Kumpulan puisi dalam pembebasan dan sambutan akan diri yang telah terlahir, kemudian terlahir kembali. Menjadi diri yang baru.
Cinta bukan lagi soal perjalanan. Cinta adalah, air mata rindu para pencari kebenaran.
*****
Kepada yang terus berusaha m...
Kasus penyalahgunaan uang, kasus pencabulan, kasus pemerkosaan, kasus pembuangan anak dan pembunuhan, kasus pencarian jati diri muda-mudi yang ingin viral, dan kasus-kasus lain yang sedang marak, menggambarkan bahwa negri pertiwi dalam keadaan bersedih, menjerit, dan perih, di mana nilai kemanusiaan sudah tak ditemui.
Terganti robot-robot yang tak bernaluri. Kebenaran yang jelas dan nyata seolah menjadi abu-abu.
Di mana adil? Di mana adab? Di mana persatuan dan kesatuan? Di mana hikmat? Di mana kebijaksanaan?
Semua sudah tak ada Adil hanya ada dalam kata yang terucap lidah Adab sudah membeda-beda Bersatu dalam bersekutu bagi yang mampu, bukan saja ilmu, Hikmat tergadai hujat Pecah di mana-mana ...
Rakyat melawan pemerintah Orang tua kehilangan wibawa Guru kehilangan karisma Ahh, bagaimana nasib ibu pertiwi gemah ripah loh jinawi yang kucintai?
Luka ibu pertiwi, luka setiap sanubari Putra-putri yang terlahir di bumi bestari, mengingkari ajaran budi
Bendera pusaka, berlambang cinta dan kesuciannya telah ternoda Kita telah terpecah belah, pecahan terkotak-kotak oleh ambisi perampok negri
Aku marah. .. Siapa mencipta ini semua?
Di sepanjang waktu ibu pertiwi merintih ...
"Aku yang telah merdeka, telah terjajah para durjana pengaku pencinta bangsa. Adakah yang mendengar deru jerit tangisku?"
"Akulah sang penggerak pena, yang menuang pesan ibunda."
Selama dadaku berdetak 'Kan kutuang selalu pesan cinta untuk anak bangsa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.