Kumpulan puisi dalam pembebasan dan sambutan akan diri yang telah terlahir, kemudian terlahir kembali. Menjadi diri yang baru.
Cinta bukan lagi soal perjalanan. Cinta adalah, air mata rindu para pencari kebenaran.
*****
Kepada yang terus berusaha m...
Percik api keluar lisan si Papa. Tunggu saatmu seperti aku. Tawa lepasmu 'kan menambah dosa. Aku yang sekarat bahkan ingin dirampoknya.
Gila! Ternyata dia duafa yang sebenarnya. Kemarilah! 'kan kubagikan semua makanan mewah dan kuikuti apa yang kau mau. Biarlah aku cukup melapangkan rumah reyotku. dan segera kubangun swargaloka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.