Kumpulan puisi dalam pembebasan dan sambutan akan diri yang telah terlahir, kemudian terlahir kembali. Menjadi diri yang baru.
Cinta bukan lagi soal perjalanan. Cinta adalah, air mata rindu para pencari kebenaran.
*****
Kepada yang terus berusaha m...
Ada rasa gejolak di dada Antara kemarahan dan peringatan Saat melihat rasa kesal. Maka kesal pun menyerta, tanpa menunggu. Saat melempar rasa, namun lemparan itu berbalik Dan itu yang membuat dada menjadi menggebu.
Aku yang menghantam diri Di dalamnya ada panas yang jika ada sesuatu mungkin bisa matang sebab uapnya Namun, tak ada yang bisa dimanfaatkan.
Dada sesak mengusap-usap "Tenang ... tenang." Tenang pun seketika itu menyerta.
Puisi ini sebuah pesan, bahwa Apa pun yang diinginkan, maka tak perlu takut untuk kita menghadirkan. Saat kita berani, kehadiran akan yang diingini pun segera menyerta juga.
Bukankah Dia sebagaimana prasangka hamba?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.