Hoshi merasa gelisah sejak Woozi mulai mengusut rahasianya tanpa sepengetahuannya.
Suasana yang biasanya membuat Hoshi merasa nyaman kini terasa menyengat dengan ketegangan yang tidak biasa.
Begitu Hoshi keluar dari kamarnya, wajahnya langsung beralih dari marah menjadi cemas ketika melihat sosok yang sudah dikenalnya berdiri di ruang tamu.
Kim Taeri, kakak tiri Hoshi, menatapnya dengan senyuman misterius.
"Hoshi, kita perlu berbicara," ujarnya dengan nada yang mengandung ancaman.
"Kenapa kau ada di sini? Bagaimana kau bisa tahu sandi pintu rumahku?" tanya Hoshi, berusaha tetap tenang meskipun hatinya berdegup kencang.
"Aku terus mengawasimu belakangan ini dan hanya ingin memastikan semuanya berjalan lancar." jawab Taeri, berjalan mendekat.
"Aku mendengar tentang keadaanmu dan Woozi. Sangat menarik, ya?" imbuhnya.
Hoshi merasa seolah-olah ditelanjangi di hadapan Taeri, "Terus kenapa?" katanya.
"Aku hanya khawatir tentang reputasimu." Taeri melanjutkan, mempermainkan kata-katanya.
"Kau tahu, ada banyak mata yang memperhatikan kita, dan aku gak ingin kau mengecewakan orang tua kita." imbuhnya.
"Jangan sekali-kali mengancamku dengan hal seperti itu." Hoshi menjawab, suaranya datar tetapi menegaskan.
Taeri menyeringai, "Siapa yang mengancam? Aku hanya mengingatkanmu bahwa kita berdua berada di posisi yang sama. Kita berdua harus menjaga nama baik keluarga. Terutama, dirimu." katanya.
Hoshi merasakan kilatan amarah, "Jadi, kau merasa bisa datang ke sini dan mengatur hidupku semaunya? Apa yang kau inginkan, Kim Taeri?" katanya.
"Aku hanya ingin memastikan bahwa si anak cebol itu gak merusak semuanya. Dia adalah omega yang penuh masalah, dan kau tahu itu. Bagaimana jika dia mengancam keluargamu? Bagaimana jika dia memberontak? Kau tahu betapa berbahayanya itu bagi kita berdua." jawab Taeri, merendahkan suaranya.
Hoshi terdiam dan menyadari bahwa Taeri punya poin. Woozi mungkin tampak lemah, tetapi dia adalah sebuah misteri. Ada sesuatu di dalam diri Woozi yang bisa menjadi ancaman jika tidak dikelola dengan benar.
Namun, Hoshi juga merasakan dorongan untuk melindungi Woozi, bahkan dari pengaruh Taeri.
"Aku gak akan membiarkanmu mengontrol hidupku atau hidup Woozi. Dia bukan masalahku, dia adalah—" kata Hoshi.
"Dia adalah milikmu, Hoshi." potong Taeri, suaranya bergetar penuh intimidasi.
"Tapi jika dia gak berfungsi sesuai rencanamu, aku gak akan ragu untuk menghapusnya. Keluarga kita sudah cukup mengalami kerugian. Gak ada lagi ruang untuk kesalahan."
Mata Hoshi melebar, "Apa maksudmu? Kau akan membunuhnya?" katanya.
Taeri tertawa sinis, "Oh, aku gak akan membunuhnya secara fisik, enggak kok. Tapi menghapus jejaknya dan membuatnya gak berdaya, itu bisa jadi pilihan yang lebih... elegan. Aku tahu cara-cara untuk membuat seseorang merasa kesepian. Itu bisa jadi lebih berbahaya daripada sekadar serangan fisik." katanya.
Hoshi merasa tubuhnya kaku. Dia tahu kakaknya sedang tidak bercanda. Kim Taeri adalah seseorang yang tidak segan-segan menggunakan kekuatan untuk mencapai tujuannya. Dia ingin Hoshi merasa terpojok, berada di antara cinta dan ancaman.
"Jangan berani-berani kau mengganggu atau menyentuh Woozi. Dia gak ada hubungannya dengan ini." Hoshi memperingatkan, suara dinginnya menciptakan jarak di antara mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN : Code Three | SoonHoon ✓
Fantasy"Aku ingin mencintaimu tanpa memperdulikan seluruh celah yang kau miliki." • Code 3 : Cold • ⚠️WARNING!⚠️ - BxB - Mature Content - 🔞🔞 Main Cast : - Kwon Soonyoung (Hoshi) - Lee Jihoon (Woozi) Additional Cast : - Boo Seungkwan - Vernon Chwe - Joshu...
