19. EXTRA CHAPTER (YOU COMPLETE ME)

1.1K 88 8
                                        

CW // MATURE CONTENT

🔞🔞🔞


Naya mengerjap pelan dan tersenyum kecil saat merasakan lengan kekar yang memeluk tubuhnya dan usakan di tengkuknya. Dia memutar badan perlahan yang membuat maniknya bertemu dengan tatapan teduh Jemio.

"Morning..." sapa Jemio dengan deep voice yang masih terdengar agak serak.

"Morning, kamu sampe jam berapa semalam?" tanya Naya sambil mengulurkan lengannya untuk meraih tumbler minum di nakas.

"Jam 1 kayaknya." Jawab Jemio setelah Naya selesai meneguk air putih dan tangannya kembali menarik Naya untuk masuk dalam pelukannya. Kecupan ringan Jemio berikan di puncak kepala Naya.

"Kok nggak bangunin aku?" Naya kembali bertanya seraya makin merapatkan tubuhnya dengan tubuh Jemio.

"Kasian kamunya kayak capek banget. Aku ndusel-ndusel, jangankan bangun, bergerak aja nggak."

Naya terkekeh. Jemio baru saja kembali setelah perjalanan dinas ke Surabaya selama 2 hari, dan kemarin Naya juga sibuk mempersiapkan grand launching cabang coffee shop-nya di PIK. Jadilah setelah tiba di rumah, dia hanya membersihkan diri sebentar sebelum tertidur dan tidak menyadari kepulangan suaminya.

"Kangeeeeen..." rengek Jemio dengan suara seraknya yang sampai saat ini masih membuat Naya merasa panas-dingin.

"Baru juga dua hari." Naya mencubit dagu Jemio dengan gemas yang dibalas Jemio dengan kecupan di bibirnya.

Dari satu kecupan, bertambah kecupan-kecupan lain yang menjalar ke seluruh wajah dan perlahan turun ke leher Naya. Membuat Naya kembali memejamkan mata dan meremat rambut Jemio perlahan. Jemio kembali mendongak, membelai dan menatap wajah Naya penuh sayang, membuat Naya bersyukur setiap detiknya karena sampai hari ini cinta dan sayang Jemio masih sama besarnya. Naya baru mau memajukan wajahnya untuk melumat bibir Jemio saat merasakan sentuhan kecil di pundaknya. Dia menoleh dan matanya langsung bertemu dengan mata berbentuk bulan sabit milik Neoma.

Neoma Candramaya Adhyatma, buah hati Naya dan Jemio yang lahir enam bulan lalu saat langit malam dihiasi purnama yang indah. Kebahagiaan dan anugerah luar biasa indah yang diberikan Allah untuk mereka berdua. Si cantik yang mewarisi, mata, hidung dan senyuman Jemio, dengan pipi chubby yang membuat siapapun berdecak gemas setiap melihatnya, tidak terkecuali kedua orangtuanya yang menjadi bucin Neoma nomor satu.

"Anak mamih udah bangun? Iyaaa?" Naya otomatis memutar tubuhnya menjadi berhadapan dengan Neoma sepenuhnya dan berbicara dengan suaranya yang menggemaskan membuat Jemio sampai menggertakkan giginya menahan gemas.

"Bababababa...." Neoma mengoceh dengan bahasa bayinya. Kata orang-orang, Naya tidak menurunkan fisiknya ke Neoma yang wajahnya lebih mirip Jemio, tapi menurunkan bawel dan ceriwisnya pada Neoma yang semakin pandai mengoceh.

"Coba lihat siapa yang pulang?" Naya mengangkat tubuh gempal Neoma untuk dia dudukkan di perutnya.

"Dadadada,,,aaaa,,,dadada." Neoma semakin mengoceh senang saat matanya menangkap wajah daddy-nya yang berbaring menyamping menghadapnya. Tangannya bergerak heboh meminta digendong. Jemio tertawa renyah sambil duduk dan bersandar di kepala ranjang sebelum meraih Neoma dan memangkunya.

"Assalamualaikum cantiknya daddy. Kangen yah sama daddy? Samaaa, daddy juga kangen adek, kangen mamih." Jemio berkata seraya mengusakkan hidungnya ke pipi Neoma yang tertawa heboh.

"Nggak nakal kan pas daddy tinggal? Ngerepotin mamih nggak?" Jemio menghujani pipi Neoma dengan kecupan-kecupan gemas.

Naya di samping mereka berdua tersenyum melihat interaksi suami dan anaknya. Jemio dan Neoma kemudian asyik sendiri, seolah melupakan kehadiran Naya. Jemio yang terus-terusan mengajak Neoma ngobrol, dan bayi cantiknya yang membalas dengan ocehan-ocehan tidak jelas.

AFTERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang