Chapter 17

1.3K 144 42
                                        

Hoshi dan Taeri adalah saudara tiri yang terpisah oleh berbagai faktor keluarga. Taeri adalah anak dari pernikahan sebelumnya ibu kandung Hoshi, yang berakhir dengan perceraian. Sedangkan Hoshi lahir setelah ibunya menikah lagi dengan ayah kandung Hoshi, sehingga mereka memiliki marga yang berbeda.

Meskipun terhubung oleh darah, hubungan mereka sangat tegang akibat perbedaan latar belakang dan cara ayah mereka mendidik mereka. Taeri merasa terabaikan dan penuh amarah karena melihat Hoshi mendapatkan perhatian lebih dari ibu Hoshi, sementara Hoshi merasa terjebak di antara tuntutan Taeri dan harapan orangtuanya.

Woozi merasakan ketegangan yang meningkat antara dirinya dan Hoshi, terutama setelah munculnya Kim Taeri di rumah mereka waktu itu. Ketika Hoshi mulai menunjukkan perubahan perilaku yang mencurigakan, Woozi merasa ada sesuatu yang tidak beres.

Dalam upayanya untuk memahami keadaan, Woozi memutuskan untuk menyelidiki latar belakang Hoshi lebih dalam. Dia berusaha menghubungi beberapa teman Hoshi dan mendengarkan rumor yang beredar di sekolah, yang mengarahkannya pada fakta-fakta mengejutkan tentang hubungan Hoshi dan Taeri serta rahasia gelap yang mengancam kebahagiaan mereka.

Malam itu, saat Woozi mengamati Hoshi dari kejauhan, dia menangkap sinar mata keemasan Hoshi yang terlihat kosong, seolah ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Dalam perbincangan antara Woozi dan Seungkwan, mereka mendiskusikan perasaan bingung Woozi terhadap Hoshi yang semakin tidak terduga.

"Seungkwan, apakah kau pernah merasakan bahwa Hoshi menyimpan suatu rahasia?" tanya Woozi dengan suara bergetar.

Seungkwan mengangguk, "Ya, ada sesuatu yang aneh. Dia gak seperti biasanya, dan aku bisa merasakan ada tekanan dari keluarga, terutama dari kakaknya." katanya.

Woozi semakin penasaran, "Apa maksudmu?" katanya.

Seungkwan menatap Woozi dengan serius, "Aku mendengar kabar bahwa kakak Hoshi mungkin kembali untuk mengklaim apa yang dia anggap miliknya. Ibunya bercerai dengan ayah kakanya karena KDRT, itu sepertinya yang membuat kakaknya seperti itu. Ini bisa sangat berbahaya bagi Hoshi." katanya.

Ketika Woozi mengemasi tasnya, perasaannya kacau. Dia tahu Hoshi berjuang dengan beban emosionalnya sendiri, dan kehadiran Taeri hanya menambah kompleksitas situasi.

Dalam benaknya, Woozi bertekad untuk menemukan cara untuk membantu Hoshi, terlepas dari segala rintangan yang mungkin muncul. Dia tahu meskipun Hoshi memiliki sisi gelap, ada juga sisi lembut yang ingin dia jaga.

Di saat-saat penuh ketegangan ini, Woozi berjuang untuk menemukan jalan menuju Hoshi dan membangun kembali hubungan mereka, tetapi rasa takut dan keraguan selalu mengintai di setiap sudut.

Dengan tekad yang semakin kuat, Woozi bersiap untuk menghadapi apa pun yang ada di depan mereka, termasuk konfrontasi dengan Taeri.

•••

Setelah jam sekolah berakhir, Woozi merasa gelisah saat berjalan pulang. Suasana di sekelilingnya terasa menegangkan, dan dia tidak bisa menghilangkan perasaan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.

Saat melintasi jalan sepi, tiba-tiba Woozi merasakan tangan yang kuat menariknya ke belakang.

"Hei, apa yang kau lakukan?!" teriak Woozi, berusaha melawan, tetapi seseorang menutup mulutnya dengan cepat.

"Diam, Woozi. Ini untuk kebaikanmu." suara itu familiar—Kim Taeri.

Dengan cepat, Taeri mengikat tangan dan kaki Woozi menggunakan tali yang dibawanya, lalu menyeretnya ke dalam mobil yang sudah menunggu.

Woozi meronta tetapi Taeri berhasil mengendalikan situasi. Taeri menyalakan mesin dan melaju ke arah yang tidak diketahui, sementara Woozi merasa semakin panik.

SEVENTEEN : Code Three | SoonHoon ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang