Vote,komen,dan follow akun author!!.
typo bertebaran dimana-mana!!
Happy reading guys❤️❤️❤️
****
Ara pun segera membasuh wajah nya yang terlihat sangat berantakan, di lihat nya pipi nya yang memerah karena tamparan Siska dkk.
Menghela nafas Ara segera keluar dari toilet, jam pergantian pelajaran sudah berbunyi yang arti nya Guru killer yang masuk mengajar di dalam kelas nya.
Melihat rok nya yang basah membuat Ara lagi-lagi mendesah dirinya pun pergi menuju loker milik nya, berniat untuk mengambil baju olahraga nya.
Di buka nya loker milik nya tak sengaja pandangan Ara melihat surat yang terselip antara baju olahraga nya dan juga buku milik nya.
Mengambil surat tersebut Ara segera membaca nya.
"Tunggu saja!! penderitaan lo akan segera di mulai Bitch!!!"
Membaca itu tak terasa mata Ara memanas dirinya meremas kertas tersebut dan membuang nya ke tempat sampah.
"Apalagi ini"Ucap nya lirih.
Ara dengan cepat-cepat mengambil baju olahraga milik nya dan kembali menuju ke toilet untuk mengganti baju.
Di balik tembok dua orang tertawa sinis"Kita lihat sampai mana jalang itu bertahan"Ucap wanita yang mengikat rambutnya.
"Gue nggak sabar lihat jalang itu menderita"Ucap wanita satunya yang menggerai rambut nya.
Mereka pun segera pergi dari sana sebelum ada orang yang melihat mereka.
****
Ara kini sudah berdiri di depan pintu kelas nya, dengan ragu dirinya mengetuk pintu kelas sehingga membuat semua nya melihat ke arah nya.
"Ara sudah jam berapa ini!! kenapa kamu baru masuk ke dalam kelas hah!!, dan apa-apaan ini kenapa kamu memakai baju olahraga!! ini bukan waktu nya pelajaran olahraga!!"Bentak guru yang bernama bu Rika.
"Maaf bu. Baju saya basah karena nggak sengaja terpeleset waktu di toilet bu"Ucap Ara menunduk.
"Saya tidak terima alasan kamu!! sekarang kamu harus membersihkan sampah-sampah yang berserakan di lapangan!!"Sarkas bu Rika dengan tajam.
Ara pun hanya bisa pasrah di lihat nya Siska tersenyum mengejek, Ara pun pergi menuju lapangan untuk menjalankan hukuman nya.
Terik mata hari menusuk kulit putih milik Ara, bulir-bulir keringat kini sudah membasahi jilbab milik Ara.
30 menit Ara gunakan untuk membersihkan lapangan yang sangat luas ini, Ara pun berjalan lesuh ke pinggir lapangan. Duduk di bawah pohon dan memejamkan matanya.
Ara segera membuka matanya saat rasa dingin menjalar di pipi bagian kanan nya,. pipi bagian yang Siska dkk tampar tadi.
Di lihat nya Alex yang tengah tersenyum tipis ke arah nya"Cape kan? nih minum"Ucap nya.
Ara mengerjab-ngerjab kan matanya, dilihat nya minuman itu dan bergantian melihat ke arah Alex yang kini terkekeh renyah.
Alex yang melihat Ara tak merespon nya pun merasa gemas"Minum"Tekan nya lagi.
"Eh, makasih kak Alex"Ucap Ara tersenyum canggung.
Dengan segera Ara membuka botol minuman itu dan meneguk nya dengan rakus, Ara tak menghiraukan Alex yang sedari tadi melihat nya.
Di rasa legah Ara pun tersenyum manis ke arah Alex yang kini memasang wajah datar.
"Kok kak Alex di luar? emang kak Alex jamkos ya?"Tanya Ara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Afifah
Novela JuvenilAfifah Humairah adalah seorang gadis yang taat pada agama di suatu hari Afifah yang baru saja keluar dari Alfamart dan hendak menyebrang tak melihat dari arah kiri sebuah truk melaju dengan sangat kencang sehingga membuat nya tak sempat menghindar...
