"Harus banget ya narik tangan gw kayak gini?" ucap Lisa kesel banget.
"Lo minta gw peluk pinggang lo lagi kayak kemarin?" ucap Ruto terkekeh.
"Halu lo? Lepas....nggak usah narik-narik gw bisa jalan sendiri " Lisa masih kesel.
"Ntar lo ilang..." Ruto yg malah semakin mengeratkan genggaman tangan nya.
"Gw bukan bocil...jalan segini doang nggak mungkin bikin gw ilang, lepas ihhh gw males diliatin orang-orang" rengek Lisa.
"Ya bagus" jawab Ruto santai.
"Bagus apanya?" protes Lisa.
"Biar orang-orang tau lo punya gw" ucap Ruto dengan smirk nya.
"What?" teriak Lisa dan hendak melepaskan tangan nya dari genggaman Ruto.
"Mau kemana?" Ruto yg masih menggenggam tangan Lisa. "Duduk sini, ayo makan, gw laper" ucap Ruto memberi isyarat agar Lisa duduk.
"Lo yg laper kenapa gw yg repot sih" protes Lisa.
"Gw laper...dan gw mau lo disini temenin gw" ucap Ruto penuh penekanan.
"Gw nggak laper dan gw nggak mau duduk disini" tolak Lisa ketus.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Diem..duduk..dan makan bareng gw, nanti gw anter lo pulang. Kalo lo masih berisik terus gw cium lo sekarang di depan umum, mau? " ancam Ruto, Lisa yg mendengarnya langsung kicep dan cuma bisa meremas jarinya menahan kesal.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jangan pasang ekspresi kayak gitu makin bikin gw pengen cium lo tau nggak" Ruto dengan smirknya. . . .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.