Setelah lulus dari sekolah, kehidupan Hoshi dan Woozi bertransformasi menjadi sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya.
Mereka tidak hanya berhasil meraih ijazah, tetapi juga telah mengatasi berbagai tantangan yang menguji cinta mereka.
Kini, saatnya untuk membangun masa depan bersama di tengah harapan dan impian yang baru.
Hoshi dan Woozi memutuskan untuk melanjutkan pendidikan mereka di universitas yang sama, di mana keduanya mengambil jurusan musik.
Woozi dengan bakatnya yang luar biasa dalam menciptakan lagu, merasa bahwa tempat ini adalah langkah yang tepat untuk mengejar impiannya.
Sementara itu, Hoshi bertekad untuk mendukung Woozi, berusaha keras agar mereka bisa menyusun masa depan yang berkelanjutan.
Malam setelah kelulusan, saat mereka berjalan bergandeng tangan di tepi pantai, Woozi menatap langit berbintang.
"Kau ingat saat kita pertama kali bertemu?" tanya Woozi, senyum manis menghiasi wajahnya.
"Bagaimana mungkin aku bisa melupakan? Saat itu kau sangat membangkang dan gak mau mengakui bahwa aku adalah mate-mu." Hoshi menjawab dengan tawa, wajahnya bercahaya.
"Ya, aku masih ingat bagaimana aku berjuang untuk menjaga jarak darimu. Tapi sekarang, aku gak bisa membayangkan hidupku tanpamu." ungkap Woozi, dengan nada penuh perasaan.
"Mari kita terus berjalan bersama." kata Hoshi dengan lembut, lalu mencium kening Woozi, menguatkan janji mereka untuk selalu bersama.
•••
Setelah beberapa tahun menempuh pendidikan, Hoshi melamar Woozi dalam suasana yang sangat romantis. Hoshi mengundang Woozi ke tempat di mana mereka pertama kali bertukar ciuman—di tepi pantai Pulau Jeju dekat sebuah restoran seafood di malam berbintang.
"Lee Jihoon. Maukah kau menjadi istriku?" Hoshi berlutut, menatap mata Woozi dengan penuh cinta.
Dengan air mata bahagia dan Woozi menjawab, "Ya, aku mau!" katanya.
Suasana itu menjadi puncak kebahagiaan mereka, dan pernikahan mereka direncanakan dengan penuh cinta.
•••
H
ari pernikahan mereka adalah salah satu momen paling berkesan dalam hidup. Dikelilingi oleh teman-teman terdekat, termasuk Seungkwan, Joshua, dan Vernon yang menjadi pengiring mereka, upacara itu penuh dengan tawa dan haru.
Dalam balutan tuxedo pengantin putih yang indah, Woozi tampak sangat memukau. Sedangkan Hoshi tampil dengan jas hitam yang membuatnya terlihat semakin menawan.
Ketika mereka bertukar janji di depan altar, Hoshi memegang tangan Woozi dengan erat.
"Aku berjanji akan mencintaimu dalam suka dan duka, selamanya." ucap Hoshi dengan suara bergetar.
"Dan aku berjanji untuk selalu mendukungmu, apapun yang terjadi." balas Woozi, penuh keyakinan.
•••
Setelah menikah, Hoshi dan Woozi memulai kehidupan baru sebagai pasangan suami istri. Mereka memilih untuk tinggal di sebuah apartemen kecil yang nyaman, dikelilingi oleh teman-teman dekat mereka.
Kehidupan sehari-hari mereka dipenuhi dengan cinta, tawa, dan musik. Woozi terus mengembangkan bakatnya sebagai produser musik, sementara Hoshi menyibukkan diri dengan pekerjaan sebagai koreografer sembari membantu jalannya bisnis perusahaan ayahnya.
Suatu sore, saat Woozi sedang menciptakan lagu baru, Hoshi pulang dengan membawa makanan kesukaan Woozi.
"Aku tahu kau pasti lapar setelah berjam-jam di studio." Hoshi berkata sambil meletakkan makanan di meja.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVENTEEN : Code Three | SoonHoon ✓
Fantasía"Aku ingin mencintaimu tanpa memperdulikan seluruh celah yang kau miliki." • Code 3 : Cold • ⚠️WARNING!⚠️ - BxB - Mature Content - 🔞🔞 Main Cast : - Kwon Soonyoung (Hoshi) - Lee Jihoon (Woozi) Additional Cast : - Boo Seungkwan - Vernon Chwe - Joshu...
