Puisi 3

11 6 0
                                    


 PUASA

Puasa bukan hanya di Ramadan.
Puasa menyerta di bulan-bulan lainnya
hingga perpisah dengannya tak pernah ada,
datang perginya sudah biasa,
sebagaimana waktu lain yang terus menyerta.
 
Nyala puasa menerangi langkah bagi pejalan di kekiniannya.
Puasa ada dalam sadarku.
kepergiannya tak lain sebab lalaiku.
Hadirnya itulah aku.
 
Terselip bukan dalam ruang dan ingatan
utuh, berpada dalam gerakku.
puasa tak akan pernah ke mana-mana.
Ia adalah pesona rupa hamba, yang tak nampak wajah.

Ia adalah pesona rupa hamba, yang tak nampak wajah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Syimfoni SenjaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang