Puisi 28

5 2 0
                                    

SERUPA ANGIN

Angin senja terserap raga.
Mengganjal rasa di dada.
Aku tahan rasa yang menyumbat
Diam, sebatas merasai.
 
Ada yang bergerak perlahan, dengan kelembutan
Aku tetap menahan rasa yang menyerta.
Minuman hangat dan obat gosok kubalurkan raga.
Duhai yang terjebak. Keluarlah!
 
Ehhhh ...
Aku pun bersendawa.
Duuuutt ...
Keluarkan gas yang tersimpan lama.
Sehat seketika.
 
Luka derita lenyap serupa angin
datang perginya, tak permisi.
Moga kedamaian dirasakan di negri pertiwi
dan juga, setiap penghuni bumi.

Moga kedamaian dirasakan di negri pertiwidan juga, setiap penghuni bumi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

 
 

Syimfoni SenjaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang