Puisi 32

5 1 0
                                    

Ruang Rahsa

Ada rasa gejolak di dada
Antara kemarahan dan peringatan
Saat melihat rasa kesal.
Maka kesal pun menyerta, tanpa menunggu.
Saat melempar rasa, namun lemparan itu berbalik
Dan itu yang membuat dada menjadi menggebu.

Aku yang menghantam diri
Di dalamnya ada panas yang jika ada sesuatu mungkin bisa matang sebab uapnya
Namun, tak ada yang bisa dimanfaatkan.

Dada sesak
mengusap-usap
"Tenang ... tenang." Tenang pun seketika itu menyerta.

Puisi ini sebuah pesan, bahwa
Apa pun yang diinginkan, maka tak perlu takut untuk kita menghadirkan.
Saat kita berani, kehadiran akan yang diingini pun segera menyerta juga.

Bukankah Dia sebagaimana prasangka hamba?

Bukankah Dia sebagaimana prasangka hamba?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Syimfoni SenjaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang