Part 10

2.5K 239 18
                                        

Setelah drama yang dilakukan Haikal karena anak ayamnya mati, mereka kini tengah berada di depan gerbang sekolah yang sudah di tutup.

"Pak, bukain gerbangnya dong," teriak Andra.

"Kenapa kalian baru berangkat?" tanya satpam.

"Ini pak kita abis nolongin korban kecelakaan," jawab Adnan.

"Iya pak, kasian korbannya meninggal di tempat," sahut Andra.

"Beneran? Gak bohong kan?"

"Enggak pak, bukain dong pak." Adnan memasang wajah memelas sambil menatap ke arah satpam.

"Yaudah, kalian boleh masuk tapi inget besok jangan sampe telat lagi." Kemudian satpam membukakan gerbang agar mereka berlima bisa masuk kedalam sekolah.

"Gak janji pak," balas Andra.

Mereka berlima berjalan menuju ke kantin, untuk apa masuk ke kelas jika ujung-ujungnya akan di hukum berjemur di lapangan atau membersihkan toilet, lebih baik mereka pergi ke kantin.

"Aelah kal gitu doang ngambek, kan bisa ganti pelihara yang lain, lagian tuh ayam juga nemu di selokan," ucap Bayu.

Haikal hanya diam enggan untuk membalas ucapan Bayu, siapa suruh mendoakan ayamnya mati ketabrak.

"Jangan ngambek dong kal, gua traktir deh," rayu Bayu, walaupun harus merelakan dompetnya menipis karena Haikal juga sudah di traktir kadang suka lupa diri.

"Beneran?" tanya Haikal yang akhirnya buka suara.

"Iya, sono gih pesen."

Haikal yang mendengar ucapan Bayu langsung tersenyum senang, dengan langkah riang dia berjalan menuju ke stand penjual. Yang lain hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Haikal yang seperti anak kecil, padahal yang paling muda di antar mereka adalah Adnan.

Tak lama kemudian Haikal datang dengan membawa nampan di tangannya jangan lupakan senyum lebar di bibirnya.

"Udah puas kan?" tanya Bayu, yang di balas anggukan kepala oleh Haikal.

"Jadi udah gak ngambek nih ya sama gua, kan udah gua bayarin makan?"

"Iya udah enggak, tapi kalo sama Bryan gua masih ngambek," jawab Haikal.

Orang yang di maksud Haikal hanya menoleh sebentar sambil mengangkat bahunya acuh, "oh," balas Bryan sambil memainkan ponselnya.

"Udah gua transfer, segitu cukup?" tanya Bryan.

Buru-buru Haikal langsung mengecek ponselnya, ternyata benar Bryan mentransfer uang ke rekening nya. Haikal langsung menatap kearah Bryan dengan mata yang berbinar-binar, kemudian dia memeluk tubuh Bryan dengan erat sedangkan Andra dan Adnan mengerjapkan matanya kaget.

Segampang itu transfer uang ke rekening Haikal? batin mereka berdua tidak habis pikir. Mereka tau Bryan orang kaya tapi mereka tetap tidak habis fikir, apakah Bryan kebanyakan uang sampe bingung menghabiskannya? Sudahlah terserah Bryan saja.

"Bang Ryan, sayang bang Ryan banyak-banyak," ucap Haikal dengan posisi tetap memeluk tubuh Bryan.

"Hm," balas Bryan dengan tangan yang mengelus rambut Haikal.

Jika sudah begini pasti Haikal kan semakin nempel kepada Bryan, dia juga akan terus memanggil Bryan dengan sebutan Abang. Dan dia juga memiliki nama panggilan kesayangan bagi teman-temannya, tapi dia akan memanggil mereka dengan panggilan Abang dan nama itu jika mereka membuatnya senang, contohnya seperti Bryan tadi.

Dia akan berhenti memanggil mereka Abang sampai dia bosan sendiri, Haikal juga akan memanggil Adnan dengan sebutan Abang walaupun Adnan yang termuda di antara mereka tapi dengan syarat harus membuatnya senang.

HAIKAL NOT HAIDAR [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang