Yoongi menghubungi Hara malam itu juga. Mengajak mantan istrinya bertemu demi dengan dalih ingin membicarakan sesuatu. Hara yang sudah mengenal Yoongi cukup lama sudah tau ke mana arah pembicaraan yang akan mereka bahas. Jungkook adalah topik utama yang Yoongi maksud. Meskipun tidak berminat, Hara setuju untuk bertemu esok hari di kantor Yoongi.
"Kau dengar, Tae?" tanya Hara setelah mematikan sambungan teleponnya. "Mengapa kau tidak segera membunuhnya saja? bukankah itu lebih mudah?" Hara terdengar kesal sebab Taehyung masih saja bermain-main dengan tugasnya.
"Kau ingin aku segera membunuhnya?" Taehyung mengulangi pertanyaan Hara. "Hey hey, tunggu dulu, Nyonya. Apa kau bisa menjamin keamananku jika polisi mengejarku?!" cicitnya. "Aku ingin melakukannya dengan cara halus, tidak sekasar dirimu!" Taehyung lantas mengunyah anggur yang tersedia di atas meja.
Hara berdecih, jika saja ia sudah tidak membutuhkan Taehyung demi menjaga tangannya tetap bersih, ia tidak akan segan membuat pria yang terkenal sebagai pembunuh tanpa jejak ini lenyap selamanya. Iya, Taehyung dikenal sangat profesional dan rapi menangani korbannya. bahkan ketika ia berhasil tertangkap, tidak ada seorang pun yang bisa membuatnya menerima hukuman. Obsesi Hara membunuh putranya sudah terlalu besar, entah mengapa ia selalu ada perasaan benci walaupun hanya melihat seujung rambut anak laki-laki yang telah ia lahirkan.
"Datangi saja, mantan suamimu tidak segegabah itu melenyapkanmu," ucap Taehyung sembari memotong daging setengah matang sebelum memasukannya ke dalam mulut. "Aku akan mengurus sisanya," ia melanjutkan sambil mengerutkan hidung mencoba meyakinkan client berharganya. Tentu saja, Hara rela melakukan apapun dan membayar berapapun untuk memenuhi ambisinya.
Wanita itu tak menjawab apapun. Selera makannya sudah hilang, rencana yang sebelumnya sudah ia susun hancur berantakan. Walau begitu, kaki berbalut stilleto hitam itu melangkah pasti ke kantor sang mantan suami keesokan harinya. Semua orang di kantor sangat terkejut dengan kedatangan Hara siang itu. Beberapa orang mengira jika pimpinan mereka akan rujuk, dan yang lain menganggap jika mereka akan menentukan hak asuh yang seharusnya Hara dapat atas Jungkook.
"Aku pikir, kau tidak serius mengembangkan bisnismu, Yoongi-ssi?" Hara berucap di ambang pintu. Menatap Yoongi yang nampak tenang setelah menandatangani beberapa berkas yang diserahkan padanya. "Sungguh suatu kehormatan diundang langsung olehmu ketika kau sedang terlihat sangat sibuk," Hara tersenyum sinis.
Yoongi lalu meminta asistennya untuk membawa semua berkas keluar, dan meminta seluruh pertemuan hari ini dibatalkan. "Silahkan masuk, Hara-ssi," Yoongi balas senyum ramah. Ia juga bangkit dari tempat duduknya, menyambut Hara seolah tidak terjadi apa-apa. Yoongi berjalan ke arah lemari dekat meja kerjanya, memilih wine yang paling mahal untuk mereka minum berdua.
"Kau tidak perlu membatalkan semua jadwalmu, aku hanya mampir sebentar," kata Hara. Wajahnya menampakan ketidaksukaan yang teramat.
"Ah, tidak masalah ... aku juga sedang ingin istirahat untuk saat ini," Yoongi lantas duduk di sofa, menuangkan wine kemudian mempersilahkan Hara untuk duduk.
"Aku rasa kau sudah tau jika aku tidak suka basa-basi, jadi langsung saja ke intinya!" ujar Hara.
Yoongi tersenyum kecut, memandang mantan istrinya yang masih dengan egoisnya berdiri sambil menatap dirinya. "Kau tidak pernah berubah dari dulu," ucap Yoongi.
"Aku benar-benar tidak butuh basa-basimu," kata Hara. "Kau ingin memperingatkanku agar tidak mengganggu putramu, bukan?" Hara menatap nyalang pria berkemeja hitam itu.
"Sepertinya aku sudah tidak perlu menjelaskan apapun padamu," kata Yoongi. "Hatimu sudah tertutup kalau aku mengatakan semua ini bukan salah Jungkook tapi ini salahku," ia melanjutkan. "Aku sudah menuruti permintaanmu untuk bercerai dan mengapuskan status pernikahan kita, apa itu belum cukup?" Yoongi memandang mantan istrinya. Berusaha setenang mungkin agar tidak memancing emosi Hara lebih jauh.
KAMU SEDANG MEMBACA
PRINCE JUNGOO
Fiksi Penggemar[ON GOING] 181030 "Pokoknya, Jungkook itu Bosnya!"- Kim Jiseo Jeon Jungkook, anak satu-satunya dari pengusaha besar Jeon Yoongi. Setelah beberapa kejadian yang ia lewati, anak itu sekarang menjadi dingin, angkuh bahkan ia sangat suka berbuat seenakn...
