abadikan di dalam kamera ponsel .
Karena sudah tidak betah lama-lama dalam keramaian tersebut, akhirnya Milan mengajak Gladys untuk keluar "keluar yuk bosen nih"
Dengan menarik tangan nya Gladys mau mengikuti Milan keluar, mereka keluar melalui pintu belakang Karena Sangat banyak orang di pintu utama.
Di sela-sela langkah kaki keduanya "Milan Lo beneran ngga mau Nerima Alka gitu dia pasti nungguin jawaban dari Lo"
"Alka?? Suka sama aku??"
Sambil menunjuk dirinya dengan jari telunjuknya sendiri.
"Hahahahahahahahaha"
"Ya ngga mungkin lah" lanjutnya lagi.
"Mana mungkin Alka dia Suka sama aku ngaco deh kamu" terdengar gelak tawa dari Milan yang masih belum percaya kalau seorang Alka diraga Alviando menyukai nya.
Alka seorang cowo yang tinggi nya lebih dari 170 cm, hobi basket, selalu coold, terkenal badboy, Suka ngegombal dan suka berantem sesama teman cowo di sekolah, banyak cewe di sekolah yang nyebut kalau Alka adalah duplikat dilan.
Yaa, gak mungkin lah dia suka ke pada Milan seorang gadis yang terkenal dengan ketomboyan nya di sekolah hobi nyanyi, memiliki banyak teman cowo dan juga sangat humoris .
Menurut Milan itu adalah sesuatu yang tidak pasti.
"Mil" terdengar suara baritone dari seseorang tepat di belakang tengkuk nya, saling dekatnya orang tersebut berdiri denganya sampai-sampai nafasnya terasa menembus kulit leher Milan.
Milan sangat hafal dengan suara itu, ya.... Itu adalah Suara Alka, orang yang sedang mereka omongin barusan.
Sontak Milan menoleh ke belakang, hampir saja wajah mereka bertemu dengan Sedikit cepat Milan menghindar. Kalau tidak, mungkin telah terjadi hal yang tidak di inginkan, seperti Milan yang tak sengaja mencium Alka.
"Ngagetin tau! untung aku tidak punya riwayat penyakit jantung, kalau iya pasti sudah pingsan sekarang atau lebih parahnya lagi udah tinggal nama" gerutu cewek itu kesal sambil mengusap dadanya yang sedikit tidak normal. Karena yang mereka omongin barusan adalah tentang Alka yang menyukai Milan, dan sekarang orang itu muncul langsung secara live di depan Milan.
Cowok itu masih tetap dengan gaya coold nya Memakai jas dan sambil memasukkan kedua belah tangan ke dalam saku celana berdiri agak sedikit condong kedepan, menyama ratakan tingginya dengan tinggi Milan, menatap Milan dalam dengan ekspresi wajah yang tak terbaca.
...
Mereka sudah duduk tak jauh dari lingkungan pesta tersebut dan juga Alka yang bergabung bersama mereka .
"Jadi gimana Mil?" suara Alka yang membuyarkan lamunan mereka
"Gimana apanya?" jawaban Milan yang memang belum mengerti ke mana arah pembicaraan Alka.
" Lo Nerima gue apa nggak?"
Ini sumpah lah demi apapun, beneran seorang Alka nembak Milan yang notabenya seorang perempuan tomboy yang tak pernah pacaran sebelumnya, Jika fans-nya Alka tau pasti Milan akan di serang dan di hujat di sekolah.
"Hei Lo nembak cewe atau mau ngajak berantem sih Al? Gak ada romantisnya"Gladys membuyarkan lamunan Milan dengan mulut yang masih terbuka .
"Kalau begitu ngga usah di terima aja
Mil! Masa iya cowok ngga bisa romantis dikit ke cewe "
"Apa Lo bilang barusan?" Terdengar suara Alka yang tak bersahabat pada Gladys.
"Gue bilang ngga usah Terima!!" Gladys menekan kan di setiap kata yang dia ucapkan .
"Ihhh kok berantem sih?
Ini apa sih maksud nya aku ngga ngerti apa yang kalian omongin!"
"Siapa yang nerima siapa?" Dengan harapan ada jawaban dari pertanyaan nya
"Gue, Dia" . Alka yang menunjuk dirinya dan Gladys menujuk ke arahnya Alka
"Trus Lo Nerima gue apa engga ? " Ulang Alka sekali lagi Gue suka sama Lo!!" tegasnya.
"Hmmmmm, cuma deheman yang terdengar dari mulut gadis itu, percayalah sekarang logika dan otaknya sedang bertarung mencerna pernyataan itu.
"Gue akan nunggu jawaban dari Lo sampai Lo siap buat jawab!!" Gue gak maksa Lo untuk Nerima ataupun ngebalas perasaan gue, tapi setidaknya tolong pertimbangkan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Gimana menurut kalian di part ini?
Jangan lupa tinggalkan jejak ya
Dengan cara
Follow
Vote
Komen
See you di chapter selanjutnya 😘🤗
Aimisa_14
KAMU SEDANG MEMBACA
Love story Alka
Fiksi Remajatidak semua kisah cinta itu berjalan dengan indah, ada juga yang penuh sandiwara dan air mata, sama seperti kisah cinta seorang Milan lexiana allegra dengan seorang Alka diraga Alviando. "Jangan terlihat seperti kamu yang paling tersakiti di dunia i...
