Kumpulan puisi dalam pembebasan dan sambutan akan diri yang telah terlahir, kemudian terlahir kembali. Menjadi diri yang baru.
Cinta bukan lagi soal perjalanan. Cinta adalah, air mata rindu para pencari kebenaran.
*****
Kepada yang terus berusaha m...
Waktu yang dulu kukejar-kejar kini sudah tak lagi. Waktu yang dulu sering kutinggali juga tak balik mengejarku.
Saat ini aku menjadi sahabat waktuku bahwa, waktu tak pernah berlari ataupun diam terhenti. Waktu adalah waktu, yang tetap diam dalam posisi. Tak pernah ke mana-mana, sebatas mengikuti gerakku saja.
Akulah yang bergerak. Sementara waktu terus mendampingi. Gerakku adalah gerak waktu. Meski kaki pendek atau buntung sekalipun tak perlu lagi berlari juga tak penting tetap berdiam diri.
Waktu dan gerak adalah aku di masa kini, yang tak lagi keluarkan energi. Saat waktu mengantarku ke masa lalu, ataupun ke masa nanti, sebatas ia menghibur diri yang letih dan aku pun segera kembali di waktuku kini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.