Woozi menatap mata keemasan milik Hoshi dengan cemas, kesadarannya mulai direnggut oleh jiwa omeganya. Dirinya seketik butuh sentuhan, dirinya butuh Hoshi sekarang juga, dia butuh mate-nya.
"Sepertinya kau memang harus dihukum." kata Hoshi sambil terpaksa menarik lengan Woozi ke kamarnya.
Sementara Woozi sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk melawannya dan langsung jatuh ke ranjang di kamar Hoshi dengan posisi tengkurap.
"Wah... Kemana Woozi kita yang pembangkang tadi? Apakah dia sudah menghilang?" ejek Hoshi sambil menatap Woozi yang sudah kacau, penuh keringat, bajunya berantakan, tak lupa dengan wajah erotis dan mulutnya yang setengah terbuka.
"Damn it. He's beautiful." batin Hoshi.
"D-diam... Akhh..." Woozi mulai menggeliat tidak nyaman, tubuhnya terasa seperti dibakar.
"Oh? Sekarang berani memerintah, ya? Dan ngomong-ngomong, aku gak menyuruhmu untuk terbaring tengkurap seperti itu." kata Hoshi.
Woozi menarik napasnya dengan sekuat tenaga. Untuk sekedar bergerak saja susah sekali dan sekarang ia disuruh untuk bangkit?
"L-lalu, apa yang h-harus aku lakukan?" kata Woozi.
"Menungging." kata Hoshi sambil menyeringai, membuat Woozi membelalakkan matanya.
"In two minutes." kata Hoshi membuat nyali Woozi menciut sekali lagi.
Terkutuklah Hoshi dan segala aura mendominasinya, Woozi sangat membenci kedua hal itu. Dengan sekuat tenaga Woozi berusaha untuk menungging, tubuhnya gemetar karena reaksi heat-nya.
"Berhitunglah seperti biasanya." kata Hoshi.
Woozi menenggak ludahnya dengan susah payah, karena Hoshi akan menghukumnya lagi sekarang.
"I-iya..." Woozi memejamkan matanya dengan erat untuk mempersiapkan kemungkinan buruk, entah apa yang akan dilakukan Hoshi sekarang.
Plak!
"Akh! Satu!" Woozi menjerit saat Hoshi menampar pantat Woozi dengan cukup keras.
Plak!
"Nghh... Dua!"
Plak!
"T-tigaa..." Woozi mencengkram erat bantalnya, cairan omeganya kembali meluber dan merembes ke celananya.
Hoshi menyeringai saat melihatnya, ia semakin bersemangat untuk mengerjai Woozi. Tubuh Woozi gemetaran saking takutnya.
"Akh! E-empaat..."
Mata Woozi sudah berkaca-kaca sekarang. Ia mati-matian menahan air matanya agar tidak lolos membasahi pipinya.
Hoshi benar-benar membuatnya tersiksa. Omega dalam diri Woozi sudah meraung-raung. Dia benar-benar butuh sentuhan, bukan pukulan yang menjatuhkan harga dirinya seperti ini.
"Memohonlah padaku dan aku akan mengakhiri ini." kata Hoshi, membuat Woozi bergidik ngeri.
Haruskah Woozi meluruhkan egonya dan memohon ampun pada Hoshi?
"Oh, masih belum mau mengakhirinya?" kata Hoshi.
Woozi bingung bukan main karenanya, dia benar-benar bimbang. Bibirnya yang bergetar tidak sanggup untuk mengucapkan sepatah kata.
Plak!
Hoshi pun menampar pantat Woozi lagi namun bukan bermaksud menghukum, melainkan ingin meminta jawaban.
"Kau gak ingin aku mengakhiri siksaan ini padamu, huh?" kata Hoshi membuat Woozi mencengkram bantalnya lebih erat lagi.
Ini benar-benar menghancurkan harga diri namanya, Woozi merasa posisinya lebih rendah dari seorang pelacur.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN : Code Three | SoonHoon ✓
Fantasy"Aku ingin mencintaimu tanpa memperdulikan seluruh celah yang kau miliki." • Code 3 : Cold • ⚠️WARNING!⚠️ - BxB - Mature Content - 🔞🔞 Main Cast : - Kwon Soonyoung (Hoshi) - Lee Jihoon (Woozi) Additional Cast : - Boo Seungkwan - Vernon Chwe - Joshu...
