Kumpulan puisi dalam pembebasan dan sambutan akan diri yang telah terlahir, kemudian terlahir kembali. Menjadi diri yang baru.
Cinta bukan lagi soal perjalanan. Cinta adalah, air mata rindu para pencari kebenaran.
*****
Kepada yang terus berusaha m...
Kemaren kulihat diriku terlahir untuk yang kesekian kalinya. Aku yang menua menjadi baru
Hanya ada sepasang mata yang melihat kelahiran itu. Tentu saja dia yang kini menjadi pilihan-Nya. Kubiarkan soal huruf di buku yang tak berada di kediamanku.
Jika bayi terlahir untuk dikunjungi Maka yang senja terlahir untuk sendiri, agar terbiasa di tempat barunya nanti. Rasa ngeri pun tertuang dalam puisi
Moga hening membeningkan. Cukup melihat, pemandangan dilepas sebelum lepas.
Hal menyenangkan adalah merasakan kekuatan. Menerima saat buku terbaca bagus dan tak terbaca sekalipun.
Cukup menuang dan menghadirkan, sesuatu yang terolah dalam pergantian situasi.
Menerima siapa pun yang hadir. Melepas yang mau berlepas. Tak memanggil-manggil, karena panggilan ada di dalam, sementara yang di luar diam sebatas menyaksikan tanpa mengguna mata.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.